BEI mencermati enam saham dalam status Unusual Market Activity (UMA) setelah mengalami lonjakan harga signifikan, di tengah volatilitas transaksi dan minimnya sentimen fundamental baru.
TradeSphereFx – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menempatkan enam saham dalam status pengawasan Unusual Market Activity (UMA) mulai Senin, 19 Januari 2026. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga yang dinilai tidak wajar dalam periode relatif singkat, yang berpotensi menimbulkan risiko bagi investor ritel maupun institusional.
Keenam emiten yang masuk radar BEI adalah PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV), PT Inter Delta Tbk (INTD), PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Bersama Zatta Jaya Tbk (ZATA), dan PT Ever Shine Tex Tbk (ESTI).
BEI menegaskan bahwa status UMA bukan berarti terdapat pelanggaran regulasi pasar modal. Namun, mekanisme ini berfungsi sebagai peringatan dini bagi pelaku pasar agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.
Apa Itu UMA dan Mengapa Penting?
Unusual Market Activity adalah mekanisme pengawasan yang diterapkan BEI ketika terjadi pergerakan harga, volume, atau frekuensi transaksi yang menyimpang dari pola normal tanpa didukung informasi material yang jelas.
Tujuan utamanya adalah:
- Melindungi investor dari potensi manipulasi pasar.
- Mendorong transparansi emiten melalui keterbukaan informasi.
- Menjaga integritas dan stabilitas perdagangan di bursa.
Dalam kasus enam saham ini, BEI mencermati pola transaksi yang dinilai terlalu volatil dibandingkan kinerja fundamental dan arus informasi publik yang tersedia.
BLUE – Saham Tambang yang Terbang Tinggi
Kinerja Harga dan Perhatian Bursa
BLUE menjadi salah satu saham yang paling mencuri perhatian. Mengutip data pasar, saham emiten pertambangan ini melonjak 22,88% dalam satu hari perdagangan ke level Rp5.075 per saham.
Jika dilihat lebih panjang:
- Naik 69,17% dalam satu bulan terakhir
- Menguat 58,59% secara year to date
Keterbukaan informasi terakhir BLUE tercatat pada 9 Januari 2026 terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek. BEI menyatakan masih mencermati perkembangan pola transaksi saham ini secara lebih mendalam.
INOV – Volatilitas Tinggi di Sektor Tekstil
Lonjakan Hampir 100% YTD
INOV juga masuk dalam daftar UMA karena volatilitas transaksi yang dianggap tak wajar. Pada perdagangan terakhir, saham ini melonjak 34,43% ke level Rp246 per saham.
Pergerakan jangka pendek dan menengahnya bahkan lebih ekstrem:
- Naik 90,70% dalam satu bulan
- Naik 90,70% year to date
Keterangan terakhir INOV di bursa adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 8 Januari 2026. Meski tidak ada kabar fundamental besar, harga terus bergerak agresif, memicu kewaspadaan regulator.
INTD – Naik Tajam Meski Sudah Klarifikasi
Tetap Dipelototi BEI
INTD juga tak luput dari pengawasan, meskipun sebelumnya telah memberikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada 19 Januari 2026.
Dalam perdagangan terakhir:
- Saham naik 13,33% ke Rp340
- Naik 58,88% dalam sebulan
- Menguat 54,55% year to date
Lonjakan beruntun inilah yang membuat BEI tetap mencermati aktivitas perdagangan INTD meskipun sudah ada klarifikasi dari perusahaan.
IDEA – Kenaikan Konsisten, Tetap Diawasi
Pergerakan Stabil tapi Signifikan
IDEA tercatat naik 3,25% pada perdagangan terakhir. Kenaikan harian memang tidak sebesar saham lain, namun tren jangka menengahnya cukup mencolok.
Dalam periode yang lebih panjang:
- Naik 63,92% dalam satu bulan
- Naik 63,92% year to date
Keterbukaan informasi terakhir IDEA adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 7 Januari 2026. Meski tidak ada berita besar, kenaikan beruntun tetap memicu pengawasan UMA.
ZATA dan ESTI – Lonjakan Tanpa Sentimen Baru
Minim Informasi, Harga Tetap Melaju
ZATA dan ESTI juga masuk dalam daftar pantauan karena kenaikan harga di luar kewajaran.
- ZATA terakhir melaporkan penyampaian bukti iklan pemberitahuan RUPS pada 13 Januari 2026.
- ESTI terakhir menyampaikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 8 Januari 2026.
Tidak ada informasi material yang signifikan terkait operasional atau prospek bisnis kedua emiten tersebut, namun harga tetap bergerak naik, yang memicu perhatian BEI.
Pesan BEI untuk Investor
BEI secara eksplisit mengimbau investor untuk:
- Memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa.
- Mencermati kinerja keuangan dan keterbukaan informasi perusahaan.
- Mengkaji ulang rencana corporate action yang belum disetujui RUPS.
- Mempertimbangkan berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Pesan ini menegaskan bahwa lonjakan harga tidak selalu mencerminkan fundamental perusahaan, dan bisa saja dipicu oleh faktor spekulatif.
Risiko dan Peluang di Tengah UMA
Status UMA sering kali menimbulkan dilema bagi investor. Di satu sisi, volatilitas tinggi bisa menghadirkan peluang keuntungan cepat. Di sisi lain, risiko koreksi tajam juga meningkat.
Investor yang cenderung agresif mungkin melihat ini sebagai momentum trading, sementara investor konservatif cenderung menjauh hingga ada kejelasan lebih lanjut.
Pengawasan Ketat Demi Stabilitas Pasar
Pengawasan BEI terhadap enam saham ini mencerminkan komitmen regulator untuk menjaga pasar yang adil, transparan, dan teratur. Meski tidak ada indikasi pelanggaran saat ini, status UMA berfungsi sebagai sinyal peringatan bagi seluruh pelaku pasar.
Ke depan, arah pergerakan saham-saham ini akan sangat bergantung pada:
- Klarifikasi resmi dari masing-masing emiten
- Sentimen pasar secara umum
- Kondisi likuiditas dan minat spekulan
Bagi investor, kehati-hatian dan analisis mendalam tetap menjadi kunci di tengah hiruk-pikuk kenaikan harga yang “gila-gilaan.”