Bitcoin kembali jatuh di bawah US$100.000, memicu aksi jual besar di pasar kripto. Altcoin terkapar sementara Zcash muncul sebagai anomali yang justru menguat.
TradeSphereFx – Pasar aset kripto kembali berada dalam tekanan berat setelah mengalami aksi jual masif yang menyapu miliaran dolar kapitalisasi pasar hanya dalam beberapa hari terakhir. Sepanjang sepekan, sentimen negatif mendominasi, memicu gelombang kepanikan yang menyentuh hampir semua kelas aset digital. Pada perdagangan Senin (17/11/2025), layar bursa kripto di berbagai platform dipenuhi warna merah pekat, menandai kuatnya dominasi sentimen bearish di kalangan investor global.
Di tengah gejolak pasar tersebut, perhatian utama tertuju pada Bitcoin (BTC), sebagai aset kripto terbesar dan indikator utama kesehatan pasar. Bitcoin kembali gagal mempertahankan level psikologis yang sangat penting di US$100.000, sebuah level yang selama beberapa bulan terakhir menjadi benteng pertahanan yang cukup kuat. Keruntuhan level ini memicu tekanan lanjutan dan menjadi katalis bagi aksi jual besar-besaran di seluruh ekosistem kripto.
Pada akhirnya, BTC terperosok ke level US$95.233,51, menandai koreksi mingguan sebesar -9,98%. Angka ini bukan hanya menunjukkan pelemahan teknikal, tetapi juga mencerminkan rasa takut yang meresap di kalangan investor. Ketidakmampuan Bitcoin bertahan di atas US$100.000 mengirim sinyal kuat bahwa pasar mungkin sedang memasuki fase penurunan baru.
Tekanan Teknis Menguat, Bear Market Mulai Mengintai
Dari sudut pandang teknikal, sejumlah indikator utama mulai memberikan sinyal yang mengarah pada potensi bear market baru. Beberapa di antaranya adalah penurunan tajam open interest pada kontrak derivatif, pelemahan volume pembelian spot, serta penurunan ukuran transaksi whale yang menunjukkan investor besar mulai mengurangi eksposurnya.
Jika merujuk pada pola historis, fase seperti ini biasanya berlangsung antara beberapa bulan hingga satu tahun. Dengan korelasi kuat antara harga Bitcoin dan sentimen keseluruhan pasar, maka tekanan ini bisa menjadi fase panjang yang memengaruhi arah industri kripto sampai tahun depan.
Altcoin Terkapar: ETH, SOL, dan ADA Pimpin Koreksi Terburuk
Kejatuhan Bitcoin memberikan efek domino yang sangat signifikan terhadap altcoin besar. Ethereum (ETH), sebagai aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar, merosot 13,40% menjadi US$3.145,64. Padahal dalam beberapa minggu sebelumnya, ETH sempat menunjukkan momentum positif berkat peningkatan transaksi dan aktivitas DeFi.
Namun koreksi ETH masih tergolong lebih ringan dibanding dua aset lain yang selama ini menjadi pesaing kuat di ekosistem Layer-1, yaitu Solana (SOL) dan Cardano (ADA).
- Solana (SOL) tersungkur 17,15% menjadi US$138,64.
- Cardano (ADA) anjlok 16,31% ke US$0,4887.
Kedua aset ini tertekan kuat oleh aksi de-risking dari investor institusi. Solana dan Cardano dikenal memiliki volatilitas tinggi, sehingga dalam kondisi seperti ini, investor cenderung melepas aset berisiko terlebih dahulu untuk mengamankan modal. Bahkan Dogecoin (DOGE), yang biasanya mampu bertahan berkat kekuatan komunitas dan katalis sosial, mengalami penurunan 11,95% dalam sepekan.
Zcash Muncul Sebagai Anomali: Menguat Saat Semua Runtuh
Di tengah kehancuran pasar hampir secara menyeluruh, sebuah kejutan besar muncul dari Zcash (ZEC). Aset kripto yang berfokus pada privasi ini mendadak tampil sebagai bintang tunggal dengan performa gemilang saat semua aset lain tumbang.
ZEC berhasil mencatatkan kinerja positif di seluruh timeframe:
- +9,58% dalam sepekan
- +2,65% dalam 24 jam
- Diperdagangkan di US$711,84
Tidak hanya itu, Zcash secara mengejutkan berhasil naik ke posisi 10 besar aset terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, menggeser posisi Chainlink. Fenomena ini langsung menarik perhatian komunitas kripto global, karena pergerakan ZEC terjadi saat pasar sedang berada dalam tekanan paling berat setahun terakhir.
Beberapa analis berpendapat bahwa lonjakan ini mungkin disebabkan oleh rotasi modal ke aset privasi, terutama di tengah meningkatnya pembahasan soal regulasi dan pengawasan transaksi digital. Sebagian lainnya menduga adanya katalis fundamental internal yang bersifat spesifik, sehingga membuat ZEC berkinerja independen dari tren pasar makro.
Sinyal Perlawanan Lain: Tipis dan Terbatas
Selain Zcash, beberapa aset besar masih menunjukkan perlawanan minor, meski belum cukup kuat untuk mengubah tren mingguan.
- XRP, BNB, dan Hyperliquid (HYPE) mencatat kenaikan harian tipis di bawah 1%.
- TRON (TRX) justru menjadi aset paling stabil setelah ZEC, dengan kinerja mingguan nyaris netral di +0,07%.
Meski demikian, sebagian besar aset ini tetap berada di zona negatif dalam timeframe satu minggu.
Pasar di Titik Kritis: Rebound atau Bear Market Baru?
Secara keseluruhan, kondisi pasar kripto saat ini berada pada persimpangan penting. Penurunan Bitcoin di bawah US$100.000 menandai hilangnya salah satu support paling signifikan. Dalam jangka pendek, ada dua hal utama yang menjadi fokus investor:
- Apakah Bitcoin dapat membentuk level support baru yang lebih stabil?
- Apakah reli Zcash merupakan tren jangka panjang atau sekadar anomali sementara?
Dengan volatilitas tinggi dan meningkatnya kekhawatiran global, beberapa analis memperingatkan bahwa pasar mungkin belum mencapai titik terendahnya. Namun di sisi lain, investor jangka panjang melihat koreksi ini sebagai peluang akumulasi — terutama jika BTC kembali mampu menembus level psikologis US$100.000.
Pada akhirnya, arah Bitcoin dalam beberapa pekan ke depan akan menjadi penentu utama apakah pasar memasuki fase bear market berkepanjangan, atau justru sedang mempersiapkan landasan untuk rebound besar berikutnya.