Pasar valuta asing Asia dibuka dengan fokus pada pernyataan terbaru pejabat Bank of Japan (BoJ). Anggota Dewan Kebijakan BoJ Kazuyuki Masu menegaskan bahwa bank sentral Jepang tidak tertinggal dalam menangani inflasi, namun memperingatkan agar kenaikan suku bunga tidak dilakukan terlalu cepat sehingga berisiko mengganggu pemulihan ekonomi.
Masu: BoJ Tidak Perlu Terburu-buru Naikkan Suku Bunga
Dalam pernyataannya pada Jumat, Kazuyuki Masu menekankan bahwa BoJ tidak memiliki kerangka waktu tertentu terkait kecepatan kenaikan suku bunga. Menurutnya, pendekatan kebijakan harus tetap fleksibel dan berbasis data.
Masu menilai akan keliru jika bank sentral memiliki pandangan yang sudah ditetapkan sebelumnya mengenai seberapa cepat suku bunga harus dinaikkan menuju level yang dianggap netral bagi perekonomian.
Inflasi Dipantau, Fokus Tetap pada Pemulihan
Masu juga menyampaikan bahwa meskipun tekanan inflasi masih menjadi perhatian, kondisi saat ini belum menuntut tindakan kebijakan yang bersifat mendesak, khususnya terkait kenaikan harga pangan.
Baca juga: Menhub Tegaskan Kewenangan Pemungutan Pajak Kapal Asing Berada di Kemenkeu
BoJ, lanjutnya, harus terus memantau perkembangan ekonomi dan mengarahkan kebijakan secara tepat agar inflasi inti bergerak stabil di sekitar target 2 persen. Ia menegaskan bahwa bank sentral akan bertindak tegas apabila data yang tersedia cukup meyakinkan untuk mengambil langkah kebijakan.
Reaksi Pasar: USD/JPY Melemah
Respons pasar terhadap pernyataan tersebut relatif terbatas. Pada saat berita ini ditulis, pasangan USD/JPY tercatat melemah 0,21 persen dan diperdagangkan di kisaran 156,70, mencerminkan berkurangnya ekspektasi pengetatan agresif kebijakan moneter Jepang dalam waktu dekat.