Laba Bersih Bukalapak 2025 melonjak 576% menjadi Rp 2,4 triliun pada kuartal III. Simak strategi efisiensi, pertumbuhan segmen gaming & retail, serta prospek digital Bukalapak ke depan.
TradeSphereFx – Laba Bersih Bukalapak 2025 mencatat lonjakan luar biasa pada kuartal ketiga tahun ini.
PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melaporkan laba bersih sebesar Rp 2,4 triliun sepanjang Juli–September 2025. Angka ini naik 576% dibanding kuartal sebelumnya, menandai capaian kinerja terbaik perusahaan dalam dua tahun terakhir.
Secara bersamaan, pendapatan Bukalapak pada periode yang sama juga tumbuh 1% menjadi Rp 1,64 triliun, menunjukkan daya tahan bisnis di tengah kompetisi ketat dan fluktuasi pasar digital Indonesia.
Peningkatan ini dinilai sebagai hasil dari pengelolaan biaya yang efisien dan diversifikasi pendapatan di berbagai lini usaha.
“Margin kontribusi BUKA juga tercatat stabil, menunjukkan efisiensi operasional yang terjaga di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujar Victor, perwakilan manajemen Bukalapak, dalam keterangan resmi, Rabu (29/10/2025).
Victor menegaskan bahwa keberhasilan ini mencerminkan ketahanan bisnis Bukalapak dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen digital yang cepat serta kompetisi dari platform e-commerce lain.
Faktor Pendorong Laba Bersih Bukalapak 2025
Lonjakan Laba Bersih Bukalapak 2025 terutama disumbang oleh kenaikan nilai investasi serta penerapan strategi efisiensi di berbagai lini.
Manajemen menyebutkan bahwa EBITDA yang disesuaikan ditambah pendapatan bunga bersih mencapai Rp 175 miliar pada kuartal III-2025, sedikit turun dari Rp 201 miliar pada kuartal sebelumnya, namun tetap menggambarkan fundamental operasional yang solid.
Selain itu, posisi kas dan investasi likuid Bukalapak tercatat mencapai Rp 17,9 triliun per 30 September 2025, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu. Dana tersebut mencakup deposito, obligasi pemerintah, dan reksa dana, yang memberikan fleksibilitas finansial besar bagi perusahaan untuk mendukung ekspansi jangka panjang.
“Capaian ini membuktikan pengelolaan keuangan yang hati-hati dan berimbang,” ujar Victor menegaskan.
Dengan strategi pengelolaan kas yang disiplin, Bukalapak berhasil menjaga rasio profitabilitas dan likuiditas di level sehat, sekaligus tetap berinvestasi dalam inovasi digital dan pengembangan teknologi baru.
Detail Pendapatan per Segmen Bisnis
Kinerja positif Bukalapak tidak hanya datang dari peningkatan investasi, tetapi juga kontribusi dari empat segmen bisnis utama yang saling mendukung dalam ekosistem digital perusahaan.
1. Segmen Gaming
Segmen Gaming menjadi kontributor terbesar terhadap total pendapatan perusahaan, mencapai Rp 1,4 triliun hingga akhir September 2025.
Pendapatan ini tumbuh 2% secara kuartalan, seiring meningkatnya minat pengguna terhadap layanan top-up game dan pembelian item digital.
Ekspansi pasar gaming online serta kerja sama dengan penerbit game global turut memperkuat posisi Bukalapak di segmen ini.
2. Segmen Investment
Segmen Investment juga menunjukkan performa impresif dengan pertumbuhan 30% secara kuartalan dan pendapatan mencapai Rp 18 miliar.
Segmen ini menjaga margin kontribusi di atas 30%, menandakan efisiensi dan manajemen risiko yang baik di tengah ketidakpastian pasar modal.
3. Segmen Mitra Bukalapak
Segmen Mitra Bukalapak mengalami sedikit penurunan pendapatan akibat pergeseran strategi untuk fokus pada pasar yang lebih menguntungkan.
Namun, langkah ini justru berdampak positif terhadap margin kontribusi, yang naik 44% secara kuartalan.
Strategi tersebut memperkuat profitabilitas jangka panjang dan menjaga keseimbangan antara volume transaksi dan margin laba.
4. Segmen Retail
Sementara itu, Segmen Retail tetap menjadi elemen penting dalam ekosistem digital Bukalapak.
Segmen ini mencatat margin kontribusi 23,6% pada kuartal III-2025, dengan fokus pada integrasi kanal daring dan luring (online-to-offline).
Inisiatif ini membantu Bukalapak memperluas jangkauan ke pengguna di daerah dan memperkuat loyalitas pelanggan.
Strategi dan Prospek Pertumbuhan Bukalapak
Ke depan, Bukalapak berkomitmen melanjutkan momentum pertumbuhan melalui inovasi produk, efisiensi biaya, dan penguatan ekosistem mitra.
Perusahaan juga fokus memperdalam pengalaman pengguna (user experience) dengan menghadirkan layanan yang lebih personal dan terintegrasi antar-segmen.
Strategi utama Bukalapak mencakup:
- Inovasi produk dan teknologi untuk memperluas sumber pendapatan,
- Optimalisasi operasional melalui data-driven management,
- Kolaborasi strategis dengan mitra lokal dan global, serta
- Pemanfaatan kekuatan finansial untuk memperluas jangkauan pasar digital.
Dengan posisi kas yang kuat dan cadangan investasi besar, Bukalapak memiliki landasan finansial yang solid untuk mengeksekusi strategi jangka panjang tersebut.
“Kami akan terus memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi dan memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” tambah Victor.
Selain itu, Bukalapak juga menyatakan kesiapannya menghadapi dinamika pasar digital dengan memperkuat governance, efisiensi operasional, dan keberlanjutan bisnis (sustainability).
Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga kepercayaan investor sekaligus memperkuat posisi Bukalapak sebagai perusahaan teknologi publik terkemuka di Indonesia.
Bukti Transformasi Digital Bukalapak
Kenaikan Laba Bersih Bukalapak 2025 sebesar 576% menjadi Rp 2,4 triliun membuktikan kemampuan perusahaan dalam menavigasi tantangan ekonomi dan teknologi dengan strategi yang tepat.
Dengan empat segmen bisnis yang saling menguatkan, likuiditas besar, serta pendekatan inovatif terhadap digital commerce, Bukalapak menunjukkan bahwa transformasi digital bukan hanya slogan, melainkan hasil nyata yang terukur dan berkelanjutan.
Performa ini menegaskan posisi Bukalapak sebagai salah satu pilar utama ekonomi digital Indonesia, yang mampu menyeimbangkan pertumbuhan, efisiensi, dan inovasi di tengah era kompetisi global yang kian ketat.
One thought on “Laba Bersih Bukalapak 2025 Naik 576% Jadi Rp 2,4 Triliun, Strategi Digital yang Berbuah Besar”