Dolar Australia, 7 Fakta Penting yang Gerakkan AUD/USD Hari In

dol

Dolar Australia melemah meski data tenaga kerja menguat. Analisis AUD/USD, sentimen RBA, dan faktor global yang memengaruhi pergerakan pasar hari ini.

TradeSphereFx – Dolar Australia (AUD) merupakan salah satu mata uang komoditas paling berpengaruh di pasar global. Pergerakannya sering dijadikan indikator kesehatan ekonomi kawasan Asia-Pasifik, karena Australia memiliki hubungan erat dengan pasar komoditas dan ekonomi China. Mata uang ini sangat sensitif terhadap kebijakan bank sentral Australia (RBA), data tenaga kerja, harga komoditas, dan sentimen risiko global. Karena itu, Dolar Australia menjadi fokus utama bagi trader valuta asing ketika menentukan arah pasar.

Dolar Australia Melemah di Tengah Nada Hati-Hati RBA

Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa Dolar Australia melemah meskipun Reserve Bank of Australia (RBA) tidak mengirimkan sinyal dovish. Dalam Risalah Rapat kebijakan moneter bulan November, RBA menjelaskan bahwa suku bunga mungkin dipertahankan tidak berubah lebih lama. Bank sentral menegaskan bahwa keputusan tersebut bergantung pada bagaimana data ekonomi domestik berkembang dalam beberapa bulan ke depan.

Beberapa poin terpenting dari risalah tersebut antara lain:

  • RBA berusaha menjaga keseimbangan antara kestabilan inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
  • Suku bunga acuan kemungkinan tidak berubah dalam jangka pendek.
  • Risiko inflasi masih ada, tetapi tanda-tanda perbaikan tenaga kerja mulai terlihat.

Nada hati-hati ini membuat Dolar Australia tertekan karena pasar menafsirkan bahwa RBA tidak terburu-buru memperketat kebijakan lebih lanjut. Namun demikian, data ekonomi yang lebih kuat dapat membuka peluang bagi AUD untuk kembali menguat.

Dampak Kebijakan The Fed: USD Melemah, AUD Punya Peluang Rebound

Di sisi lain, Dolar AS (USD) sedikit melemah meskipun ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed menurun. Indeks Dolar AS bergerak di sekitar 99,50 saat pasar menunggu serangkaian data ekonomi setelah pemerintah AS kembali dibuka.

Beberapa dinamika penting terkait kebijakan The Fed:

  • Peluang pemotongan suku bunga pada Desember turun dari 62% menjadi sekitar 43%.
  • Pejabat The Fed menyoroti risiko pelemahan pasar tenaga kerja AS.
  • Kekhawatiran tentang perlambatan perekrutan menjadi topik utama.

Meski USD melemah, efeknya pada Dolar Australia tidak sepenuhnya signifikan. Hal ini karena AUD membutuhkan dukungan dari data domestik yang solid untuk mendorong momentum penguatan. Dengan kata lain, USD yang melemah saja tidak cukup untuk memastikan rebound AUD.

Data Domestik Australia Menjadi Penopang Penting bagi AUD

Salah satu faktor positif datang dari data tenaga kerja Australia yang menunjukkan perbaikan signifikan. Data terbaru menunjukkan:

  • Tingkat pengangguran turun dari 4,5% menjadi 4,3%.
  • Perubahan ketenagakerjaan melonjak menjadi 42,2 ribu.
  • Ketenagakerjaan penuh waktu naik drastis sebesar 55,3 ribu.
  • Tingkat partisipasi tetap stabil di angka 67%.

Angka-angka ini menunjukkan kekuatan pasar tenaga kerja Australia. Kondisi tenaga kerja yang baik memberi dukungan bagi ekonomi domestik secara keseluruhan dan mengurangi tekanan pada RBA untuk segera memotong suku bunga. Bagi trader, data ini menjadi sinyal bahwa Dolar Australia masih memiliki fondasi fundamental yang cukup kuat.

Analisis Teknikal: AUD/USD Bertahan Dekat 0,6500

Secara teknikal, pasangan AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0.6490 dan terlihat berkonsolidasi dalam pola persegi panjang. Pola ini menunjukkan bahwa pasar sedang dalam fase sideways, menunggu katalis besar untuk menentukan arah berikutnya.

Berikut level teknikal penting untuk diperhatikan:

Level Fungsi
0.6470 Support utama
0.6414 Support lanjutan (low 5 bulan)
0.6514 EMA 9 hari – zona resistance
0.6630 Upper range pola persegi panjang

Jika AUD/USD mampu menembus resistance di 0.6514, momentum jangka pendek dapat berbalik positif dan mengarahkan harga menuju 0.6630. Sebaliknya, penurunan di bawah 0.6470 dapat memperpanjang tekanan bearish.

Perbandingan Kinerja Dolar Australia dengan Mata Uang Utama

Berdasarkan pergerakan harian terakhir, Dolar Australia tampil sebagai salah satu mata uang terlemah, terutama jika dibandingkan dengan Franc Swiss (CHF). Berikut gambaran umum perbandingan performa AUD:

  • Turun terhadap USD
  • Melemah terhadap EUR
  • Turun terhadap GBP
  • Menurun terhadap JPY
  • Melemah terhadap CAD
  • Sedikit melemah terhadap NZD
  • Penurunan paling tajam terhadap CHF

Posisi AUD yang lemah ini menunjukkan bahwa sentimen pasar global belum berpihak pada aset berisiko, termasuk mata uang komoditas seperti Dolar Australia.

Faktor Global: China, Komoditas, dan Sentimen Risiko

Selain kebijakan moneter, ada sejumlah faktor eksternal yang memengaruhi pergerakan AUD:

a. Permintaan China

Australia merupakan mitra dagang utama China, sehingga setiap perubahan kebijakan atau perlambatan ekonomi di China dapat memengaruhi AUD secara langsung.

b. Harga Komoditas

Sebagai produsen besar bijih besi dan batubara, perubahan harga komoditas global menjadi faktor penentu kekuatan Dolar Australia.

c. Sentimen Risiko Global

Ketika pasar berada dalam mode “risk-off,” mata uang seperti AUD cenderung melemah karena investor lebih memilih aset safe haven.

Prospek Dolar Australia dalam Waktu Dekat

Dolar Australia sedang berada dalam situasi yang sensitif, dengan pengaruh besar dari gabungan faktor domestik dan global. Nada hati-hati RBA memberikan tekanan pada AUD, tetapi data tenaga kerja yang kuat berhasil memberikan dukungan fundamental.

Untuk trader AUD/USD, level penting yang perlu diperhatikan:

  • Bullish jika harga berada di atas 0.6514
  • Bearish jika menembus di bawah 0.6470

Dengan kombinasi analisis fundamental dan teknikal, trader dapat menentukan strategi yang lebih akurat dalam menghadapi pergerakan AUD/USD di minggu-minggu mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *