IHSG melemah 0,09% ke level 8.652 pada perdagangan pagi 15 Desember 2025. Tekanan datang dari sejumlah sektor, sementara saham kesehatan dan komoditas mencatat penguatan.
TradeSphereFx – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan awal pekan dengan pergerakan terbatas namun cenderung melemah. Pada Senin pagi, 15 Desember 2025, IHSG tercatat turun 7,7 poin atau setara 0,09% ke posisi 8.652,8. Pelemahan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar yang masih mencermati arah pergerakan sektor-sektor utama serta kinerja saham berkapitalisasi besar yang tergabung dalam indeks LQ45.
Meskipun penurunan relatif tipis, tekanan di awal sesi menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya menemukan katalis positif yang kuat untuk mendorong penguatan lanjutan setelah pergerakan fluktuatif dalam beberapa hari terakhir.
Pergerakan IHSG di Awal Sesi
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di zona merah dengan rentang pergerakan yang sempit. Aktivitas transaksi terlihat selektif, di mana investor cenderung melakukan penyesuaian portofolio, terutama pada saham-saham yang sebelumnya telah mencatatkan kenaikan signifikan.
Tekanan jual muncul di sejumlah sektor konsumsi dan properti, sementara sebagian investor mulai melakukan rotasi ke sektor-sektor yang dinilai masih memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah. Kondisi ini membuat pergerakan IHSG tidak terlalu dalam, meskipun mayoritas sektor bergerak melemah.
Kinerja Indeks Sektoral
Sektor dengan Pelemahan Terdalam
Pelemahan IHSG pagi ini terutama diseret oleh kinerja sejumlah indeks sektoral. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektor dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 0,63%. Tekanan pada sektor ini mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap daya beli dan kinerja emiten konsumsi non-esensial ke depan.
Selain itu, IDX Sektor Properti dan Real Estate juga bergerak di zona merah. Sektor ini masih dibayangi oleh sentimen kehati-hatian investor, seiring dengan pertimbangan suku bunga dan prospek penjualan properti. Pelemahan juga terjadi pada IDX Sektor Barang Konsumen Primer, IDX Sektor Perindustrian, serta IDX Sektor Teknologi, meskipun dengan penurunan yang relatif moderat.
Sektor yang Menguat
Di tengah pelemahan mayoritas sektor, IDX Sektor Kesehatan justru mencatatkan penguatan paling signifikan. Sektor ini melonjak 3,28% dan menjadi penopang utama agar IHSG tidak terkoreksi lebih dalam. Penguatan tersebut menunjukkan minat investor yang kembali meningkat terhadap saham-saham kesehatan, yang dinilai memiliki karakter defensif dan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Selain sektor kesehatan, IDX Sektor Energi, IDX Sektor Barang Baku, dan IDX Sektor Keuangan juga bergerak menguat. Kinerja positif sektor energi dan barang baku mengindikasikan masih kuatnya minat terhadap saham-saham berbasis komoditas. Sementara itu, sektor keuangan menunjukkan stabilitas di tengah dinamika pasar.
Sektor transportasi dan logistik serta sektor infrastruktur juga tercatat berada di zona hijau, meskipun penguatannya tidak sebesar sektor kesehatan.
Saham LQ45 Tertekan
Top Losers LQ45
Di jajaran saham unggulan LQ45, beberapa emiten mencatatkan pelemahan paling dalam pada perdagangan pagi ini. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) menjadi top loser setelah turun 2,34%. Pelemahan ini diduga dipicu oleh aksi ambil untung investor setelah pergerakan saham yang fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) juga terkoreksi 1,81%. Tekanan pada saham ini sejalan dengan pelemahan sektor perindustrian dan masih adanya kekhawatiran terhadap permintaan domestik serta biaya produksi.
Sementara itu, PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) turun 1,74%. Meskipun sektor kesehatan secara keseluruhan menguat, pergerakan saham HEAL menunjukkan adanya tekanan spesifik pada emiten tersebut, kemungkinan akibat faktor teknikal atau aksi profit taking jangka pendek.
Saham LQ45 yang Menguat
Top Gainers LQ45
Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 justru mencatatkan penguatan signifikan. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar top gainers dengan lonjakan 7,61%. Kenaikan ini menegaskan masih kuatnya sentimen positif terhadap saham-saham komoditas, khususnya yang terkait dengan sektor energi dan pertambangan.
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) juga mencatatkan penguatan 2,59%. Kinerja positif saham ini sejalan dengan menguatnya sektor kesehatan secara keseluruhan, di mana investor kembali melirik emiten dengan fundamental yang stabil dan basis pasar yang kuat.
Selanjutnya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) naik 2,22%. Penguatan MDKA mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek logam dan mineral, serta potensi kinerja jangka menengah emiten berbasis sumber daya alam.
Prospek Perdagangan Selanjutnya
Dengan pergerakan IHSG yang masih cenderung terbatas di awal sesi, pasar diperkirakan akan bergerak fluktuatif sepanjang hari. Investor kemungkinan tetap bersikap selektif dan fokus pada saham-saham dengan katalis positif serta kinerja fundamental yang solid.
Rotasi sektor berpotensi terus terjadi, terutama dari sektor yang mengalami tekanan menuju sektor defensif dan komoditas. Selama sentimen eksternal dan domestik relatif stabil, IHSG diperkirakan akan bergerak dalam rentang konsolidasi, dengan peluang penguatan yang tetap terbuka apabila didukung oleh peningkatan minat beli investor.
One thought on “IHSG Turun 0,09% ke 8.652 Pagi Ini”