IHSG melejit sepanjang 2025 dengan rekor all time high 24 kali. OJK catat penguatan 22%, investor ritel dominan, dan asing kembali net buy.
TradeSphereFx – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja pasar modal Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan capaian yang sangat kuat. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah atau all time high (ATH) sebanyak 24 kali dalam satu tahun, meskipun pasar dibayangi aksi jual bersih investor asing bernilai belasan triliun rupiah.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menyampaikan bahwa kinerja IHSG sepanjang 2025 tetap solid dan mencerminkan ketahanan pasar modal nasional. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Desember 2025 yang disiarkan secara daring pada awal Januari 2026.
Performa IHSG Sepanjang 2025
Ditutup Menguat Lebih dari 22 Persen
IHSG ditutup pada level 8.646,94 per 31 Desember 2025. Secara tahunan, indeks ini menguat signifikan sebesar 22,13 persen year-on-year. Penguatan ini menempatkan IHSG sebagai salah satu indeks dengan performa terbaik di kawasan regional.
Menurut OJK, sepanjang 2025 IHSG berulang kali mencatatkan rekor tertinggi baru, menandakan sentimen pasar yang tetap positif di tengah dinamika global dan tekanan eksternal.
Rekor Tertinggi dan Kapitalisasi Pasar
Level tertinggi IHSG pada 2025 tercatat berada di posisi 8.710,70 yang dicapai pada 8 Desember 2025. Pada saat itu, kapitalisasi pasar saham Indonesia juga mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan nilai mencapai sekitar Rp 16.000 triliun.
Selain itu, aktivitas perdagangan saham menunjukkan peningkatan signifikan. Rata-rata nilai transaksi harian saham pada Desember 2025 mencapai level tertinggi sepanjang masa sebesar Rp 27,19 triliun. Peningkatan ini mencerminkan likuiditas pasar yang semakin kuat dan partisipasi investor yang semakin luas.
Peran Investor Domestik Semakin Dominan
Lonjakan Transaksi Investor Ritel
Salah satu faktor utama yang mendorong kinerja positif IHSG adalah meningkatnya peran investor ritel domestik. OJK mencatat proporsi transaksi investor ritel melonjak tajam dari 38 persen pada 2024 menjadi 50 persen pada 2025.
Peningkatan partisipasi investor ritel ini terutama terlihat pada semester II 2025, seiring dengan meningkatnya literasi keuangan, kemudahan akses teknologi, serta kepercayaan masyarakat terhadap pasar modal domestik.
Pasar Lebih Tahan Terhadap Tekanan Global
Dengan kontribusi investor domestik yang semakin besar, struktur pasar saham Indonesia dinilai menjadi lebih seimbang dan tidak terlalu bergantung pada aliran dana asing. Kondisi ini membuat IHSG lebih tahan terhadap gejolak eksternal, termasuk ketidakpastian global dan fluktuasi pasar keuangan internasional.
Pergerakan Investor Asing di Pasar Saham
Net Sell Secara Tahunan
Sepanjang 2025, investor asing secara akumulatif masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) di pasar saham Indonesia dengan nilai mencapai Rp 17,34 triliun. Tekanan jual asing ini terjadi di tengah penyesuaian portofolio global dan dinamika kebijakan moneter internasional.
Namun demikian, OJK menilai aksi net sell tersebut tidak menghambat penguatan IHSG secara keseluruhan, berkat kuatnya permintaan dari investor domestik.
Asing Kembali Membeli di Akhir Tahun
Menariknya, memasuki Desember 2025, tren investor asing mulai berbalik arah. Pada bulan tersebut, investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) saham Indonesia senilai Rp 12,24 triliun secara month-to-month.
Menurut OJK, arus masuk dana asing pada Desember 2025 mencerminkan meningkatnya keyakinan dan persepsi positif terhadap prospek perekonomian nasional serta stabilitas pasar keuangan Indonesia.
Pasar Obligasi Juga Menguat
Yield SBN Mengalami Penurunan
Tidak hanya pasar saham, pasar obligasi domestik juga menunjukkan tren penguatan sepanjang Desember 2025. Yield Surat Berharga Negara (SBN) secara bulanan tercatat turun sebesar 4,84 basis poin, sementara secara tahunan turun signifikan hingga 80,91 basis poin.
Penurunan yield ini memberikan keuntungan bagi pemerintah karena memungkinkan penerbitan surat utang dengan biaya bunga yang lebih rendah.
Inflow Investor Non-Residen
OJK mencatat investor non-residen di pasar SBN juga menunjukkan minat yang kuat. Pada Desember 2025, tercatat arus masuk dana asing dengan nilai beli bersih sebesar Rp 6,49 triliun secara month-to-month. Secara tahunan, investor asing di pasar obligasi mencatatkan net buy sebesar Rp 2,01 triliun.
Pertumbuhan Jumlah Investor Pasar Modal
Tambahan Ratusan Ribu Investor Baru
Perkembangan positif pasar modal Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan jumlah investor. Pada Desember 2025 saja, tercatat penambahan sekitar 694 ribu investor baru di pasar modal domestik.
Secara tahunan, jumlah investor pasar modal meningkat sebesar 5,49 juta, sehingga total investor mencapai 20,36 juta. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal sebagai instrumen pengelolaan keuangan jangka panjang.
Optimisme Pasar Modal ke Depan
Dengan kinerja IHSG yang mencetak rekor 24 kali sepanjang 2025, meningkatnya partisipasi investor domestik, serta kembalinya minat investor asing di akhir tahun, OJK menilai fondasi pasar modal Indonesia semakin kuat. Ke depan, pasar diharapkan tetap resilien dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.