INET Akuisisi PADA 3 Langkah Strategis Perluas Bisnis Outsourcing Digital

sisi

INET Akuisisi PADA menjadi langkah strategis emiten IT dalam memperluas bisnis outsourcing digital. Simak 3 strategi utama INET dalam mengembangkan ekosistem human-tech dan infrastruktur digital di 2025.

TradeSphereFx – Emiten infrastruktur teknologi informasi, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET), tengah melakukan langkah strategis dengan mengakuisisi PT Personel Alih Daya Tbk. (PADA) atau Persada, perusahaan outsourcing terkemuka di Indonesia.

Langkah ini dimulai dengan penandatanganan Indikasi Persyaratan Jual Beli (Indicative Termsheet) antara INET dan Koperasi Pegawai PT Indosat Tbk. (Kopindosat), yang merupakan pemegang saham mayoritas PADA. Penandatanganan tersebut menandai awal dari proses akuisisi strategis yang akan memperkuat sinergi bisnis antara kedua perusahaan di sektor layanan digital dan manajemen sumber daya manusia berbasis teknologi.

Langkah Awal Akuisisi Strategis INET

Penandatanganan termsheet ini menjadi bagian penting dari strategi INET caplok PADA untuk memperluas portofolio bisnisnya. Melalui akuisisi ini, INET berupaya memperkuat posisinya dalam ekosistem layanan infrastruktur digital, operasional berbasis teknologi, dan manajemen SDM modern.

Dengan integrasi ini, INET diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional serta mempercepat ekspansi jaringan fiber optik dan layanan digital di seluruh Indonesia.

Manajemen INET menyebutkan bahwa sinergi dengan PADA tidak hanya akan menambah kapasitas layanan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah bagi pelanggan korporasi melalui kombinasi teknologi dan human capital management.

PADA Siap Bertransformasi ke Human-Tech Company

Direktur Utama PADA, Cahyanul Uswah, menyampaikan optimismenya terhadap kolaborasi ini.

“Dengan dukungan infrastruktur dan ekosistem digital milik INET, PADA akan mempercepat transformasi menuju layanan human-tech yang efisien dan bernilai tambah bagi klien,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/10/2025).

Transformasi menuju model human-tech ini menandai pergeseran signifikan dalam cara perusahaan outsourcing beroperasi. Fokusnya bukan hanya pada penyediaan tenaga kerja, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi digital untuk mengelola SDM secara real-time, efisien, dan terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Dengan bergabung ke dalam ekosistem bisnis INET, PADA diharapkan dapat memperluas jangkauan layanannya, memperkuat posisi di pasar tenaga kerja digital, serta mengoptimalkan penggunaan data dan analitik dalam proses manajemen SDM.

Struktur Kesepakatan dan Ketentuan Akuisisi

Berdasarkan dokumen Indicative Termsheet yang ditandatangani, proses akuisisi INET caplok PADA masih bersifat indikatif dan bergantung pada pemenuhan sejumlah syarat dan ketentuan (conditions precedent).

Dalam hal ini, penyelesaian rencana pengambilalihan saham akan dilakukan setelah seluruh persyaratan terpenuhi sesuai ketentuan dalam Perjanjian Pembelian Saham Bersyarat (Conditional Share Purchase Agreement).

Beberapa syarat yang harus dipenuhi antara lain:

  • Tersedianya persetujuan dari regulator dan pemegang saham,
  • Penyelesaian due diligence keuangan dan hukum,
  • Tidak adanya pelanggaran terhadap peraturan pasar modal yang berlaku.

Kedua pihak, INET dan Kopindosat, juga telah menyepakati klausula pengakhiran yang lazim digunakan dalam transaksi semacam ini. Artinya, apabila syarat-syarat tangguh tidak terpenuhi, maka masing-masing pihak berhak mengakhiri proses negosiasi secara tertulis dan tanpa penalti.

Perlu dicatat bahwa penandatanganan termsheet ini belum dianggap sebagai perubahan pengendalian sesuai dengan ketentuan POJK No. 9/2018 hingga proses akuisisi rampung sepenuhnya.

Sinergi Digital INET–PADA Arah Bisnis Masa Depan

Jika proses akuisisi selesai, kolaborasi antara INET dan PADA akan menciptakan sinergi digital baru di pasar Indonesia.
INET sebagai penyedia infrastruktur IT dan solusi digital memiliki keunggulan dalam pengelolaan jaringan fiber optik, data center, dan sistem integrasi teknologi.

Sementara itu, PADA memiliki keahlian dalam pengelolaan tenaga kerja outsourcing dan human capital services.
Gabungan kedua entitas ini dapat membentuk ekosistem layanan digital–manusia (human-tech ecosystem) yang menyatukan efisiensi teknologi dengan keunggulan sumber daya manusia.

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap solusi digital end-to-end, akuisisi ini berpotensi menjadi game changer dalam industri layanan outsourcing di era digitalisasi.

Selain itu, langkah ini juga memperkuat posisi INET sebagai emiten IT yang agresif berinovasi di pasar modal Indonesia.

Dampak bagi Pasar dan Investor

Bagi investor, aksi INET caplok PADA menandakan ekspansi yang berpotensi positif terhadap fundamental perseroan.
Sinergi bisnis yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan efisiensi biaya dalam jangka menengah, terutama dari integrasi antara teknologi digital dan layanan SDM.

Jika rencana ini terealisasi, INET akan memiliki basis klien yang lebih luas dan kemampuan penetrasi pasar yang lebih kuat di sektor digital enterprise dan layanan publik.

Namun, pelaku pasar juga perlu mencermati proses due diligence dan perizinan dari otoritas keuangan sebelum akuisisi ini benar-benar tuntas. Keberhasilan transaksi akan sangat bergantung pada kelancaran proses administratif dan dukungan dari regulator.

INET Caplok PADA, Sinergi Human-Tech di Masa Depan

Akuisisi ini menandai langkah strategis INET caplok PADA untuk memperluas bisnisnya di sektor outsourcing digital dan human-tech management.
Dengan dukungan teknologi milik INET, PADA diharapkan dapat bertransformasi menjadi penyedia layanan tenaga kerja berbasis digital yang lebih efisien dan bernilai tambah tinggi.

Integrasi dua perusahaan ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara teknologi dan manusia adalah masa depan industri digital Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *