Inflasi AS Diperkirakan Stabil di Februari, Prospek EUR/USD Masih Bearish

Inflasi AS Diperkirakan Stabil di Februari, Prospek EUR/USD Masih Bearish
  • Inflasi tahunan Amerika Serikat diproyeksikan berada di sekitar 2,4% YoY pada Februari.

  • Inflasi inti diperkirakan bertahan di 2,5% secara tahunan.

  • Secara teknikal, EUR/USD masih menunjukkan kecenderungan bearish meskipun sempat mengalami rebound dalam waktu dekat.

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (Bureau of Labor Statistics/BLS) dijadwalkan merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk periode Februari pada hari Rabu. Data ini menjadi salah satu indikator utama untuk mengukur perkembangan inflasi di AS.

Laporan tersebut diperkirakan menunjukkan bahwa tekanan inflasi mulai stabil, meskipun masih berada sedikit di atas target inflasi 2% yang ditetapkan Federal Reserve (The Fed).

Secara bulanan, inflasi diproyeksikan naik sekitar 0,3%, setelah sebelumnya mencatat kenaikan 0,2% pada Januari. Sementara itu, secara tahunan inflasi utama diperkirakan tetap berada di level 2,4%.

Untuk inflasi inti — yang tidak memasukkan komponen harga makanan dan energi yang cenderung berfluktuasi — angka bulanan diperkirakan berada di 0,2%, dengan tingkat tahunan diproyeksikan tetap stabil di 2,5%.

Reaksi Pasar Diperkirakan Terbatas

Meskipun data inflasi memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve, reaksi pasar terhadap laporan Februari kemungkinan tidak terlalu besar.

Salah satu alasannya adalah data tersebut belum sepenuhnya mencerminkan dampak lonjakan harga energi yang terjadi baru-baru ini.

Setelah Amerika Serikat dan Israel melakukan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak tajam dari sekitar $67 per barel hingga menembus $110, sebelum akhirnya mengalami koreksi.

Lonjakan harga energi ini diperkirakan baru akan terlihat dampaknya pada data inflasi dalam laporan bulan-bulan berikutnya.

Proyeksi Data Inflasi AS

Secara umum, pasar memperkirakan angka inflasi Februari tidak akan menyimpang jauh dari ekspektasi.

Dalam enam laporan inflasi terakhir, inflasi inti bulanan sebagian besar berada di kisaran 0,2% hingga 0,3%. Pola yang sama juga terlihat pada inflasi utama, yang dalam periode tersebut umumnya bergerak di rentang 0,2% sampai 0,3% per bulan.

Pengecualian terjadi pada Agustus 2025, ketika inflasi sempat melonjak hingga 0,4% secara bulanan.

Sinyal Campuran dari Data PMI

Sementara itu, laporan Purchasing Managers Index (PMI) dari Institute for Supply Management (ISM) memberikan gambaran yang cukup beragam terkait tekanan harga di sektor swasta.

Komponen Prices Paid Index pada PMI manufaktur meningkat tajam menjadi 70,5 pada Februari, naik dari 59 pada Januari, yang menunjukkan tekanan biaya produksi yang meningkat.

Namun di sisi lain, komponen harga pada PMI sektor jasa justru menurun, dari 66,6 menjadi 63, menandakan tekanan harga di sektor layanan mulai mereda.

Pandangan Analis terhadap Inflasi Februari

Sejumlah analis menilai bahwa laporan inflasi bulan Februari kemungkinan akan mulai menunjukkan tanda moderasi, terutama pada sektor jasa.

Analis dari TD Securities menyatakan bahwa data IHK minggu ini dapat memberikan sinyal awal penurunan tekanan inflasi jasa, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kepercayaan Federal Open Market Committee (FOMC) terhadap stabilitas inflasi.

Menurut mereka, inflasi inti diperkirakan melambat menjadi sekitar 0,23% secara bulanan, didorong oleh kenaikan harga jasa yang lebih moderat serta dampak tarif yang tidak terlalu besar.

Di sisi lain, inflasi utama diperkirakan sedikit meningkat menjadi 0,25% secara bulanan, terutama karena rebound harga energi.

Jika proyeksi tersebut terealisasi, maka inflasi tahunan diperkirakan akan berada di kisaran 2,5% untuk inflasi inti dan 2,4% untuk inflasi utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *