Ganti PSP, LAPD Rombak Manajemen 2026

lapd

PT Leyand International Tbk (LAPD) siap merombak manajemen lewat RUPSLB 14 Januari 2026 seiring masuknya PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru.

TradeSphereFx – PT Leyand International Tbk (LAPD) bersiap melakukan perombakan besar dalam struktur manajemen setelah resmi memiliki pemegang saham pengendali (PSP) baru. Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 14 Januari 2026 untuk mengesahkan susunan direksi dan dewan komisaris yang baru. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam menata ulang arah perusahaan di tengah perubahan kepemilikan saham mayoritas.

Langkah tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya babak baru bagi LAPD, menyusul masuknya PT JSI Sinergi Mas (JSI) sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas saham. Perubahan struktur kepemilikan ini membawa ekspektasi pasar terhadap perbaikan kinerja, penguatan tata kelola, serta transformasi model bisnis perseroan.

RUPSLB Jadi Titik Awal Transformasi

Perubahan pengendali mendorong perseroan untuk melakukan konsolidasi internal, terutama pada level manajemen puncak. Dalam agenda RUPSLB mendatang, pemegang saham akan diminta untuk menyetujui pengangkatan jajaran direksi dan komisaris baru yang diharapkan mampu membawa arah strategis baru bagi perusahaan.

Manajemen menilai restrukturisasi ini menjadi langkah krusial untuk memastikan visi pemegang saham pengendali baru dapat diterjemahkan secara efektif ke dalam strategi operasional dan pengembangan bisnis perseroan. Dengan kepemimpinan baru, LAPD berharap dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan serta mempercepat proses transformasi yang tengah dirancang.

Susunan Direksi Baru LAPD

Dalam rencana RUPSLB tersebut, LAPD telah mengusulkan sejumlah nama untuk mengisi jajaran direksi. Susunan direksi baru yang akan dibahas dan dimintakan persetujuan pemegang saham terdiri dari:

Direktur Utama: Jamal Abdul Nasir Bamadhaj
Direktur: Kiran Raj
Direktur: Hong Shieh Yung, Travis
Direktur: Achmad Rifky

Susunan direksi ini diharapkan membawa kombinasi pengalaman manajerial, keahlian keuangan, serta pemahaman lintas sektor yang relevan dengan arah bisnis baru perseroan. Kehadiran figur-figur baru juga diharapkan mampu mendorong efisiensi operasional dan memperkuat eksekusi strategi jangka menengah hingga panjang.

Dewan Komisaris Ikut Disegarkan

Selain perubahan di jajaran direksi, LAPD juga mengajukan penyegaran pada struktur dewan komisaris sebagai bagian dari penguatan fungsi pengawasan dan tata kelola perusahaan. Adapun susunan komisaris yang akan dibahas dalam RUPSLB adalah:

Komisaris Utama: Sayid Muhammad Riyadh
Komisaris: Tan Siok Sing
Komisaris Independen: Thauriq Anwar

Keberadaan komisaris independen tetap dipertahankan guna memastikan prinsip good corporate governance berjalan seimbang, khususnya di tengah proses transformasi dan ekspansi bisnis yang direncanakan perseroan.

Perbandingan dengan Manajemen Lama

Sebelum rencana perombakan ini, susunan manajemen LAPD terdiri dari Direktur Utama Bambang Rahardja Burhan dan Direktur Yehezkiel Fulia. Sementara itu, jajaran komisaris sebelumnya diisi oleh Komisaris Utama Rustono Fulia, Komisaris Bobby Alianto, serta Komisaris Independen Frans Saul Noija.

Perubahan hampir di seluruh posisi strategis menunjukkan keseriusan pemegang saham pengendali baru dalam membangun fondasi manajemen yang sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan. Langkah ini juga mencerminkan upaya penyelarasan kepemimpinan dengan visi dan strategi bisnis yang akan dijalankan ke depan.

JSI Resmi Jadi Pengendali

Masuknya PT JSI Sinergi Mas menjadi titik balik bagi Leyand International. Hingga November 2025, JSI tercatat menguasai sekitar 2,02 miliar saham atau setara 51% dari total saham beredar LAPD. Dengan porsi kepemilikan tersebut, JSI memiliki kendali penuh atas arah kebijakan strategis perseroan.

JSI menargetkan LAPD untuk menjadi wahana investasi strategis yang berkelanjutan. Perseroan tidak hanya diposisikan sebagai perusahaan publik pasif, tetapi sebagai entitas yang aktif mengembangkan portofolio bisnis dengan nilai tambah dan prospek jangka panjang.

Fokus Energi dan Pertambangan

Pemegang saham pengendali baru telah menyampaikan komitmennya untuk membawa LAPD masuk ke sektor energi dan pertambangan, termasuk pengembangan komoditas silika. Sektor-sektor tersebut dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang solid, sejalan dengan kebutuhan industri, pembangunan infrastruktur, serta tren transisi energi.

Namun demikian, ekspansi ke sektor baru ini menuntut kesiapan manajemen, struktur permodalan yang kuat, serta sinergi yang efektif antar-entitas dalam grup usaha. Oleh karena itu, pembenahan internal menjadi langkah awal yang tidak terpisahkan dari rencana ekspansi tersebut.

Aksi Korporasi dan Penguatan Modal

Sebelumnya, Direktur Utama LAPD Bambang Rahardja Burhan menyampaikan bahwa rencana pengembangan bisnis ke sektor energi dan pertambangan membutuhkan dukungan permodalan yang kuat. Untuk itu, perseroan tengah menjajaki berbagai opsi aksi korporasi guna memperkuat struktur permodalan.

Hingga kini, skema dan detail aksi korporasi tersebut masih dalam tahap kajian internal oleh manajemen. Perseroan juga menegaskan bahwa setiap langkah strategis yang diambil akan tetap memerlukan persetujuan pemegang saham, khususnya PT JSI Sinergi Mas sebagai pemegang saham pengendali baru.

Babak Baru Leyand International

Perombakan manajemen melalui RUPSLB Januari 2026 menandai dimulainya fase transformasi Leyand International. Dengan kombinasi pemegang saham pengendali baru, jajaran manajemen yang disegarkan, serta fokus bisnis yang diperluas ke sektor energi dan pertambangan, perseroan berharap dapat memperbaiki kinerja keuangan dan operasional secara berkelanjutan.

Ke depan, pasar akan mencermati sejauh mana manajemen baru mampu menerjemahkan visi pemegang saham pengendali menjadi strategi yang terukur dan pertumbuhan nyata bagi Leyand International.

One thought on “Ganti PSP, LAPD Rombak Manajemen 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *