PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) umumkan dividen interim Rp20 per saham untuk tahun buku 2025 dengan total Rp76 miliar. Pembagian dijadwalkan 7 November 2025.
TradeSphereFx – PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 kepada para pemegang saham.
Emiten produsen cetakan sarung tangan ini menegaskan komitmennya untuk memberikan nilai tambah kepada investor di tengah kinerja keuangan yang tetap solid.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perseroan tertanggal 24 Oktober 2025 serta Surat Persetujuan Komisaris di tanggal yang sama, perseroan memutuskan untuk membagikan dividen tunai interim sebesar Rp76.000.006.200 atau Rp20 per saham.
“Dividen interim akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 7 November 2025, atau pemegang saham pada subrekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan tanggal yang sama,” tulis Presiden Direktur MARK, Ridwan, dalam keterbukaan informasi, Senin (27/10/2025).
Langkah ini menandai komitmen berkelanjutan MARK dalam menjaga kepercayaan investor sekaligus memberikan imbal hasil yang menarik di tengah kondisi industri manufaktur global yang fluktuatif.
Rincian dan Jadwal Pembagian Dividen Interim MARK 2025
Perseroan menyebutkan bahwa pembagian dividen interim MARK 2025 akan dilakukan sesuai jadwal berikut:
- Cum Dividend di Pasar Reguler & Negosiasi: 5 November 2025
- Ex Dividend di Pasar Reguler & Negosiasi: 6 November 2025
- Cum Dividend di Pasar Tunai: 7 November 2025
- Ex Dividend di Pasar Tunai: 10 November 2025
- Recording Date: 7 November 2025
- Tanggal Pembayaran Dividen: 20 November 2025
Dengan jumlah saham beredar sekitar 3,8 miliar lembar, total dana dividen yang disiapkan MARK mencapai Rp76 miliar. Ini merupakan pembagian dividen interim pertama yang dilakukan perseroan sepanjang tahun 2025.
Strategi MARK Menjaga Kinerja dan Konsistensi Dividen
Mark Dynamics Indonesia (MARK) dikenal sebagai salah satu produsen mould atau cetakan sarung tangan karet terbesar di dunia, yang memasok kebutuhan bagi berbagai perusahaan global, terutama di Malaysia dan China.
Meski permintaan sarung tangan medis cenderung melandai pascapandemi, perseroan tetap berhasil mempertahankan profitabilitas dengan melakukan diversifikasi produk dan peningkatan efisiensi produksi.
Menurut laporan keuangan semester I-2025, MARK membukukan pendapatan sebesar Rp580,4 miliar dengan laba bersih Rp92,1 miliar. Marjin laba bersih yang solid menjadi dasar kuat bagi perusahaan untuk menyalurkan dividen interim MARK 2025 tanpa mengganggu arus kas operasional.
Presiden Direktur Ridwan menegaskan, kebijakan dividen ini merupakan bentuk penghargaan kepada pemegang saham atas dukungan terhadap pertumbuhan perusahaan.
“Kami ingin menunjukkan bahwa MARK tetap sehat secara fundamental dan memiliki kemampuan membagikan dividen secara berkelanjutan,” ujarnya.
Prospek Industri dan Arah Bisnis MARK ke Depan
MARK masih optimistis terhadap prospek industri sarung tangan global. Permintaan di sektor medis, industri makanan, serta elektronik tetap stabil. Selain itu, tren kebersihan pascapandemi mendorong peningkatan konsumsi sarung tangan di pasar Asia dan Eropa.
Untuk memperkuat daya saing, perusahaan juga mengembangkan teknologi cetakan berpresisi tinggi dan meningkatkan kapasitas produksi di pabrik Deli Serdang, Sumatera Utara.
Dalam jangka menengah, MARK menargetkan pertumbuhan ekspor di atas 10% per tahun serta memperluas basis pelanggan di Amerika Serikat dan India. Strategi ini diharapkan akan menjaga stabilitas laba dan memungkinkan perseroan untuk tetap membagikan dividen secara rutin.
Kinerja Saham MARK dan Respons Investor
Pasca pengumuman dividen interim MARK 2025, saham MARK di Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat bergerak positif.
Pada perdagangan Selasa (28/10/2025) pukul 10.30 WIB, saham MARK naik 1,2% ke level Rp1.695 per saham, dengan volume transaksi mencapai lebih dari 3 juta lembar.
Analis menilai, pembagian dividen ini menjadi katalis positif bagi harga saham karena menunjukkan soliditas keuangan perusahaan. Investor institusional pun dinilai akan menambah posisi menjelang tanggal cum dividend.
Menurut analis dari Ciptadana Sekuritas Asia, kebijakan dividen interim menandakan arus kas perusahaan dalam kondisi sehat. “MARK menjadi salah satu emiten manufaktur yang konsisten membagikan dividen, bahkan di tengah tekanan global,” tulis mereka dalam riset harian.
Imbal Hasil Dividen dan Rasio Pembayaran
Dengan harga saham MARK di kisaran Rp1.695, pembagian dividen interim Rp20 per saham mencerminkan dividend yield sekitar 1,18%.
Meskipun relatif kecil, yield tersebut dianggap wajar untuk dividen interim. Biasanya, MARK masih akan membagikan dividen final setelah laporan keuangan tahunan dirilis pada kuartal I tahun berikutnya.
Berdasarkan data historis, rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio) MARK berkisar 40–60% dari laba bersih. Jika tren laba tetap positif hingga akhir 2025, peluang pembagian dividen final tambahan cukup terbuka.
Pembagian dividen interim MARK 2025 sebesar Rp20 per saham menunjukkan komitmen PT Mark Dynamics Indonesia Tbk dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Dengan total dana Rp76 miliar, langkah ini mencerminkan fundamental keuangan yang solid dan optimisme terhadap prospek industri cetakan sarung tangan global.
Meski sektor manufaktur masih menghadapi tantangan dari biaya bahan baku dan tekanan permintaan global, MARK menunjukkan bahwa efisiensi operasional dan strategi ekspansi yang tepat dapat menjaga profitabilitas.
Investor jangka panjang diperkirakan masih akan menempatkan saham MARK sebagai pilihan defensif berdividen stabil di sektor industri pendukung kesehatan dan manufaktur.
One thought on “Mark Dynamics Tebar Dividen Interim Rp20 per Saham, Catat Tanggal Penting Ini!”