MBG 55 Juta, Prabowo Lampaui Brasil

mbg

Program Makan Bergizi Gratis mencapai 55 juta penerima dalam satu tahun. Presiden Prabowo membandingkan capaian MBG Indonesia dengan Brasil yang butuh 11 tahun.

TradeSphereFx – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian besar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau 55 juta penerima manfaat hanya dalam waktu satu tahun. Angka ini disebut sebagai pencapaian luar biasa, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga jika dibandingkan dengan negara lain yang telah lebih dahulu menjalankan program serupa.

Informasi tersebut disampaikan Prabowo berdasarkan laporan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan bahwa skala program MBG Indonesia saat ini berada pada level yang sangat besar dan belum pernah terjadi sebelumnya.

55 Juta Penerima dalam Satu Tahun

Prabowo menyampaikan bahwa jumlah penerima MBG yang mencapai 55 juta orang setara dengan memberi makan populasi besar dalam waktu singkat.

Setara Delapan Kali Penduduk Singapura

Menurut Prabowo, angka 55 juta penerima manfaat tersebut setara dengan memberi makan sekitar delapan kali jumlah penduduk Singapura. Perbandingan ini digunakan untuk menggambarkan betapa masifnya program MBG yang dijalankan pemerintah Indonesia.

Skala penerima yang sangat besar ini menunjukkan bahwa program MBG bukan sekadar proyek percontohan atau kebijakan jangka pendek, melainkan program nasional dengan cakupan luas yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat.

Mulai Sejak Awal 2024

Program Makan Bergizi Gratis secara nasional mulai berjalan pada 6 Januari 2024. Dalam kurun waktu hingga awal Januari 2026, program ini berhasil menjangkau puluhan juta penerima manfaat, termasuk anak sekolah dan kelompok masyarakat prioritas lainnya.

Dibandingkan dengan Program Brasil

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo secara terbuka membandingkan capaian MBG Indonesia dengan program serupa yang dijalankan Brasil.

Brasil Butuh 11 Tahun

Prabowo mengungkapkan bahwa Presiden Brasil menyampaikan secara langsung kepadanya bahwa program makan bergizi di negara tersebut membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima.

Sebaliknya, Indonesia mampu melampaui angka tersebut dengan 55 juta penerima hanya dalam satu tahun. Perbandingan ini menjadi penegasan atas kecepatan dan skala pelaksanaan program MBG di Indonesia.

Efektivitas dan Keberanian Kebijakan

Perbandingan dengan Brasil menunjukkan perbedaan pendekatan dan kecepatan implementasi kebijakan. Prabowo menilai keberhasilan ini tidak terlepas dari keberanian pemerintah dalam mengambil keputusan besar, menyiapkan anggaran, serta menggerakkan birokrasi hingga ke tingkat daerah.

Peran Badan Gizi Nasional

Capaian 55 juta penerima MBG tidak lepas dari peran Badan Gizi Nasional sebagai lembaga pelaksana utama.

Koordinasi Lintas Sektor

Badan Gizi Nasional berperan mengoordinasikan berbagai pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, sekolah, hingga penyedia pangan. Koordinasi lintas sektor ini memungkinkan distribusi makanan bergizi dilakukan secara masif dan relatif merata.

Fokus pada Kualitas Gizi

Selain jumlah penerima, pemerintah menekankan bahwa kualitas makanan yang disalurkan tetap menjadi prioritas. Program MBG dirancang untuk memenuhi standar gizi yang dibutuhkan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan, guna mendukung kesehatan dan kualitas sumber daya manusia.

Dampak Sosial dan Ekonomi MBG

Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berdampak pada aspek kesehatan, tetapi juga membawa efek sosial dan ekonomi yang luas.

Mendukung Kesehatan dan Pendidikan

Dengan terpenuhinya kebutuhan gizi, anak-anak diharapkan memiliki daya konsentrasi dan kemampuan belajar yang lebih baik. Program ini juga menjadi salah satu upaya menekan angka stunting dan malnutrisi di Indonesia.

Menggerakkan Ekonomi Lokal

Pelaksanaan MBG melibatkan rantai pasok pangan lokal, mulai dari petani, peternak, hingga pelaku usaha kecil. Dengan demikian, program ini turut menggerakkan perekonomian daerah dan menciptakan efek berganda bagi masyarakat.

Tantangan Pelaksanaan ke Depan

Meski capaian MBG tergolong spektakuler, pemerintah menyadari masih ada tantangan yang harus dihadapi.

Menjaga Konsistensi dan Anggaran

Menjaga konsistensi kualitas, distribusi, dan pendanaan program menjadi tantangan utama seiring dengan besarnya skala penerima manfaat. Pemerintah dituntut memastikan program tetap berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Pengawasan dan Evaluasi

Pengawasan yang ketat diperlukan agar pelaksanaan MBG tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan. Evaluasi berkala juga dibutuhkan untuk memastikan program terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Program Strategis Jangka Panjang

Capaian 55 juta penerima MBG dalam satu tahun menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan program makan bergizi terbesar di dunia. Pemerintah menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing.

Dengan skala yang telah melampaui negara lain seperti Brasil, Program Makan Bergizi Gratis menjadi simbol ambisi besar Indonesia dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui kebijakan sosial yang inklusif dan masif.

One thought on “MBG 55 Juta, Prabowo Lampaui Brasil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *