BUMA Internasional Grup DOID: Rencana Obligasi Global US$500 Juta yang Wajib Diketahui

obligasi

BUMA Internasional Grup DOID bersiap menerbitkan Obligasi Global US$500 juta untuk refinancing dan memperkuat likuiditas. Pelajari struktur, penggunaan dana, dan dampaknya bagi investor.

TradeSphereFx – Obligasi Global DOID kembali menjadi perhatian pasar setelah PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) resmi mengumumkan rencana penerbitan surat utang baru senilai US$500 juta. Langkah ini bukan hanya bagian dari strategi pendanaan jangka panjang, tetapi juga menjadi upaya perusahaan untuk menjaga likuiditas, memperpanjang profil jatuh tempo utang, dan meningkatkan fleksibilitas finansial di tengah kebutuhan modal yang terus berkembang dalam industri jasa pertambangan.

Sebagai perusahaan yang mengelola proyek-proyek skala besar dan intensif modal, keputusan DOID menerbitkan obligasi global merupakan langkah strategis yang sering diambil korporasi regional yang ingin memperkuat struktur pendanaan mereka, terutama melalui akses pasar internasional.

1. Rencana Penerbitan Obligasi Global DOID

Dalam rencananya, DOID akan menawarkan obligasi global kepada investor internasional dan mencatatkannya di Singapore Exchange (SGX-ST). Penerbitan ini akan mengikuti ketentuan Rule 144A dan Regulation S dari Securities Act Amerika Serikat, yang selama ini menjadi standar umum dalam penerbitan obligasi korporasi lintas negara.

Dengan mengikuti framework tersebut, DOID dapat mengakses investor yang lebih luas—baik dari Asia maupun Amerika Serikat—sekaligus meningkatkan kredibilitas instrumen utang yang ditawarkan. Hal ini penting karena pasar utang global sangat sensitif terhadap struktur hukum, ketentuan rating, dan tingkat kepatuhan penerbit.

Sebagai catatan, DOID bukan pemain baru dalam penerbitan surat utang global. Perseroan telah dua kali melakukan penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS pada 2017 dan 2021, sehingga pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mengeksekusi rencana yang baru ini dengan lebih matang.

2. Struktur Penerbitan Berdasarkan Rule 144A & Reg S

Penerbitan obligasi dengan basis Rule 144A dan Reg S memungkinkan DOID menarik minat berbagai jenis investor, terutama:

  • Investor institusi besar seperti manajer aset global
  • Hedge fund dan sovereign wealth fund (SWF)
  • Investor dari pasar AS yang hanya dapat membeli instrumen yang memenuhi ketentuan 144A
  • Investor internasional di luar Amerika yang mematuhi Reg S

Dengan struktur ini, DOID membuka jalur untuk meningkatkan permintaan, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada biaya pendanaan yang lebih kompetitif.

3. Penggunaan Dana dari Obligasi Global DOID

Total dana yang ditargetkan dalam penerbitan obligasi global ini mencapai US$500 juta, dan perusahaan telah merinci kebutuhan dan prioritas penggunaannya.

Refinancing Utang Jatuh Tempo 2026

DOID mengalokasikan sekitar US$223 juta untuk keperluan refinancing utang yang akan jatuh tempo pada 2026, yang terdiri dari:

  • Pinjaman bank: US$105 juta
  • Obligasi & sukuk rupiah: US$75 juta
  • Fasilitas sewa guna usaha (leasing): US$44 juta

Refinancing ini sangat penting untuk merapikan struktur utang, memperpanjang tenor rata-rata, dan mengurangi risiko pembiayaan kembali (refinancing risk) yang menjadi salah satu perhatian utama perusahaan jasa pertambangan.

Pendanaan Capex dan Modal Kerja

Selain untuk pelunasan utang, sekitar US$150 juta dari dana yang diperoleh akan dialokasikan untuk pendanaan belanja modal (capex) dan modal kerja. Dalam tiga tahun terakhir, capex DOID berada pada kisaran US$130–200 juta per tahun, menunjukkan besarnya kebutuhan investasi pada alat berat, perawatan armada, serta ekspansi kegiatan operasional.

Penerbitan obligasi global ini memberikan ruang lebih luas bagi DOID untuk mempertahankan tingkat investasi tersebut tanpa mengganggu stabilitas kas internal perusahaan.

Pelunasan Awal & Peluang Investasi Baru

Sisa dana dari penerbitan obligasi global dapat digunakan untuk:

  • Pelunasan awal sebagian pinjaman bank
  • Pembiayaan peluang investasi baru yang sedang dijajaki perusahaan

Manajemen menegaskan bahwa perubahan alokasi dana hanya dapat terjadi pada aspek minor dan tidak akan bersifat material terhadap rencana awal.

4. Dampak Finansial: Memperkuat Likuiditas dan Profil Utang

Manajemen DOID menekankan bahwa penerbitan Obligasi Global DOID merupakan bagian dari komitmen mereka untuk menjaga profil utang yang seimbang dan memastikan perusahaan tetap memiliki peringkat kredit yang baik.

Beberapa keuntungan finansial dari penerbitan obligasi ini meliputi:

  • Meningkatkan likuiditas jangka menengah
  • Menurunkan tekanan arus kas jangka pendek berkat perpanjangan tenor
  • Mengurangi risiko refinancing akibat jatuh tempo besar pada 2026
  • Memperkuat fleksibilitas operasional dan keuangan
  • Mendukung pertumbuhan jangka panjang melalui pendanaan capex

Bagi investor, langkah ini dapat memberikan sinyal positif karena menunjukkan DOID semakin proaktif dalam mengelola utangnya secara lebih strategis.

5. RUPSLB: Langkah Penting dalam Persetujuan Pemegang Saham

Untuk melanjutkan penerbitan obligasi global ini, DOID mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Persetujuan para pemegang saham sangat krusial, terutama karena rencana ini berkaitan langsung dengan struktur pendanaan perusahaan untuk beberapa tahun ke depan.

RUPSLB ini juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga tata kelola dan transparansi dalam setiap keputusan penting terkait pendanaan.

6. Analisis Investor: Apa Arti Obligasi Global DOID?

Dari perspektif investor, penerbitan Obligasi Global DOID memiliki sejumlah implikasi potensial:

  1. Refinancing utang 2026 menurunkan risiko gagal bayar sekaligus memperbaiki arus kas.
  2. Capex yang stabil menunjukkan DOID masih melihat peluang pertumbuhan bisnis.
  3. Pencatatan di SGX-ST meningkatkan eksposur global dan kredibilitas DOID.
  4. Struktur dana US$500 juta mengindikasikan strategi penguatan fondasi jangka panjang.

Secara umum, langkah DOID dapat dilihat sebagai strategi agresif namun terukur untuk menjaga daya saing dan stabilitas keuangannya di tengah dinamika industri pertambangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *