Kemenimipas mencatat hasil Panen Raya Serentak Januari 2026 sebesar 123.557 kg dari sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Program ini melibatkan lebih dari 12 ribu napi dan mendukung ketahanan pangan nasional.
TradeSphereFx – Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menorehkan capaian penting di awal 2026 melalui pelaksanaan Panen Raya Serentak di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon ini tidak sekadar seremoni, melainkan wujud nyata pembinaan kemandirian warga binaan pemasyarakatan sekaligus kontribusi konkret terhadap Ketahanan Pangan Nasional.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi jajaran strategis Kemenimipas, termasuk Inspektur Jenderal Yan Sultra dan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi. Kehadiran pimpinan tertinggi kementerian menegaskan bahwa program ketahanan pangan di lapas bukan proyek sampingan, melainkan bagian integral dari strategi pembinaan dan pemberdayaan napi.
Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi menekankan bahwa Panen Raya Serentak merupakan implementasi nyata pembinaan berbasis produktivitas. Menurutnya, warga binaan tidak hanya dibina secara disiplin, tetapi juga dibekali keterampilan dan pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan sektor pangan nasional.
Rincian Hasil Panen: 123.557 Kg Secara Nasional
Hasil Panen Raya Serentak Kemenimipas periode Januari 2026 menunjukkan kinerja yang signifikan di tiga sektor utama. Secara keseluruhan, total produksi mencapai 123.557 kilogram yang berasal dari berbagai komoditas strategis.
Sektor Pertanian dan Perkebunan: 99.930 Kg
Sektor pertanian dan perkebunan menjadi penyumbang terbesar dengan total 99.930 kg. Komoditas yang dihasilkan mencakup padi, jagung, hortikultura, singkong, kelapa, serta berbagai tanaman perkebunan lainnya. Produksi ini menunjukkan bahwa lahan-lahan di dalam maupun sekitar lapas telah dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif.
Keberagaman komoditas juga menandakan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada satu jenis tanaman, tetapi mencakup berbagai sektor agrikultur yang memiliki nilai ekonomi dan gizi tinggi.
Sektor Perikanan: 19.608 Kg
Dari sektor perikanan, Kemenimipas berhasil memanen 19.608 kg ikan dan udang. Jenis yang dibudidayakan meliputi lele, nila, patin, gurame, mujaer, serta udang vaname. Angka ini mencerminkan keberhasilan program budidaya perikanan di lapas, termasuk pemanfaatan kolam dan teknologi sederhana yang dikelola oleh warga binaan.
Sektor Peternakan: 4.019 Kg
Sektor peternakan menyumbang 4.019 kg yang terdiri atas ayam pedaging, ayam petelur, ayam kampung, bebek, kambing, dan domba. Meski angkanya lebih kecil dibanding sektor lain, kontribusi ini tetap penting dalam diversifikasi pangan dan pemenuhan protein hewani.
Capaian Spesifik Lapas Kelas I Cirebon
Sebagai lokasi utama pelaksanaan Panen Raya, Lapas Kelas I Cirebon menunjukkan hasil yang impresif. Dari lahan seluas 13.740 meter persegi, warga binaan berhasil memanen 7.000 kg padi varietas Inpari 32. Varietas ini dikenal memiliki produktivitas tinggi dan ketahanan terhadap hama tertentu.
Selain padi, Lapas Cirebon juga memanen 1 ton ikan nila dari kolam seluas 637 meter persegi. Kombinasi pertanian dan perikanan di satu lokasi memperlihatkan model integrasi pangan yang bisa direplikasi di lapas-lapas lain.
Program Ketahanan Pangan Kemenimipas 2025
Panen Raya 2026 merupakan kelanjutan dari program Ketahanan Pangan yang telah berjalan sepanjang 2025. Berdasarkan data Ditjen Pemasyarakatan, sebanyak 12.146 warga binaan terlibat aktif dalam program ini sejak awal hingga 29 Desember 2025.
Total luas lahan yang digarap mencapai 4.424.101 meter persegi, menunjukkan skala program yang sangat besar dan tersebar di berbagai unit pelaksana teknis pemasyarakatan. Dari aktivitas tersebut, warga binaan memperoleh total premi sebesar Rp 905.284.228, yang menjadi insentif ekonomi sekaligus motivasi untuk bekerja lebih produktif.
Pembinaan Berbasis Keterampilan dan Ekonomi
Program ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga transfer pengetahuan dan keterampilan. Warga binaan dibekali ilmu pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan yang dapat mereka manfaatkan setelah bebas nanti.
Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa bengkel-bengkel pelatihan kerja di dalam lapas tidak boleh sekadar formalitas. Fasilitas tersebut harus benar-benar difungsikan untuk menghasilkan keterampilan yang bernilai ekonomi dan relevan dengan dunia kerja.
Selain sektor pangan, Kemenimipas juga menggenjot kemampuan warga binaan di bidang UMKM. Tujuannya jelas, yaitu menciptakan kemandirian ekonomi agar mereka tidak kembali terjerumus ke tindak kriminal setelah kembali ke masyarakat.
Mendukung Swasembada Pangan Nasional
Program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto mengenai swasembada pangan. Dengan mengoptimalkan potensi lahan dan tenaga kerja di lapas, Kemenimipas berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan nasional.
Menteri Agus menggambarkan pendekatan ini sebagai konsep “sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui.” Di satu sisi, negara mendapatkan tambahan produksi pangan. Di sisi lain, warga binaan memperoleh keterampilan, pengalaman kerja, dan penghasilan.
Model Pembinaan yang Berkelanjutan
Keberhasilan Panen Raya Serentak 123.557 kg menunjukkan bahwa lapas dapat bertransformasi dari sekadar tempat hukuman menjadi pusat pembinaan produktif. Jika dikelola dengan baik, model ini berpotensi menjadi contoh bagi sistem pemasyarakatan di negara lain.
Ke depan, Kemenimipas berencana memperluas program ini dengan teknologi yang lebih modern, peningkatan kualitas pelatihan, serta kerja sama dengan kementerian dan sektor swasta. Dengan demikian, ketahanan pangan berbasis pemasyarakatan bukan hanya program sementara, tetapi strategi jangka panjang yang berkelanjutan.