IHSG melemah tipis di akhir Oktober 2025. Simak rekomendasi saham hari ini — DEWA, CDIA, dan GOTO — yang dinilai masih berpotensi memberi cuan
TradeSphereFx – Rekomendasi saham hari ini menjadi perhatian utama bagi para investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah di akhir perdagangan Oktober 2025. Meski sempat menunjukkan sinyal penguatan di awal pekan, tekanan jual menjelang penutupan bulan membuat IHSG tergelincir tipis 0,25% ke level 8.163,88 pada Jumat (31/10).
Menariknya, pelemahan ini tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen negatif. Investor asing masih mencatatkan net buy sebesar Rp 856,68 miliar di pasar reguler dan Rp 1,13 triliun di seluruh pasar. Arus masuk dana asing tersebut menunjukkan bahwa optimisme terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang fluktuatif.
Pergerakan IHSG Hari Ini
Dari sisi sektoral, pergerakan IHSG hari ini menunjukkan pola rotasi sektor yang cukup jelas. Sebanyak 6 dari 11 sektor mengalami pelemahan, dengan sektor industri memimpin penurunan sebesar 1,50%. Di sisi lain, sektor infrastruktur justru tampil kuat dan mencatatkan kenaikan 1,13%, didukung oleh ekspansi proyek-proyek pemerintah dan percepatan pembangunan jalan tol serta energi.
Beberapa saham unggulan menjadi penggerak pasar. Saham BBRI (+1,79%), AMMN (+2,16%), dan BMRS (+2,79%) berhasil menopang indeks di tengah tekanan jual. Sebaliknya, saham DSSA (-2,11%), BMRI (-1,67%), dan BRPT (-2,54%) tercatat sebagai penekan utama IHSG.
Secara bulanan (month-on-month), IHSG masih menunjukkan performa positif dengan kenaikan 1,28%, sejalan dengan penguatan indeks LQ45 (+4,89%) dan EIDO (+4,20%). Data ini menegaskan bahwa minat terhadap saham-saham blue chip tetap tinggi, khususnya pada saham perbankan dan pertambangan.
Kinerja Emiten Unggulan: PANI
Salah satu emiten yang mencuri perhatian investor adalah PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Perseroan melaporkan laba bersih sebesar Rp 1,63 triliun pada periode sembilan bulan pertama 2025 (9M25), naik signifikan 69,18% year-on-year (YoY) dibandingkan Rp 961,74 miliar pada periode sama tahun lalu.
Pendapatan PANI juga tumbuh impresif, naik 48,01% YoY menjadi Rp 3,10 triliun dari sebelumnya Rp 2,09 triliun. Lonjakan ini didorong oleh peningkatan penjualan segmen residensial sebesar 234% quarter-on-quarter (QoQ), terutama berkat kesuksesan proyek Pasir Putih Residences, Padma, dan Bukit Nirmala.
Manajemen PANI juga menargetkan kontribusi tambahan dari sektor konvensi dan pariwisata melalui beroperasinya Nusantara International Convention Exhibition (NICE) serta pembukaan Tol Kataraja (39 km) sejak September 2025. Peningkatan konektivitas dan fasilitas tersebut diharapkan mempercepat pertumbuhan kawasan Pantai Indah Kapuk sebagai pusat bisnis dan properti premium di utara Jakarta.
Berita Korporasi Terkini: AMMN Dapat Restu Ekspor Tembaga
Kabar positif juga datang dari sektor tambang. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) melalui anak usahanya PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) resmi memperoleh rekomendasi ekspor konsentrat tembaga sebesar 480.000 dmt dari Kementerian ESDM untuk periode 31 Oktober 2025 hingga April 2026.
Dengan adanya izin ekspor tersebut, AMMN menargetkan produksi 430.000 dmt konsentrat tembaga sepanjang tahun fiskal 2025, yang mengandung sekitar 228 juta pon tembaga dan 90.000 ons emas. Keputusan pemerintah ini memberikan sinyal positif bagi kinerja keuangan AMMN, sekaligus memperkuat prospek jangka menengah perusahaan di tengah tingginya harga tembaga global.
Saham AMMN pun langsung merespons positif di bursa dengan kenaikan 2,16%, mencerminkan antusiasme pelaku pasar terhadap potensi pertumbuhan pendapatan ekspor.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut rekomendasi saham hari ini berdasarkan analisis teknikal jangka pendek dari sejumlah analis pasar:
| Kode Saham | Saran | Area Beli | Target Price (TP) | Stop Loss (SL) |
|---|---|---|---|---|
| DEWA | Buy | 326 – 332 | 342 – 352 | 308 |
| CDIA | Buy | 1.800 – 1.815 | 1.850 – 1.880 | 1.685 |
| GOTO | Buy | 58 – 60 | 62 – 66 | 55 |
Catatan: Gunakan manajemen risiko ketat karena volatilitas pasar diperkirakan meningkat menjelang rilis data ekonomi global seperti inflasi AS dan keputusan suku bunga The Fed. Momentum koreksi IHSG justru bisa dimanfaatkan untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham berfundamental kuat.
Analisis Sektoral dan Sentimen Pasar
Dari perspektif sektoral, infrastruktur dan energi berpotensi menjadi penggerak utama IHSG di awal November. Program pembangunan nasional dan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) mendorong permintaan terhadap bahan bangunan dan logistik.
Sementara itu, sektor industri dan konsumsi masih menghadapi tekanan akibat penurunan PMI Manufaktur Tiongkok ke level 50,6, di bawah ekspektasi pasar. Namun, tren net buy asing dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa investor global masih melihat prospek positif bagi pasar Indonesia dibandingkan negara berkembang lain di kawasan Asia.
Strategi Investor
Secara keseluruhan, meski IHSG tergelincir di akhir Oktober, prospek pasar saham Indonesia tetap solid. Faktor fundamental seperti pertumbuhan ekonomi domestik yang stabil, nilai tukar rupiah yang terjaga, dan arus modal asing yang masuk menjadi penopang utama.
Bagi investor ritel maupun institusi, strategi yang dapat diterapkan antara lain:
- Fokus pada saham-saham berfundamental kuat seperti BBRI, AMMN, dan PANI.
- Amati sektor infrastruktur dan pertambangan, yang berpotensi diuntungkan dari proyek pemerintah.
- Pertimbangkan rekomendasi saham hari ini seperti DEWA, CDIA, dan GOTO untuk peluang trading jangka pendek dengan disiplin terhadap batas stop loss.
Dengan pendekatan yang hati-hati dan analisis mendalam, pelaku pasar berpeluang memanfaatkan momentum koreksi untuk meraih cuan di awal November 2025.
One thought on “Rekomendasi Saham Hari Ini, 3 Pilihan Unggulan Saat IHSG Melemah”