RI Siap Ekspor Beras 2026: Stok 12,5 Juta Ton

ekspor

Indonesia menyiapkan ekspor beras pertama sepanjang sejarah pada 2026. Stok nasional tembus 12,5 juta ton, Bulog targetkan gudang 2 juta ton dan serap 4 juta ton gabah.

TradeSphereFx – Pemerintah Indonesia bersiap mencatat sejarah baru di sektor pangan dengan rencana mengekspor beras pada 2026. Rencana ini muncul seiring melonjaknya stok beras nasional yang dinilai jauh melampaui kebutuhan konsumsi domestik. Dengan cadangan awal tahun mencapai 12,529 juta ton, Indonesia berada pada posisi terkuat dalam dua dekade terakhir dalam hal ketahanan pangan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa momentum surplus ini tidak boleh terlewat. Menurutnya, ekspor beras bukan hanya simbol keberhasilan swasembada, tetapi juga cerminan tata kelola pangan nasional yang semakin kuat dan berkelanjutan.

Stok Beras Nasional Awal 2026 Pecah Rekor

Berdasarkan proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, stok beras nasional pada awal tahun tercatat mencapai 12,529 juta ton. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Lonjakan Stok Dua Tahun Terakhir

Dalam dua tahun terakhir, stok beras Indonesia mengalami kenaikan drastis. Pada awal 2024, stok beras nasional tercatat sebesar 4,134 juta ton. Angka tersebut meningkat menjadi 8,402 juta ton pada awal 2025, lalu kembali melonjak hingga 12,529 juta ton pada awal 2026.

Secara persentase, stok awal 2026 melonjak sekitar 203,05 persen dibandingkan 2024 dan meningkat 49,12 persen dibandingkan 2025. Lonjakan ini menjadi indikator kuat keberhasilan penguatan produksi beras dalam negeri tanpa ketergantungan pada impor sepanjang 2025.

Cadangan Beras Pemerintah Terjaga

Dari total stok nasional tersebut, Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Perum Bulog mencapai 3,248 juta ton. Sementara itu, sisa stok tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan padi, pedagang, hingga sektor hotel, restoran, dan katering. Penyebaran ini dinilai mampu menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik.

Musim Panen Jadi Faktor Penentu Ekspor

Menteri Pertanian menegaskan bahwa keberhasilan ekspor beras sangat bergantung pada musim panen awal tahun, khususnya periode Februari hingga April.

70 Persen Produksi Nasional di Awal Tahun

Sekitar 70 persen produksi beras nasional terjadi pada rentang Februari hingga April. Periode ini menjadi penopang utama pasokan beras nasional sepanjang tahun. Jika terjadi gangguan produksi pada masa tersebut, rencana ekspor beras otomatis terancam tertunda atau bahkan batal.

Pemerintah meminta Bulog dan seluruh pemangku kepentingan untuk fokus menjaga kelancaran panen, meningkatkan penyerapan gabah petani, serta memastikan penanganan pascapanen berjalan optimal agar tidak terjadi kehilangan hasil maupun penurunan kualitas beras.

Tantangan Teknis Bulog Masih Mengemuka

Meski stok beras nasional tergolong melimpah, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan teknis yang perlu segera diselesaikan.

Keterbatasan Infrastruktur Gudang dan Dryer

Perum Bulog masih menghadapi keterbatasan kapasitas gudang, ketersediaan mesin pengering gabah atau dryer, serta distribusi gudang yang belum merata di seluruh wilayah sentra produksi. Kondisi ini berpotensi menghambat optimalisasi penyerapan gabah petani, terutama saat puncak panen.

Menteri Pertanian menilai kesiapan infrastruktur logistik menjadi faktor krusial agar surplus produksi tidak berujung pada penumpukan stok, pemborosan, atau penurunan mutu beras yang disimpan terlalu lama.

Bulog Targetkan Gudang 2 Juta Ton

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas gudang secara signifikan pada semester I-2026.

Perluasan Kapasitas Sebelum Puncak Panen

Saat ini, kapasitas gudang Bulog berada di kisaran 1,5 juta ton beras. Bulog menargetkan kapasitas gudang mencapai 2 juta ton hingga semester pertama 2026, dengan penyelesaian sebelum puncak panen Februari. Langkah ini dinilai penting untuk mengamankan stok beras nasional sekaligus mendukung rencana ekspor.

Gudang TNI dan Polri Jadi Alternatif

Jika kapasitas gudang Bulog masih belum mencukupi, Bulog menyiapkan strategi alternatif dengan memanfaatkan gudang milik TNI dan Polri. Gudang milik TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, serta Kepolisian RI dinilai memiliki kapasitas besar dan dapat dimanfaatkan sebagai solusi penyimpanan sementara.

Target Serapan Gabah Naik Jadi 4 Juta Ton

Selain memperluas kapasitas gudang, Bulog juga menaikkan target penyerapan gabah petani pada 2026.

Menjaga Harga dan Stok Nasional

Bulog menargetkan penyerapan gabah mencapai 4 juta ton setara beras pada 2026, meningkat dari 3 juta ton pada tahun sebelumnya. Target ini bertujuan menjaga harga gabah di tingkat petani, mengamankan stok nasional, serta memastikan pasokan beras cukup untuk kebutuhan konsumsi dan ekspor.

Menuju Sejarah Baru Ketahanan Pangan

Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, ekspor beras pada 2026 akan menjadi yang pertama sepanjang sejarah Indonesia pasca kemerdekaan. Pemerintah menegaskan ekspor hanya dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri benar-benar aman dan stabilitas pangan nasional terjaga. Dengan stok beras melimpah, produksi domestik yang kuat, serta strategi logistik yang diperluas, Indonesia kian dekat menuju transformasi sebagai negara pengekspor beras.

One thought on “RI Siap Ekspor Beras 2026: Stok 12,5 Juta Ton

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *