Meski PT Gaia Artha Dinamic melepas sebagian besar kepemilikannya di IOTF, harga saham emiten ini justru melonjak tajam hingga menyentuh auto rejection atas. Apa yang mendorong reli tak terduga ini?
TradeSphereFX – Dalam dinamika pasar modal yang kerap mengejutkan, saham PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. (IOTF) berhasil mencatat kenaikan spektakuler meski calon pengendalinya, PT Gaia Artha Dinamic (GAIA), justru melepas sebagian besar kepemilikannya. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan investor: apa yang sebenarnya terjadi di balik lonjakan harga yang tak lazim ini?
GAIA Jual Saham, Bukan Beli
GAIA sebelumnya mengumumkan rencana akuisisi besar atas saham IOTF. Pada 2 Juni 2025, perusahaan menyatakan minatnya untuk membeli 49,38% saham IOTF atau sekitar 2,61 miliar lembar saham. Langkah ini dianggap sebagai strategi untuk menjadi pemegang saham pengendali.
Namun, alih-alih memperbesar kepemilikan, GAIA justru mengejutkan pasar dengan menjual sebagian besar sahamnya. Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), pada 7 Juli 2025, GAIA melepas 235.538.200 lembar saham IOTF senilai Rp17,88 miliar atau Rp75,9 per saham. Penjualan tersebut mewakili 4,45% dari total saham IOTF.
Sebelumnya, GAIA diketahui mengakumulasi saham secara bertahap. Misalnya, pada 2 Juli 2025, mereka membeli 40,1 juta saham senilai Rp4,17 miliar atau setara Rp104 per saham. Namun, hanya lima hari kemudian, sebagian saham yang telah dimiliki justru dijual dengan harga jauh lebih rendah.
Kepemilikan GAIA Menyusut Tajam
Sebelum transaksi penjualan, GAIA memegang 395.393.100 saham IOTF, atau setara 8,23% dari total saham beredar. Setelah transaksi, kepemilikannya berkurang hampir setengah menjadi 199.954.900 lembar saham atau 3,78%.
Langkah ini terkesan kontradiktif dengan rencana awal akuisisi mayoritas saham yang disampaikan sebelumnya. Tidak dijelaskan secara resmi alasan perubahan strategi tersebut, namun pasar segera bereaksi terhadap pergerakan ini.
Harga Saham Anjlok… Lalu Melejit Tajam
Pada hari penjualan saham oleh GAIA (7 Juli 2025), harga saham IOTF terjun bebas sebesar 14,61%, lalu berlanjut turun 14,47% keesokan harinya. Reaksi ini mencerminkan kekhawatiran pasar akan ketidakpastian strategi GAIA dan potensi pelemahan nilai fundamental perusahaan.
Namun, pasar kembali dibuat terkejut pada 9 Juli 2025, ketika saham IOTF justru bangkit dan menguat sebesar 33,85%. Tak berhenti di situ, 10 Juli 2025, saham IOTF kembali mencatatkan lonjakan 35%, menyentuh batas auto rejection atas (ARA) di level Rp117 per saham.
Apa yang Mendorong Reli IOTF?
Lonjakan tajam setelah tekanan jual besar-besaran menimbulkan spekulasi di kalangan pelaku pasar. Beberapa kemungkinan pemicu kenaikan luar biasa ini antara lain:
- Spekulasi Akuisisi oleh Pihak Lain:
Dengan GAIA terlihat mengendurkan niatnya untuk menguasai IOTF, pasar bisa saja berspekulasi bahwa pihak lain tengah mempersiapkan langkah akuisisi. - Aksi Akumulasi Investor Baru:
Penurunan harga akibat penjualan besar GAIA bisa dimanfaatkan oleh investor institusi atau ritel untuk mengakumulasi saham IOTF di harga bawah. - Rebound Teknikal:
Setelah koreksi dua hari berturut-turut, saham mengalami tekanan jenuh jual (oversold) yang mendorong pemulihan teknikal secara tajam. - Harapan Kinerja Positif Emiten:
Meski belum ada kabar fundamental baru, ekspektasi akan prospek usaha atau kerja sama strategis bisa mendorong minat beli secara masif.
Volatilitas Tinggi, Risiko Tetap Ada
Reli dua hari berturut-turut dengan kenaikan gabungan hampir 70% tentu menarik perhatian para trader dan investor. Namun, lonjakan semacam ini juga membawa risiko tinggi terutama jika tidak ditopang oleh sentimen fundamental yang kuat.
Investor perlu berhati-hati dan mencermati:
- Apakah ada pengumuman korporasi resmi dari manajemen IOTF terkait rencana bisnis ke depan?
- Apakah saham sedang dimanipulasi oleh spekulan jangka pendek?
- Bagaimana arah kepemilikan GAIA selanjutnya—apakah akan melepas seluruh sahamnya?
Drama Pasar di Balik Saham IOTF
Kisah PT Sumber Sinergi Makmur Tbk. dalam sepekan terakhir menunjukkan betapa kompleks dan dinamisnya pasar modal. Ketika calon pengendali justru melepas sahamnya, banyak pihak memprediksi tekanan jual lebih lanjut. Namun realitanya, saham justru mengalami lonjakan ekstrem yang tak terduga.
Apakah reli ini akan berlanjut atau hanya euforia sesaat? Investor bijak perlu menyeimbangkan antara potensi cuan dan risiko koreksi yang bisa terjadi kapan saja.
2 thoughts on “Calon Pengendali Malah Jual Saham, IOTF Justru Melejit ke Auto Rejection Atas”