Menabung emas bisa menjadi solusi cerdas untuk memiliki rumah impian tanpa tergerus inflasi. Simak strategi investasi emas jangka panjang, termasuk kisah sukses Andhara Early melunasi cicilan rumah dengan logam mulia.
TradeSphereFX – Memiliki rumah sendiri adalah impian banyak orang, tetapi kenyataannya tidak sedikit yang gagal mewujudkannya karena harga properti yang terus melambung setiap tahun. Solusi umum seperti menabung uang di bank sering kali kurang efektif karena tergerus inflasi. Namun, ada alternatif yang kian populer dan terbukti berhasil: menabung emas.
Emas bukan hanya instrumen lindung nilai saat krisis, tetapi juga dapat menjadi strategi jangka panjang untuk membangun masa depan finansial, termasuk membeli rumah. Nilainya yang cenderung naik setiap tahun menjadikannya lebih tahan terhadap inflasi dibanding uang tunai.
Kenapa Menabung Emas untuk Rumah?
Emas memiliki keunggulan yang tak dimiliki uang konvensional: nilainya stabil dan cenderung meningkat dalam jangka panjang. Ketika harga rumah naik setiap tahun, tabungan emas yang ikut naik nilainya memberikan keuntungan tersendiri. Dengan demikian, emas bisa digunakan sebagai:
- Dana uang muka rumah (DP)
- Modal membangun rumah bertahap
- Instrumen pelunasan cicilan KPR
Dengan kata lain, emas bisa berperan sebagai penjembatan antara keinginan memiliki rumah dan keterbatasan dana tunai.
Cara Menabung Emas Secara Efektif
Ada dua metode utama yang dapat Anda pilih:
-
Menabung Emas di Pegadaian atau Platform Digital
Anda cukup menyetorkan sejumlah uang, yang kemudian dikonversi menjadi emas 24 karat dan dicatat dalam akun Anda. Tabungan ini aman, terpantau, dan dapat ditarik dalam bentuk fisik bila diperlukan. -
Menabung Emas Mandiri
Anda dapat membeli emas batangan secara rutin (misalnya tiap bulan) dan menyimpannya secara aman di rumah atau di safe deposit box. Meski lebih tradisional, cara ini memberikan kontrol penuh atas aset fisik Anda.
Tentukan Target Finansial Anda
Mengutip Galeri24, keberhasilan menabung emas bergantung pada tujuan finansial yang jelas. Tanyakan pada diri Anda:
- Apakah emas ini untuk membayar uang muka rumah?
- Apakah akan digunakan untuk membangun rumah sendiri?
- Atau untuk membeli rumah secara tunai dalam jangka panjang?
Setelah mengetahui tujuan, Anda bisa menghitung jumlah emas yang perlu dikumpulkan, lalu menyesuaikannya dengan kemampuan menabung bulanan. Yang penting, jangan memaksakan diri hingga mengorbankan kebutuhan pokok.
Kisah Sukses: Andhara Early Lunasi KPR dengan Emas
Salah satu contoh nyata keberhasilan strategi ini datang dari publik figur Andhara Early. Ia dan suaminya memutuskan melunasi sisa cicilan rumah 12 tahun lebih awal, dan sumber dananya? Tabungan emas yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.
Dalam sebuah podcast keuangan, Andhara mengungkapkan bahwa ia kerap kesulitan menabung uang karena tergoda untuk membelanjakannya. Solusinya? Setiap kali mendapat penghasilan, ia alokasikan sebagian untuk membeli emas logam mulia, berapa pun jumlahnya—mulai dari Rp1 juta, Rp2 juta, bahkan lebih kecil.
“Daripada habis buat konsumtif, mending langsung jadiin emas. Itu tabungan jangka panjang yang tidak terasa,” ujarnya.
Logam Mulia Bukan Perhiasan
Menariknya, Andhara memilih emas batangan/logam mulia ketimbang perhiasan. Menurutnya, perhiasan lebih mudah dipakai dan akhirnya malah dijual atau digadaikan untuk kebutuhan konsumtif. Sedangkan logam mulia tidak terlalu menggoda untuk digunakan, sehingga bisa benar-benar disimpan sebagai tabungan.
Ia juga menegaskan bahwa emasnya tidak pernah dijual—kecuali saat dibutuhkan betul, yakni untuk melunasi cicilan rumah yang bunganya melonjak karena kenaikan suku bunga KPR.
Jual di Saat yang Tepat
Menabung emas memang perlu kesabaran, tetapi waktu menjual juga harus diperhitungkan. Saat harga emas melonjak—yang sering terjadi saat krisis global atau inflasi tinggi—itulah saat yang tepat untuk merealisasikan keuntungan.
Itu pula yang dilakukan Andhara. Saat harga emas tinggi, ia sempat mempertimbangkan menjual ke Antam. Namun karena harga jualnya lebih rendah, ia mencari second opinion ke toko emas dan menemukan penawaran yang lebih menguntungkan.
“Pas saya cek ke toko emas, ternyata lebih menarik harga jualnya. Jadi akhirnya saya lepas di sana,” ujarnya.
Emas Habis, Tapi Beban Hidup Juga Hilang
Saat ini emas tabungan Andhara benar-benar sudah habis. Tapi ia tak menyesal. Dengan menghabiskan emas untuk melunasi rumah, ia berhasil menghapus beban keuangan bulanan. Tabungan dalam bentuk lain masih tersisa, dan rumah kini menjadi aset bebas utang yang memberinya rasa aman dan nyaman.
Strategi Realistis Menuju Rumah Idaman
Menabung emas adalah cara realistis dan aman untuk memiliki rumah, terutama bagi mereka yang tidak ingin terjebak dalam utang panjang KPR atau khawatir dengan fluktuasi ekonomi.
Dengan komitmen, tujuan jelas, dan kedisiplinan, Anda bisa mengumpulkan emas secara berkala—sekecil apa pun nominalnya. Dan ketika waktunya tepat, emas tersebut bisa menjadi jembatan nyata menuju rumah impian Anda.
One thought on “Menabung Emas demi Rumah Impian: Strategi Jitu Lawan Inflasi dan Lolos dari Jerat KPR”