Tarif Asuransi Global Q3/2025 turun 4% dan memicu penyesuaian tarif di Indonesia. Pelajari tren lengkap properti, siber, D&O, dan reasuransi dalam laporan terbaru Marsh.
TradeSphereFx – Tarif Asuransi Global kembali menunjukkan penurunan pada kuartal III/2025. Berdasarkan laporan Marsh Global Insurance Market Index, tarif asuransi global turun 4%, melanjutkan tren penurunan selama lima kuartal berturut-turut. Kondisi ini menggambarkan pasar asuransi internasional yang semakin kompetitif dengan kapasitas underwriting yang terus bertambah.
Penurunan tarif terjadi di seluruh wilayah utama dan mencakup hampir semua lini bisnis, seperti asuransi properti, siber, hingga lini keuangan dan profesional. Dinamika ini menandakan bahwa pasar berada dalam fase soft market setelah beberapa tahun menghadapi tekanan dari sisi klaim bencana dan ketidakpastian ekonomi global.
Mengapa Tarif Asuransi Global Turun?
Penurunan tarif tidak terjadi tanpa sebab. Ada beberapa faktor utama yang mendorongnya:
1. Kapasitas Asuransi yang Melimpah
Munculnya banyak pemain baru serta peningkatan kapasitas dari perusahaan asuransi eksisting menciptakan kompetisi ketat di pasar. Dengan kapasitas yang berlebih, perusahaan asuransi saling bersaing memberikan tarif yang lebih menarik, memperluas cakupan polis, serta menawarkan syarat dan ketentuan yang lebih fleksibel untuk menarik bisnis baru.
2. Harga Reasuransi Lebih Menguntungkan
Selain kapasitas primer, harga reasuransi global juga bergerak turun di sejumlah lini. Biaya reasuransi yang lebih rendah memberi ruang bagi perusahaan asuransi untuk menurunkan tarif polis mereka tanpa mengurangi margin keuntungan secara signifikan. Tren ini paling terlihat pada lini properti dan keuangan & profesional.
3. Minimnya Kerusakan Musim Badai AS
Musim badai Atlantik yang berlangsung antara Juni hingga November relatif tenang pada 2025. Menurut John Donnelly dari Marsh Global Placement, jumlah badai yang terbentuk sangat sedikit dan tidak ada yang menyebabkan kerusakan besar. Dampaknya, klaim properti skala besar tidak meningkat, sehingga perusahaan asuransi global memiliki tekanan klaim yang lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Tren Lini Produk Asuransi Global Q3/2025
1. Properti – Turun 8%
Lini properti global mengalami penurunan rata–rata 8%. Kawasan Pasifik mencatat penurunan terbesar, yakni 14%, sementara wilayah lain bergerak antara penurunan 3% hingga 9%. Kapasitas besar dari pemain global dan kondisi klaim yang stabil mendukung penurunan ini.
2. Asuransi Kecelakaan – Naik 3%
Berbeda dari lini lain, asuransi kecelakaan justru mencatat kenaikan rata-rata 3%. Amerika Serikat mencatat kenaikan signifikan sebesar 8% akibat meningkatnya frekuensi dan tingkat keparahan klaim. Di wilayah lain, tarif bervariasi dari +1% hingga -7%, bergantung pada kondisi hukum dan litigasi.
3. Keuangan & Profesional – Turun 5%
Lini ini merupakan salah satu kategori yang paling konsisten mengalami penurunan, yakni dalam 12 dari 13 kuartal terakhir. Penurunan stabil ini dipengaruhi oleh membaiknya kapasitas D&O, risiko litigasi yang relatif terkendali, serta meningkatnya kompetisi di lini profesi lainnya.
4. Asuransi Siber – Turun 6%
Lini siber terus menunjukkan tren penurunan tarif global. Eropa mencatat penurunan tertinggi, yaitu -12%, disusul Amerika Latin, Karibia, dan Inggris yang turun hingga 11%. Menurunnya intensitas serangan ransomware sejak 2024 serta peningkatan mitigasi risiko oleh perusahaan menjadi faktor pendorong.
Tarif Asuransi di Asia Q3/2025
Asia mencatat penurunan tarif rata-rata 5%, lebih besar daripada tren global. Penurunan terbesar terjadi pada lini:
1. Keuangan & Profesional (D&O) – Turun 8%
Peningkatan aktivitas IPO di banyak bursa Asia menciptakan peluang baru bagi perusahaan asuransi. Hal ini mendorong kapasitas underwriting meningkat sehingga tarif terus terkoreksi.
2. Properti – Turun 5%
Kompetisi dari pemain global dan risk appetite yang meningkat membuat lini ini semakin kompetitif.
3. Siber – Turun 5%
Perusahaan-perusahaan Asia telah memperbaiki tata kelola keamanan digital, sehingga risiko klaim berkurang.
4. Kecelakaan – Turun 3%
Persaingan antara perusahaan asuransi regional dan global turut menekan tarif untuk klien korporasi di Asia.
Tarif Asuransi di Indonesia Q3/2025: Turun 3%
Indonesia juga merasakan efek penurunan Tarif Asuransi Global, dengan composite market mencatat penurunan 3%. Angka ini lebih dalam dibandingkan tiga kuartal sebelumnya yang hanya berada di level -1%.
Penurunan terjadi di seluruh lini utama:
1. Finansial & Profesional – Turun 6%
Ini adalah penurunan terbesar. Faktor pendorongnya antara lain:
- meningkatnya kapasitas dari pemain internasional,
- semakin aktifnya pasar modal yang meningkatkan permintaan polis D&O.
2. Properti – Turun 2%
Kapasitas global yang melimpah dan rendahnya kerugian besar pada Q3 membuat tarif properti bergerak turun.
3. Siber – Turun 3%
Penurunan dipengaruhi oleh peningkatan kapasitas underwriting dari hub regional di Singapura dan Hong Kong.
Apakah Tren Penurunan akan Berlanjut?
Analis Marsh memperkirakan tren penurunan Tarif Asuransi Global kemungkinan berlanjut pada kuartal IV/2025, kecuali terjadi gangguan besar seperti:
- bencana alam berskala besar,
- perubahan harga reasuransi yang mendadak,
- lonjakan klaim cyber, atau
- eskalasi risiko geopolitik.
Untuk Indonesia, tekanan penurunan masih dominan karena tingginya kapasitas pasar, meningkatnya pemain baru, serta strategi ekspansi dari perusahaan asuransi global. Meski demikian, beberapa lini seperti kecelakaan dan marine berpotensi mengalami penyesuaian ke arah naik.
Pada Q3/2025, Tarif Asuransi Global turun 4% dan menunjukkan tren soft market di berbagai lini. Asia dan Indonesia merasakan dampaknya, dengan penurunan masing-masing 5% dan 3%. Lini keuangan & profesional, properti, dan siber menjadi kategori dengan koreksi tarif terbesar. Tren ini berpotensi berlanjut selama tidak ada gangguan klaim besar atau perubahan signifikan pada pasar reasuransi.