Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti ketatnya persaingan mencari kerja di Ibu Kota, setelah mendapati hampir 30 persen pelamar petugas Pasukan Oranye atau Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) merupakan lulusan sarjana. Fenomena ini dinilai mencerminkan tekanan ekonomi yang dihadapi masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang semakin ketat.
Berikut rangkuman poin utama dari pernyataan Gubernur DKI Jakarta tersebut:
- Hampir 30 persen pelamar petugas Pasukan Oranye (PPSU) di Jakarta tercatat merupakan lulusan sarjana, menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
- Pendaftar lowongan Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) maupun posisi lain di lingkungan Pemprov DKI Jakarta disebut bisa melebihi 100.000 orang dalam sehari.
- Pemprov DKI Jakarta telah menurunkan persyaratan pendidikan calon petugas PPSU, dari sebelumnya minimal lulusan SMA menjadi minimal lulusan SD.
Bagaimana Gambaran Persaingan Kerja di Jakarta Saat Ini?
Pramono Anung menyampaikan bahwa ketatnya persaingan mencari kerja di Jakarta tercermin dari tingginya jumlah pelamar yang mendaftar sebagai petugas Pasukan Oranye. Dari seluruh pelamar yang masuk, hampir 30 persen di antaranya diketahui merupakan lulusan sarjana.
Fenomena serupa, menurut Pramono, juga terlihat saat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka lowongan untuk Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) maupun posisi lainnya. Ia menyebut jumlah pendaftar dalam satu hari saja bisa mencapai lebih dari 100.000 orang.
“Dan itu terlihat dari begitu ada lowongan pekerjaan yang dibuka apakah itu PJLP ataupun apapun, dalam satu hari yang daftar bisa 100.000 lebih. Dalam satu hari,” kata Pramono di acara Jakarta Contributors Award 2026, Kamis (15/10/2026).
Pramono menilai, fenomena tingginya jumlah pencari kerja ini menggambarkan ketatnya persaingan mendapatkan pekerjaan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan. Ia juga menyebut bahwa kemudahan akses teknologi turut berperan, karena memungkinkan masyarakat mendaftar pekerjaan secara daring segera setelah lowongan dibuka.
Mengapa Persyaratan Pendidikan PPSU Diturunkan?
Pramono mengungkapkan bahwa Pemprov DKI Jakarta telah menurunkan persyaratan pendidikan bagi calon petugas PPSU. Jika sebelumnya pelamar diwajibkan memiliki ijazah Sekolah Menengah Atas (SMA), kini persyaratan tersebut diturunkan menjadi minimal lulusan Sekolah Dasar (SD).
“Bahkan untuk Pasukan Oranye sebagai contoh, yang dulu syaratnya SLTA, saya sengaja turunkan syaratnya tinggal SD. Yang daftar adalah hampir 30 persen sarjana,” ujar Pramono.
Meski persyaratan pendidikan telah diturunkan, kenyataan bahwa hampir sepertiga pelamar merupakan lulusan sarjana, menurut Pramono, justru memperlihatkan betapa sulitnya kondisi ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini.
Baca juga, Menag Nasaruddin Umar: Fatwa Haram Kripto Tidak Permanen, Dapat Berubah jika Unsur Gharar Teratasi
Apa Kata Gubernur DKI soal Kondisi Ekonomi Global?
Pramono turut menyinggung situasi ekonomi global yang dinilai semakin ketat dan ikut memengaruhi persaingan dalam mendapatkan pekerjaan di dalam negeri, termasuk di Jakarta.
“Artinya apa? Artinya memang kondisi dunia, ekonomi global sedang tight sekali,” tandasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono dalam acara Jakarta Contributors Award 2026 yang berlangsung pada Kamis (15/10/2026), sebagai bagian dari penjelasannya mengenai tingginya animo masyarakat terhadap lowongan kerja yang dibuka Pemprov DKI Jakarta belakangan ini.


