Dana kelolaan (assets under management/AUM) industri reksa dana turun menjadi Rp620,53 triliun pada September 2026, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Angka ini turun 5,79% dibanding akhir 2025 yang sebesar Rp658,69 triliun.
Sepanjang September saja, investor mencatat pencairan bersih (net redemption) sekitar Rp10,43 triliun.

Penyebab Penurunan
Menurut Stefanus Dennis Winarto, Direktur PT Inovasi Finansial Teknologi (Makmur), penurunan AUM sejalan dengan pencairan besar-besaran oleh investor, yang meningkat sejak kuartal II 2026 dan memuncak pada Juni.
Beberapa faktor yang memengaruhi:
- Gejolak pasar saham. IHSG turun tajam sepanjang 2026, termasuk anjlok 11,57% pada 16 Oktober setelah usulan reklasifikasi MSCI.
- Imbal hasil instrumen lain yang menarik. Yield SBN naik di atas 7%, dan sebagian investor dilaporkan beralih ke SBN dan emas.
- Kebutuhan likuiditas di tengah tekanan ekonomi dan rupiah yang melemah.
Kontras dengan Awal Tahun
Pada awal 2026, industri reksa dana sempat optimistis, seperti diulas di AUM reksa dana 2026 tembus Rp679 triliun. Perubahan kondisi pasar sepanjang tahun membuat tren berbalik.
Dampak Perubahan IHSG bagi Reksa Dana Indeks
Mulai 2 November 2026, Bursa Efek Indonesia mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG. Reksa dana yang mengacu pada indeks utama BEI akan secara otomatis menyesuaikan, sehingga komposisi portofolio reksa dana indeks dapat berubah.
Bagaimana Sikap Investor Ritel?
- Kembali ke tujuan awal. Reksa dana saham ditujukan untuk jangka panjang; penurunan jangka pendek adalah bagian dari risikonya.
- Cek jenis reksa dana. Reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap memiliki karakter risiko yang berbeda dengan reksa dana saham.
- Hindari keputusan panik. Mencairkan saat harga turun berarti mengunci kerugian.
- Pertimbangkan investasi rutin. Strategi ini dijelaskan di dollar-cost averaging saat pasar turun.
- Tinjau alokasi aset, seperti dibahas di diversifikasi portofolio sesuai profil risiko.
Perhatikan Juga Kesehatan Manajer Investasi
Pilih reksa dana dari manajer investasi yang berizin OJK, dengan rekam jejak dan laporan yang transparan. Isu tata kelola manajer investasi pernah menjadi sorotan, termasuk perubahan kepemilikan seperti diulas di Manulife lepas kendali MAMI.
Data statistik reksa dana resmi tersedia di situs OJK.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa AUM reksa dana September 2026?
Dana kelolaan industri reksa dana tercatat Rp620,53 triliun pada September 2026, turun 5,79% dibanding akhir 2025 yang sebesar Rp658,69 triliun.
Kenapa AUM reksa dana turun pada 2026?
Penurunan terutama disebabkan pencairan besar-besaran oleh investor di tengah gejolak pasar saham, dengan sebagian investor dilaporkan beralih ke SBN dan emas.
Apakah sebaiknya mencairkan reksa dana saat pasar turun?
Keputusan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu investasi. Mencairkan saat harga turun berarti merealisasikan kerugian, sehingga perlu dipertimbangkan matang.


