Banyak investor bertanya: kapan waktu terbaik untuk masuk pasar? Jawaban jujurnya, tidak ada yang bisa menebak dengan pasti. Salah satu strategi untuk mengatasi dilema ini adalah dollar-cost averaging (DCA), yaitu berinvestasi dengan nominal tetap secara rutin, tanpa memedulikan harga saat itu.
Strategi ini relevan di tengah pasar yang bergejolak, ketika IHSG turun tajam sepanjang 2026.

Cara Kerja DCA
Dengan nominal tetap, Anda otomatis:
- Membeli lebih banyak unit saat harga turun.
- Membeli lebih sedikit unit saat harga naik.
Hasilnya, harga rata-rata pembelian cenderung lebih rendah dibanding rata-rata harga pasar selama periode tersebut.
Contoh Hitungan
Investasi Rp1.000.000 per bulan selama enam bulan:
| Bulan | Harga per unit | Unit diperoleh |
|---|---|---|
| 1 | Rp10.000 | 100,0 |
| 2 | Rp9.000 | 111,1 |
| 3 | Rp8.000 | 125,0 |
| 4 | Rp7.500 | 133,3 |
| 5 | Rp9.000 | 111,1 |
| 6 | Rp10.000 | 100,0 |
| Total | 680,5 unit |
- Total investasi: Rp6.000.000.
- Harga rata-rata pembelian: 6.000.000 ÷ 680,5 ≈ Rp8.817 per unit.
- Nilai di bulan ke-6: 680,5 × Rp10.000 = Rp6.805.000, atau naik sekitar 13,4%.
Menariknya, harga di bulan ke-6 sama dengan bulan pertama. Keuntungan muncul karena Anda membeli lebih banyak unit saat harga rendah.
Kelebihan DCA
- Tidak perlu menebak waktu masuk.
- Mengurangi dampak emosi, karena investasi berjalan otomatis.
- Cocok untuk penghasilan bulanan, misalnya disisihkan setelah gajian.
- Membangun kebiasaan disiplin.
Batasan DCA
- Bukan jaminan untung. Jika harga terus turun dan tidak pulih, investasi tetap merugi.
- Kurang optimal di pasar yang terus naik, karena investasi sekaligus di awal bisa memberi hasil lebih tinggi.
- Biaya transaksi dapat mengurangi hasil jika nominal terlalu kecil dan biaya per transaksi tinggi.
- Pilihan aset tetap penting. DCA tidak memperbaiki kualitas aset yang buruk.
Cara Menerapkan
- Tentukan tujuan dan jangka waktu, misalnya dana pendidikan 10 tahun lagi. Perhitungannya ada di menyiapkan dana pendidikan anak.
- Pilih instrumen yang sesuai, seperti reksa dana indeks atau reksa dana campuran.
- Atur auto-debit setiap bulan.
- Evaluasi berkala, misalnya setiap enam bulan, tanpa terpancing pergerakan harian.
- Pastikan dana darurat aman sebelum berinvestasi di aset berisiko.
Kondisi pasar dan pencairan reksa dana terbaru dibahas di AUM reksa dana September 2026. Penjelasan tambahan tentang DCA tersedia di Investopedia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu dollar-cost averaging?
Dollar-cost averaging adalah strategi berinvestasi dengan nominal tetap secara rutin, sehingga investor membeli lebih banyak unit saat harga turun dan lebih sedikit saat harga naik.
Apakah dollar-cost averaging pasti menguntungkan?
Tidak. Jika harga aset terus turun dan tidak pulih, investasi tetap bisa merugi. DCA membantu mengurangi risiko salah waktu masuk, bukan menghilangkan risiko.
Instrumen apa yang cocok untuk DCA?
Instrumen yang bisa dibeli rutin dengan nominal kecil, seperti reksa dana indeks, reksa dana campuran, atau saham dengan biaya transaksi yang wajar.


