Tue, 22 Sep 2026 Β· 17:26
Your Gateway to Financial Growth
News

Harga Emas Antam Turun Tipis, Emas Global Tertekan Penguatan Wall Street

✍️ seo πŸ“… September 22, 2026 πŸ‘ 6 views

Harga emas Antam bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026). Mengutip laman logammulia.com, harga jual berada di Rp2.627.000 per gram, turun Rp1.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Harga buyback emas Antam, yaitu nilai yang diterima pemilik saat menjual kembali emas batangan ke Antam, juga terkoreksi Rp1.000 menjadi Rp2.462.000 per gram.

Emas Antam sempat membukukan rekor tertinggi sepanjang masa pada Kamis (29/1/2026) di Rp3.168.000 per gram, dengan harga buyback Rp2.989.000 per gram. Harga emas bersifat fluktuatif mengikuti pergerakan global dan kondisi pasar, sehingga investor disarankan memantau pembaruan harga secara berkala sebelum bertransaksi.

Rincian Harga Emas Antam per Pecahan

Berikut rincian lengkap harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada Selasa (22/9/2026):

Pecahan Harga (Rp) Pecahan Harga (Rp)
0,5 gram 1.363.500 25 gram 64.287.000
1 gram 2.627.000 50 gram 128.495.000
2 gram 5.194.000 100 gram 256.912.000
3 gram 7.766.000 250 gram 642.015.000
5 gram 12.910.000 500 gram 1.283.820.000
10 gram 25.765.000 1.000 gram 2.567.600.000

Emas Global Melemah Usai Bursa AS Menguat

Harga emas dunia turun setelah penutupan perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Senin. Kenaikan tajam bursa saham, penurunan harga minyak, serta sedikit turunnya imbal hasil obligasi AS mengurangi minat terhadap aset lindung nilai.

Mengutip Kitco, Selasa (22/9/2026), emas spot berada di sekitar US$4.337,20 per ounce, melemah 0,95%. Perak spot diperdagangkan di kisaran US$66,08 per ounce, turun 0,44%.

Wall Street ditutup menguat: S&P 500 naik 1,5% ke 7.764,70, Nasdaq Composite melonjak 2,3% ke 27.122,09, dan Dow Jones Industrial Average bertambah 0,7% ke 52.048,83. Penguatan saham mengurangi permintaan emas sebagai aset safe haven, sementara ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) masih cenderung ketat.

Pada 16 September, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin dan membawa kisaran target ke 3,75%-4%. Proyeksi median The Fed menunjukkan suku bunga mendekati 4,1% pada akhir tahun.

Kebijakan The Fed dan Dampaknya ke Harga Emas

Sejumlah rilis ekonomi AS memperkuat pandangan kebijakan moneter ketat. Penjualan ritel Agustus naik 1,2%, sementara klaim awal pengangguran turun ke 196.000. Pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88%, kondisi yang menekan emas karena tidak menawarkan imbal hasil bunga.

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun turun ke 4,95%-4,96%, namun tetap dekat batas psikologis 5%. Harga minyak juga terkoreksi empat sesi beruntun, dengan Brent ditutup di US$100,34 per barel (-3,4%) dan West Texas Intermediate (WTI) di US$95,78 per barel (-4,5%). Penurunan minyak mengurangi premi risiko geopolitik di komoditas, yang menjadi penahan kenaikan emas dalam jangka pendek.

Analis pasar XS.com, Rania Gule, mengatakan β€œfaktor-faktor fundamental yang saling bertentangan sedang membentuk pasar.” Menurutnya, kenaikan imbal hasil obligasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed membatasi momentum harga emas. Namun, risiko geopolitik, permintaan bank sentral, serta kekhawatiran fiskal masih menjadi faktor pendukung untuk pembelian emas dalam jangka panjang.

Beban Utang AS Jadi Risiko Struktural bagi Emas

Pasar obligasi AS menjadi salah satu risiko struktural bagi emas. Imbal hasil Treasury 10 tahun yang mendekati 5% meningkatkan biaya pinjaman dan memberi tekanan pada aset tanpa imbal hasil seperti emas dan perak.

Utang pemerintah AS yang dimiliki publik mencapai US$31,3 triliun pada April, kurang lebih setara dengan ukuran ekonomi AS. Pada tahun fiskal 2025, belanja bunga bersih telah melampaui belanja pertahanan nasional, menyoroti besarnya tekanan fiskal yang dihadapi pemerintah AS di tengah lingkungan suku bunga tinggi.

Level Teknis Emas: Support dan Resistance yang Dipantau

Dari sisi teknikal, pelaku pasar menyoroti area kenaikan berikutnya di US$4.400-US$4.407,27 per ounce. Jika tembus berkelanjutan, potensi penguatan mengarah ke US$4.443 dan US$4.475. Untuk sisi bawah, level US$4.334 menjadi batas penting; penembusan membuka jalan ke US$4.304 dan US$4.261.

Jenis Level Level Terdekat Level Lanjutan
Resistance US$4.370,78 β†’ US$4.407,27 US$4.443 β†’ US$4.475
Support US$4.341,90 β†’ US$4.334 US$4.304 β†’ US$4.261

Dengan latar tersebut, harga emas masih menghadapi tarik-menarik antara tekanan suku bunga tinggi dan dukungan dari risiko geopolitik serta pembelian bank sentral.

Baca juga, Pertamina Boyong 7 UMK Binaan Tembus Pasar CAEXPO 2026 di China

Konteks: Kenapa Emas Disebut Aset Safe Haven

Emas telah lama dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) karena sifatnya yang tidak terikat pada kinerja suatu negara maupun perusahaan tertentu, berbeda dengan saham atau obligasi korporasi. Ketika ketidakpastian ekonomi atau geopolitik meningkat, investor cenderung mengalihkan sebagian portofolionya ke emas untuk melindungi nilai kekayaan dari volatilitas pasar yang lebih berisiko.

Namun, karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti bunga obligasi atau dividen saham, daya tariknya cenderung berkurang saat suku bunga acuan berada pada level tinggi, sebagaimana tercermin dari tekanan yang dialami harga emas di tengah sikap hawkish The Fed saat ini.

seo
Tim Redaksi TradeSphere FX