Minyak Brent anjlok 8,7% ke US$94,62 per barel dan WTI turun 8,3% ke US$88,12 pada 4 November 2026, penurunan harian terbesar sejak Mei, setelah investor bertaruh kemenangan Partai Demokrat di Kongres AS bisa mempercepat berakhirnya konflik dengan Iran. Brent sempat menyentuh US$93,22.
Pada sesi Asia 5 November, Brent turun lagi ke sekitar US$93,91.

Mengapa Minyak Anjlok?
Pasar memperkirakan Kongres yang dikuasai Demokrat bisa menahan pendanaan perang dan menunda konfirmasi pejabat. Claudio Galimberti dari Rystad Energy menyebut kedua kamar kini mampu mengesahkan resolusi yang membatasi konflik. Ajay Parmar dari ICIS menilai kesepakatan dengan Iran kini lebih mungkin terjadi.
Bagaimana Kondisi Pasokan?

Aliran minyak melalui Selat Hormuz disebut sudah mendekati tingkat sebelum perang, dan pasokan Timur Tengah melampaui permintaan untuk pertama kalinya sejak Juli. JPMorgan memperkirakan pasar minyak global surplus sekitar 1,4 juta barel per hari pada Oktober.
| Indikator | Nilai |
|---|---|
| Brent 4 Nov | US$94,62 (−8,7%) |
| WTI 4 Nov | US$88,12 (−8,3%) |
| Low intraday Brent | US$93,22 |
| Brent Asia 5 Nov | Sekitar US$93,91 |
| Surplus versi JPMorgan | 1,4 juta bph |
Bagaimana Peran Trader Tren?
Penasihat perdagangan komoditas yang mengikuti tren mengurangi posisi beli Brent dari sekitar 73% menjadi 55% menurut Bridgeton Research Group dari Kpler. Aksi jual sistematis ini memperbesar penurunan.
Bagaimana Data Persediaan AS?
Data EIA menunjukkan persediaan diesel AS turun di bawah 100 juta barel untuk pertama kalinya sejak 2003. Ini menunjukkan pasar produk olahan masih ketat meski minyak mentah melimpah.
Bagaimana Dampak ke Indonesia?
Indonesia adalah importir bersih minyak. Harga yang lebih rendah mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi dan beban subsidi. Harga minyak acuan Indonesia September tercatat US$112,81 per barel, jauh di atas harga saat ini. Pembahasan sebelumnya ada di minyak Brent naik 11% di Oktober 2026.
Apakah Harga BBM Akan Turun?
Harga BBM nonsubsidi disesuaikan setiap awal bulan berdasarkan rata-rata harga. Jika minyak bertahan di bawah US$95 sepanjang November, peluang penurunan harga pada Desember cukup besar.
Bagaimana Dampak ke Saham Energi?
Sektor energi S&P 500 turun 4,8%. Di Indonesia, saham energi dan petrokimia seperti ENRG dan BRPT termasuk penekan IHSG pada 4 November.
Apa Risikonya?
Jika perundingan dengan Iran gagal atau pasokan terganggu, harga bisa naik kembali dengan cepat. Volatilitas minyak sangat tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Bagaimana Pandangan Analis?
Ajay Parmar dari ICIS menilai kesepakatan dengan Iran kini lebih mungkin. Claudio Galimberti dari Rystad Energy menyoroti kemampuan Kongres membatasi pendanaan perang. Kedua pandangan menunjukkan pasar mulai menghapus premi risiko geopolitik yang menopang harga sejak Oktober.
Bagaimana Brent Sepanjang Oktober?
Brent naik tajam pada Oktober dan sempat di atas US$113 pada akhir bulan, sebelum anjlok lebih dari 7% pada 2 November. Penurunan lanjutan pada 4 November membawa harga turun lebih dari US$18 dalam sepekan. Pergerakan Oktober dibahas di minyak Brent naik 11% di Oktober 2026.
Bagaimana Dampak ke Inflasi Global?
Harga minyak yang lebih rendah bisa mengurangi tekanan inflasi energi di banyak negara. Ini bisa memberi sedikit ruang bagi bank sentral, meski inflasi inti tetap menjadi perhatian utama.
Bagaimana Pengaruh ke Rupiah?
Rupiah dibuka menguat 87 poin ke Rp18.081 per dolar pada 5 November. Minyak yang lebih murah termasuk faktor pendukung karena mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi.
Bagaimana Pengaruh ke APBN?
Beban subsidi dan kompensasi energi sangat bergantung pada harga minyak dan kurs. Pembahasan subsidi sebelumnya ada di faktor penentu harga BBM nonsubsidi, dengan harga saat ini jauh lebih rendah.
Bagaimana dengan Harga Gas?
Harga gas dan LNG juga dipengaruhi sentimen geopolitik Timur Tengah. Penurunan premi risiko bisa ikut menekan harga gas, meski pasar gas memiliki faktor musiman sendiri menjelang musim dingin.
Bagaimana Pengaruh ke Saham Energi Indonesia?
Saham energi dan petrokimia di Bursa Efek Indonesia cenderung tertekan saat minyak anjlok. Namun, emiten yang bergantung pada bahan bakar sebagai biaya, seperti transportasi dan logistik, bisa diuntungkan.
Bagaimana Dampak ke Inflasi Indonesia?
Harga minyak yang lebih rendah bisa menekan biaya transportasi dan produksi, membantu menahan inflasi. Inflasi Oktober tercatat 3,23%, dan penurunan harga BBM nonsubsidi pada Desember bisa memberi sedikit ruang.
Bagaimana Pengaruh Musim Dingin?
Menjelang musim dingin di belahan bumi utara, permintaan bahan bakar pemanas biasanya meningkat. Faktor musiman ini bisa menahan penurunan harga produk olahan seperti diesel, meski minyak mentah melemah.
Bagaimana Pengaruh ke Maskapai?
Bahan bakar adalah biaya besar maskapai. Harga minyak yang lebih rendah bisa meringankan biaya operasional.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Perkembangan perundingan AS–Iran.
- Keamanan Selat Hormuz.
- Keputusan OPEC+.
- Pengumuman harga BBM nonsubsidi 1 Desember.
Data resmi tersedia di U.S. Energy Information Administration dan Kementerian ESDM.
Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi investasi. Data dapat diperbarui sesuai rilis resmi lembaga terkait.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa harga Brent di sesi Asia 5 November?
Sekitar US$93,91 per barel.
Berapa harga Brent pada 4 November 2026?
US$94,62 per barel, turun 8,7%.
Berapa harga WTI?
US$88,12 per barel, turun 8,3%.
Mengapa minyak anjlok?
Pasar bertaruh konflik dengan Iran bisa lebih cepat berakhir setelah Demokrat menguasai Kongres AS.
Berapa surplus pasar minyak menurut JPMorgan?
Sekitar 1,4 juta barel per hari pada Oktober.
Apa dampak bagi Indonesia?
Beban impor energi dan subsidi berkurang, dan harga BBM nonsubsidi berpeluang turun.


