Minyak Brent turun 1,1% ke US$103,60 per barel dan WTI turun 0,4% ke US$96,09 pada 3 November 2026, setelah sempat naik lebih dari US$1 akibat laporan serangan AS di Pulau Qeshm, Iran, lalu kembali turun karena sinyal perundingan yang campur aduk. Brent berada di dekat level terendah empat pekan.
Penurunan ini melanjutkan anjloknya minyak 7,63% pada 2 November karena harapan damai AS–Iran. Harga BBM di Indonesia per awal November belum berubah, dengan Pertamax Rp15.950 per liter.

Apa yang Terjadi pada 3 November?
Wall Street Journal melaporkan, mengutip pejabat AS, bahwa AS menyerang Pulau Qeshm di dekat Selat Hormuz. Pejabat menyebut serangan bersifat defensif untuk mencegah Iran menyerang kapal komersial. Laporan ini sempat menaikkan harga minyak. Namun, Iran menyebut tanggapan AS dalam perundingan tidak memuaskan, sementara kabar kemajuan perundingan juga beredar, sehingga harga bergerak naik-turun.
Mengapa Harga Akhirnya Turun?

Ekspor minyak produsen Teluk naik sekitar 10% bulan lalu menjadi lebih dari 15 juta barel per hari, menurut laporan Rigzone. Indikator pasar fisik juga melemah. Kondisi ini menahan kenaikan harga meski risiko geopolitik masih ada. Penurunan sebelumnya dibahas di minyak anjlok 7,6% ke US$104,77 pada 2 November.
Apa Kata Analis?
Rebecca Babin dari CIBC Private Wealth Group menilai pedagang enggan membeli saat harga turun di tengah kekacauan, dan memperkirakan pergerakan naik-turun berlanjut. Ryan McKay dari TD Securities menilai nilai wajar Brent berada di kisaran US$90–100 per barel, dengan potensi kenaikan dari premi risiko selama konflik di Timur Tengah dan Rusia–Ukraina berlanjut.
| Tanggal | Brent | WTI |
|---|---|---|
| 30 Oktober | US$113,43 | — |
| 2 November | US$104,77 | US$96,46 |
| 3 November | US$103,60 | US$96,09 |
Bagaimana Dampaknya ke ICP?
Harga minyak acuan Indonesia (ICP) September 2026 tercatat US$112,81 per barel. Jika Brent bertahan di kisaran US$100–105, ICP Oktober dan November berpotensi lebih rendah dari September. ICP yang lebih rendah mengurangi beban subsidi dan kompensasi energi dalam APBN. Data APBN sebelumnya ada di realisasi APBN September 2026.
Apakah Harga BBM Akan Turun?
Harga BBM nonsubsidi disesuaikan setiap awal bulan berdasarkan rata-rata harga produk minyak dan kurs. Jika minyak bertahan rendah sepanjang November, peluang penurunan harga pada Desember lebih terbuka. Namun, rupiah yang masih di kisaran Rp18.100-an mengimbangi sebagian manfaat penurunan minyak. Pembatasan Pertalite juga menjadi isu terkait, seperti dibahas di pembatasan Pertalite desil 9–10.
Bagaimana Dampaknya ke Pasar Saham?
Saham energi di Bursa Efek Indonesia turun 4,29% pada 3 November, termasuk karena harga minyak yang lebih rendah. Saham batu bara seperti BUMI dan ITMG juga masuk daftar jual bersih asing terbesar. Sebaliknya, sektor yang memakai banyak bahan bakar bisa diuntungkan dalam jangka menengah.
Bagaimana Kondisi Selat Hormuz?
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun tajam sejak konflik dimulai akhir Februari. Selat ini merupakan jalur penting pengiriman minyak dunia. Selama keamanan di kawasan belum pulih, premi risiko pada harga minyak bisa kembali sewaktu-waktu.
Apa Kaitannya dengan Pemilu AS?
Pasar memperhatikan kemungkinan perubahan sikap Washington setelah pemilu sela. Jika komposisi Kongres berubah, tekanan terhadap kebijakan luar negeri, termasuk konflik dengan Iran, bisa ikut berubah, meski kewenangan utama tetap di tangan presiden.
Bagaimana Dampaknya ke Rupiah?
Indonesia adalah importir minyak neto, sehingga harga minyak yang lebih rendah mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi. Rupiah dibuka menguat ke Rp18.132 per dolar pada 4 November, didukung dolar yang melemah setelah hasil awal pemilu AS dan harga minyak yang turun.
Bagaimana Dampaknya ke Inflasi?
Inflasi Oktober 2026 tercatat 3,23% secara tahunan. Harga BBM yang ditahan membuat lonjakan minyak dunia tidak langsung terasa ke konsumen. Jika minyak bertahan rendah dan harga BBM nonsubsidi turun, tekanan inflasi transportasi bisa berkurang pada awal 2027.
Bagaimana OPEC+ Bersikap?
OPEC+ mempertahankan tingkat produksi hingga Desember. Jika harga terus turun mendekati US$100, sebagian anggota bisa mendorong pemotongan produksi. Sebaliknya, jika konflik memanas dan harga melonjak, tekanan untuk menambah pasokan akan meningkat.
Bagaimana Konsumen Menyikapi?
Bagi konsumen, harga BBM yang belum berubah memberi kepastian jangka pendek. Pengguna BBM nonsubsidi dapat memantau pengumuman harga setiap awal bulan. Menghemat pemakaian BBM tetap menjadi cara paling efektif menjaga anggaran transportasi.
Bagaimana Konflik Rusia–Ukraina?
Selain Timur Tengah, konflik Rusia–Ukraina juga memengaruhi pasar energi melalui gangguan ekspor dan sanksi. TD Securities menyebut kedua konflik ini sebagai sumber premi risiko bagi harga minyak.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Perkembangan perundingan AS–Iran melalui mediator Qatar.
- Data persediaan minyak AS dari EIA.
- Penetapan ICP Oktober oleh Kementerian ESDM.
- Pengumuman harga BBM nonsubsidi 1 Desember.
Data resmi tersedia di Kementerian ESDM dan U.S. Energy Information Administration.
Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi investasi. Data dapat diperbarui sesuai rilis resmi lembaga terkait.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Bagaimana dampak minyak turun ke rupiah?
Mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi sehingga membantu rupiah.
Berapa harga minyak pada 3 November 2026?
Brent US$103,60 (−1,1%) dan WTI US$96,09 (−0,4%).
Apa itu serangan Qeshm?
Laporan serangan AS di Pulau Qeshm, Iran, dekat Selat Hormuz yang disebut bersifat defensif.
Mengapa harga minyak turun meski ada serangan?
Karena ekspor Teluk naik, indikator pasar fisik melemah, dan sinyal perundingan masih berjalan.
Berapa nilai wajar Brent menurut TD Securities?
Sekitar US$90–100 per barel.
Apakah harga BBM akan turun?
Peluang lebih terbuka pada Desember jika minyak bertahan rendah sepanjang November.


