IHSG anjlok 3,78% ke 4.904,29 pada 3 November 2026, turun 192,54 poin dan kembali jauh di bawah level psikologis 5.000, dengan seluruh sektor melemah dan investor asing mencatat jual bersih Rp575 miliar. Indeks sempat dibuka di 5.126 sebelum berbalik turun dan menembus 5.000 sebelum pukul 11.00 WIB.
Nilai transaksi mencapai Rp10,22 triliun dengan volume 226,69 juta lot. Pada 4 November, IHSG dibuka melemah lagi 0,41% ke 4.884,16.

Sektor Apa yang Paling Tertekan?
Sektor bahan baku memimpin penurunan dengan anjlok 5,69%, disusul properti 5,16%, energi 4,29%, konsumen siklikal 3,13%, dan keuangan 3,09%. Penurunan sektor bahan baku dan energi terjadi setelah harga minyak anjlok lebih dari 7% pada 2 November dan sentimen komoditas melemah. Sektor yang sehari sebelumnya memimpin kenaikan justru turun paling dalam. Kinerja IHSG sehari sebelumnya ada di IHSG naik 0,79% ke 5.096 pada 2 November lalu turun di bawah 5.000.
Saham Apa yang Menekan Indeks?

BBRI, BBCA, BMRI, AMMN, dan ASII menjadi penekan utama karena bobotnya besar di indeks. Saham MKNT, CDIA, MAPI, CYBR, dan INTP juga termasuk yang menekan. Ketika saham berkapitalisasi besar turun bersamaan, IHSG bisa turun tajam meski penurunannya hanya beberapa persen per saham.
Bagaimana Arus Dana Asing?
Investor asing mencatat jual bersih Rp575 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, jual bersih mencapai Rp756,98 miliar, sementara di pasar negosiasi dan tunai tercatat beli bersih Rp184,99 miliar. BBRI menjadi saham dengan jual bersih terbesar sebesar Rp310,06 miliar.
| Saham | Jual bersih asing (Rp miliar) |
|---|---|
| BBRI | 310,06 |
| ANTM | 94,10 |
| BUMI | 64,07 |
| TPIA | 62,39 |
| TINS | 33,75 |
| DSSA | 31,50 |
| DEWA | 27,90 |
| BRPT | 27,20 |
| TLKM | 26,70 |
| ITMG | 24,19 |
Mengapa IHSG Anjlok?
Beberapa faktor bertemu. Pasar global berhati-hati menjelang pemilu sela AS. Bursa Korea dan Taiwan anjlok sekitar 3,6% karena aksi jual saham teknologi. Yuan melemah setelah kebijakan bank sentral Tiongkok. Di dalam negeri, Komite Stabilitas Sistem Keuangan menyebut tekanan terhadap pasar meningkat sejak Oktober, termasuk arus keluar dana dari pasar saham setelah pengumuman MSCI.
Bagaimana dengan Saham Tambang?
Saham tambang seperti ANTM, TINS, BUMI, dan DEWA masuk daftar jual asing terbesar. Harga emas dunia memang naik pada 2 November, tetapi sentimen pasar yang memburuk membuat investor menjual saham komoditas yang sebelumnya naik. Pada 4 November pagi, BRPT, MDKA, dan INDY menjadi top losers LQ45.
Apa Arti Turun di Bawah 5.000?
Level 5.000 menjadi titik psikologis yang banyak diperhatikan investor. Penutupan jauh di bawahnya, di 4.904, bisa memicu aksi jual lanjutan dari investor yang memakai level tersebut sebagai batas risiko. Panduan menyikapi pasar turun ada di IHSG turun 41% sejak awal 2026: cara investor ritel menyikapi.
Bagaimana IHSG pada 4 November?
IHSG dibuka turun 0,41% ke 4.884,16 pukul 09.02 WIB dan sempat melemah lebih dalam ke sekitar 4.830. Sebanyak 416 saham turun dan hanya 98 naik pada awal perdagangan. Di LQ45, BRPT turun 5,74% ke Rp985, MDKA turun 4,61% ke Rp1.760, dan INDY turun 4,46% ke Rp1.715. Sebaliknya, AMRT naik 2,34%, BBRI naik 1,88% ke Rp2.710, dan ICBP naik 1,77%.
Bagaimana Kondisi Pasar Global?
Pada 4 November pagi, futures S&P 500 turun 0,8% dan futures Nasdaq turun 1,8% setelah hasil awal pemilu AS menunjukkan Partai Demokrat unggul. Nikkei turun sekitar 3% setelah libur dan KOSPI turun 1,6%. Sentimen negatif global ikut membebani bursa Indonesia.
Bagaimana Rupiah Bergerak?
Rupiah ditutup melemah tipis ke Rp18.160 per dolar pada 3 November, lalu dibuka menguat ke Rp18.132 pada 4 November karena dolar melemah. Arus keluar dana asing dari pasar saham menjadi salah satu tekanan bagi rupiah.
Apa yang Bisa Dilakukan Investor Ritel?
- Fokus pada fundamental emiten, bukan pergerakan harian.
- Hindari memakai dana pinjaman saat volatilitas tinggi.
- Pertimbangkan membeli bertahap jika tujuan jangka panjang.
- Jaga porsi dana tunai untuk kebutuhan mendadak.
Bagaimana Dampak ke Reksa Dana Saham?
Reksa dana saham dan reksa dana indeks yang mengacu pada IHSG atau LQ45 kemungkinan ikut turun tajam pada 3 November. Investor reksa dana dengan tujuan jangka panjang sebaiknya tidak panik menjual. Investasi rutin bulanan bisa dilanjutkan untuk membeli unit dengan harga lebih rendah.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Hasil akhir pemilu sela AS dan reaksi Wall Street.
- Arus dana asing harian.
- Data PDB Indonesia kuartal III.
- Keputusan BI-Rate pada 17–18 November.
Kondisi saham bank besar sebelumnya juga dibahas di kategori Market, termasuk IHSG ditutup 5.057 turun 16,7% sepanjang Oktober. Data resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia dan OJK.
Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi investasi. Data dapat diperbarui sesuai rilis resmi lembaga terkait.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa penutupan IHSG pada 3 November 2026?
4.904,29, turun 192,54 poin atau 3,78%.
Sektor apa yang paling tertekan?
Bahan baku −5,69%, properti −5,16%, dan energi −4,29%.
Berapa jual bersih asing pada 3 November?
Rp575 miliar di seluruh pasar, dengan Rp756,98 miliar di pasar reguler.
Saham apa yang paling banyak dijual asing?
BBRI dengan jual bersih Rp310,06 miliar.
Bagaimana IHSG pada 4 November pagi?
Dibuka turun 0,41% ke 4.884,16 dan sempat melemah ke sekitar 4.830.


