Terkini  
Market

Rupiah Ditutup Rp18.160 lalu Dibuka Menguat ke Rp18.132 setelah Hasil Awal Pemilu AS

Rupiah bergerak di kisaran sempit di tengah gejolak pasar saham dan pemilu AS. Ini rincian pergerakan, mata uang Asia, dan faktor yang perlu dipantau.

Rupiah Ditutup Rp18.160 lalu Dibuka Menguat ke Rp18.132 setelah Hasil Awal Pemilu AS

Rupiah ditutup melemah tipis 4 poin ke Rp18.160 per dolar AS pada 3 November 2026, lalu dibuka menguat 28 poin atau 0,15% ke Rp18.132 pada 4 November setelah dolar melemah menyusul hasil awal pemilu sela AS. Indeks dolar turun 0,32% ke 101,39 pada pagi 4 November.

Di sisi lain, arus dana asing yang keluar dari pasar saham, dengan jual bersih Rp575 miliar pada 3 November, menjadi tekanan bagi rupiah.

Fakta kunci: Rupiah Ditutup Rp18.160 lalu Dibuka Menguat ke Rp18.132 setelah Hasil Awal Pemilu AS
Pergerakan rupiah per dolar AS, 28 Oktober–4 November 2026.

Bagaimana Pergerakan Rupiah?

Pada 3 November, rupiah melemah 0,02% dari Rp18.156 ke Rp18.160. Pelemahan ini tipis dibanding anjloknya IHSG 3,78% pada hari yang sama. Pada 4 November, rupiah dibuka menguat ke Rp18.132, dan beberapa kutipan pasar spot menunjukkan rupiah sempat di sekitar Rp18.115. Rupiah masih dekat rekor penutupan terlemah Rp18.175 yang tercatat pada 28 Oktober. Perbandingan sebelumnya ada di rupiah dibuka Rp18.084 pada 26 Oktober.

Bagaimana Mata Uang Asia?

Pergerakan mata uang Asia 3 November 2026
Pergerakan mata uang Asia terhadap dolar AS, 3 November 2026 pukul 15.00 WIB.

Pada 3 November pukul 15.00 WIB, mata uang Asia bergerak beragam. Dolar Taiwan melemah 0,67%, yuan 0,39%, dolar Singapura 0,11%, dan ringgit 0,1%. Sebaliknya, won menguat 0,27%, peso Filipina 0,22%, rupee India 0,17%, dan yen 0,05%. Rupiah relatif stabil di tengah pergerakan tersebut.

Apa yang Menggerakkan Rupiah?

Analis Ibrahim Assuaibi dari Traze Andalan Futures menyebut perhatian pasar tertuju pada pemilu sela AS. Faktor lain adalah data ekonomi AS seperti ADP dan ISM jasa pada 4 November serta nonfarm payrolls pada 6 November, yang akan memengaruhi arah suku bunga Fed. Ketegangan AS–Iran, termasuk laporan serangan AS di Pulau Qeshm, juga dipantau pasar.

FaktorArah bagi rupiah
Dolar melemah setelah hasil awal pemiluMendukung
Yield Treasury turun ke 4,906%Mendukung
Jual bersih asing di sahamMenekan
Peluang Fed naik Desember ~78%Menekan

Bagaimana Hasil Awal Pemilu AS?

Sejumlah media besar AS memproyeksikan Partai Demokrat merebut kendali DPR, sementara kendali Senat masih ketat. Hasil ini membuat pasar memperkirakan kebijakan fiskal yang lebih terbatas, sehingga yield turun dan dolar melemah. Euro naik ke sekitar 1,1239 dan poundsterling ke 1,3464.

Bagaimana Peran KSSK?

Komite Stabilitas Sistem Keuangan menyatakan stabilitas sistem keuangan kuartal III terjaga, tetapi tekanan meningkat sejak Oktober akibat konflik geopolitik, harga energi tinggi, dan pengetatan moneter di sejumlah negara. KSSK juga mencatat likuiditas domestik mengetat dan arus keluar dana dari pasar saham meningkat.

Bagaimana Dampak ke Masyarakat?

Rupiah yang stabil di kisaran Rp18.100-an membantu menahan kenaikan harga barang impor. Namun, bagi yang membutuhkan dolar untuk pendidikan atau perjalanan, kurs ini tetap tinggi. Cara membandingkan kurs ada di cara membandingkan kurs jual dan beli valas di bank dan money changer.

Apa Level Penting Rupiah?

Rekor penutupan terlemah Rp18.175 menjadi batas penting. Jika rupiah ditutup di atasnya, tekanan bisa berlanjut. Area Rp18.100 dan Rp18.000 menjadi level penguatan yang perlu dicapai untuk meredakan tekanan.

Bagaimana Bank Indonesia Bersikap?

Bank Indonesia biasanya hadir di pasar spot, DNDF, dan SBN saat volatilitas meningkat. RDG BI berikutnya dijadwalkan 17–18 November dengan BI-Rate saat ini 5,75%.

Bagaimana Pengaruh Harga Minyak?

Brent turun ke US$103,60 per barel pada 3 November, melanjutkan penurunan tajam sehari sebelumnya. Harga minyak yang lebih rendah mengurangi kebutuhan dolar untuk impor energi dan membantu rupiah. Namun, laporan serangan AS di Pulau Qeshm menunjukkan risiko geopolitik belum hilang.

Bagaimana Rupiah terhadap Euro dan Yen?

Dolar yang melemah membuat euro naik ke sekitar 1,1239 dan poundsterling ke 1,3464. Karena rupiah hanya menguat sedikit terhadap dolar, rupiah cenderung melemah terhadap euro dan pound. Bagi yang membutuhkan euro untuk perjalanan atau pendidikan, biaya dalam rupiah sedikit naik.

Bagaimana Pelaku Usaha Menyikapi?

Importir yang membutuhkan dolar bisa memanfaatkan momen rupiah menguat untuk membeli sebagian kebutuhan. Eksportir dapat menukar penerimaan secara bertahap. Instrumen lindung nilai seperti DNDF yang disediakan Bank Indonesia membantu mengurangi risiko kurs. Informasi DNDF tersedia di Bank Indonesia.

Bagaimana Arus Dana di SBN?

Selain saham, arus dana asing di pasar SBN juga memengaruhi rupiah. Yield SBN yang tinggi bisa menarik investor asing, tetapi kekhawatiran risiko bisa memicu penjualan. Penurunan yield Treasury setelah pemilu bisa membuat selisih yield SBN terhadap Treasury lebih menarik.

Bagaimana Kurs Jual di Bank?

Kurs yang dikutip di pasar berbeda dengan kurs jual di bank dan money changer. Nasabah biasanya membeli dolar dengan kurs jual yang lebih tinggi beberapa puluh hingga ratusan rupiah.

Apa yang Perlu Dipantau?

  • Hasil akhir kendali Senat AS.
  • Data ADP dan ISM jasa AS pada 4 November malam WIB.
  • Nonfarm payrolls pada 6 November.
  • Arus dana asing di saham dan SBN.

Pergerakan aset aman lain dibahas di emas, yen, dan dolar AS sebagai aset safe haven. Kurs referensi resmi tersedia di Bank Indonesia.

Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi investasi. Data dapat diperbarui sesuai rilis resmi lembaga terkait.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bagaimana rupiah terhadap euro?

Cenderung melemah karena euro menguat lebih besar terhadap dolar dibanding rupiah.

Berapa rupiah pada 3 November 2026?

Ditutup Rp18.160 per dolar, melemah 4 poin.

Berapa rupiah pada 4 November 2026 pagi?

Dibuka menguat 28 poin ke Rp18.132 per dolar.

Mengapa rupiah menguat pada 4 November?

Karena dolar melemah setelah hasil awal pemilu sela AS dan yield Treasury turun.

Apa yang menekan rupiah?

Arus keluar dana asing dari pasar saham dan peluang kenaikan Fed Desember.

Berapa rekor penutupan terlemah rupiah?

Rp18.175 per dolar pada 28 Oktober 2026.

Tim Redaksi TradeSphere FX

Tim Redaksi TradeSphere FX menyajikan berita keuangan, investasi, dan pasar yang akurat dan mudah dipahami.