Defisit APBN hingga 30 September 2026 mencapai Rp319 triliun, atau 1,24% dari produk domestik bruto (PDB). Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut kinerja fiskal masih sesuai rencana (on track).

Ringkasan Realisasi
| Pos | Realisasi | Terhadap target | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan negara | Rp2.341,5 triliun | 74,2% | +25,5% |
| Belanja negara | Rp2.660,5 triliun | sekitar 69% | +19% |
| Penerimaan pajak | Rp1.607,6 triliun | 68,2% | +24,1% |
| Pembiayaan utang | Rp494,3 triliun | 59,4% | – |
| Defisit | Rp319 triliun | 1,24% PDB | – |
Menurut Menkeu, capaian pendapatan 74,2% mendekati patokan tiga perempat tahun (75%), sehingga kondisinya dinilai sehat. Belanja diperkirakan meningkat pada November dan Desember.
Penerimaan Pajak Melonjak
| Jenis pajak | Realisasi | Pertumbuhan |
|---|---|---|
| PPh nonmigas | Rp809,3 triliun | +17,6% |
| PPN dan PPnBM | Rp683,3 triliun | +38,6% |
| PPh migas | Rp43,6 triliun | +128,2% |
| PBB dan pajak lainnya | Rp71,4 triliun | −24,8% |
Menkeu menyebut salah satu faktor pendorongnya adalah penerapan sistem Coretax yang makin baik. PPN dalam negeri tumbuh 51,3%, tetapi diperkirakan akan melambat karena pengelolaan restitusi (pengembalian kelebihan pajak) dilonggarkan. Kenaikan PPh migas juga sejalan dengan harga minyak yang tinggi.
Mengapa Defisit Tetap Perlu Dipantau?
- Harga minyak tinggi dapat menambah beban subsidi dan kompensasi energi. Rencana penyesuaian subsidi dibahas di pembatasan Pertalite desil 9–10.
- Yield SBN naik di atas 7%, sehingga biaya utang baru lebih mahal. Lihat yield SBN 7,4%.
- Belanja akhir tahun biasanya meningkat tajam.
Dampak bagi Masyarakat
- Penerimaan pajak yang kuat memberi ruang bagi belanja program pemerintah.
- Penerbitan SBN ritel tetap menjadi sumber pembiayaan, termasuk ST017 yang ditawarkan 6 November.
- Wajib pajak yang berhak atas restitusi diharapkan mendapat proses yang lebih cepat.
Sebelumnya, pengelolaan dana pemerintah juga sempat menjadi sorotan, seperti diulas di SAL APBN 2026 dikunci DPR. Data resmi APBN tersedia di situs Kementerian Keuangan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa defisit APBN hingga September 2026?
Defisit APBN hingga 30 September 2026 mencapai Rp319 triliun, atau 1,24% dari PDB.
Berapa penerimaan pajak hingga September 2026?
Penerimaan pajak mencapai Rp1.607,6 triliun, tumbuh 24,1% dan setara 68,2% dari target APBN 2026.
Siapa Menteri Keuangan saat ini?
Menteri Keuangan saat ini adalah Suahasil Nazara, yang menyampaikan realisasi APBN September 2026.


