Pemerintah akan menawarkan Sukuk Tabungan seri ST017 pada 6 November hingga 2 Desember 2026. Seri ini direncanakan menjadi SBN ritel terakhir yang terbit pada 2026. Ketentuan berikut disampaikan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) dalam pertemuan persiapan pada 23 Oktober 2026 dan masih bersifat sementara.

Ketentuan Utama
| Ketentuan | ST017T2 | ST017T4 |
|---|---|---|
| Tenor | 2 tahun | 4 tahun |
| Jatuh tempo | 10 November 2028 | 10 November 2030 |
| Pembelian minimal | Rp1 juta | Rp1 juta |
| Pembelian maksimal | Rp5 miliar | Rp10 miliar |
Jadwal lain:
- Penetapan hasil penjualan: 7 Desember 2026.
- Setelmen: 9 Desember 2026.
- Kupon pertama: 10 Januari 2027, lalu setiap tanggal 10 setiap bulan.
Kupon Mengambang dengan Batas Minimal
Kupon ST017 bersifat mengambang dengan batas minimal (floating with floor):
- Kupon mengikuti BI-Rate ditambah spread tetap, disesuaikan setiap tiga bulan.
- Jika BI-Rate naik, kupon bisa ikut naik.
- Jika BI-Rate turun, kupon tidak akan turun di bawah batas minimal yang ditetapkan saat penerbitan.
Besaran kupon akan diumumkan paling lambat satu hari sebelum masa penawaran dimulai. Saat ini BI-Rate berada di 5,75%.
Hal yang Perlu Dipahami
- Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
- Pencairan awal (early redemption) dapat dilakukan hingga 50% kepemilikan pada periode tertentu: 27 Oktober–3 November 2027 untuk ST017T2 dan 27 Oktober–3 November 2028 untuk ST017T4.
- Berbasis syariah dengan akad wakalah, didukung aset negara dan proyek APBN 2026.
- Hanya untuk WNI perorangan.
- Kupon SBN ritel dikenai PPh final 10%.
Cocok untuk Siapa?
- Investor pemula yang mencari instrumen dijamin negara dengan modal mulai Rp1 juta.
- Investor yang ingin imbal hasil ikut naik jika suku bunga naik, tetapi terlindungi dari penurunan di bawah batas minimal.
- Investor yang tidak membutuhkan dana dalam waktu dekat, karena tidak bisa dijual sebelum jatuh tempo kecuali melalui jendela pencairan awal.
Perbandingan dengan deposito dan reksa dana pasar uang dibahas di tempat parkir dana jangka pendek. Kondisi yield SBN terkini diulas di yield SBN 7,4%.
Cara Membeli
- Pilih mitra distribusi resmi (bank, perusahaan efek, atau platform investasi yang ditunjuk Kemenkeu).
- Daftar dan dapatkan Nomor Tunggal Identitas Pemodal (SID) serta rekening dana dan surat berharga.
- Pesan selama masa penawaran dan bayar sesuai kode billing.
Informasi resmi SBN ritel tersedia di DJPPR Kementerian Keuangan.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Kapan ST017 ditawarkan?
Sukuk Tabungan ST017 direncanakan ditawarkan pada 6 November hingga 2 Desember 2026, dengan setelmen 9 Desember 2026.
Berapa minimal pembelian ST017?
Pembelian minimal ST017 adalah Rp1 juta untuk kedua tenor, dengan maksimal Rp5 miliar untuk ST017T2 dan Rp10 miliar untuk ST017T4.
Apakah ST017 bisa dijual sebelum jatuh tempo?
ST017 tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi bisa dicairkan lebih awal hingga 50% kepemilikan pada periode early redemption yang ditentukan.


