Pasangan mata uang AUD/USD memangkas sebagian pelemahan sebelumnya pada Selasa, seiring pelaku pasar menilai sinyal diplomatik baru seputar konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, yang membebani Dolar AS (USD). Sementara itu, prospek Reserve Bank of Australia (RBA) yang hawkish terus memberikan pijakan kuat bagi Dolar Australia (AUD). Pada saat berita ini ditulis, AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,7107, turun 0,15% pada hari ini setelah sempat menyentuh level terendah harian di 0,7092.
Sinyal Diplomasi Iran dan Sidang Umum PBB
Iran telah menawarkan untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari, apabila AS mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan meredakan tekanan militer, menurut seorang pejabat senior Iran yang dikutip Kyodo News.
Pasar juga mencermati Sidang Umum PBB di New York, di mana Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sama-sama hadir. Washington menyatakan sejauh ini belum ada pertemuan langsung yang dijadwalkan antara keduanya, sementara Trump dijadwalkan bertemu sejumlah pemimpin Teluk pada Selasa.
Perkembangan ini membebani Dolar AS sekaligus mendorong harga minyak lebih rendah. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 100,45 setelah mundur dari level tertinggi harian 100,67, yang merupakan level tertingginya sejak 30 Juli. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di dekat $89,50 dan sejauh ini turun lebih dari 5% sepanjang pekan ini.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Tahan Pelemahan Dolar AS
Meski tertekan sentimen geopolitik, sisi negatif Dolar AS tetap tertahan oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) tambahan. Bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pekan lalu menjadi 3,75%-4,00% dan memberi sinyal bahwa pengetatan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali ke target 2%. Ketua The Fed, Kevin Warsh, mengatakan setelah pertemuan bahwa ia akan “sulit menggambarkan kondisi keuangan yang luas sebagai restriktif.”
Di sisi data ekonomi AS, ADP NER Pulse terbaru menunjukkan pemberi kerja swasta menambah rata-rata 20.000 lapangan pekerjaan per minggu selama empat pekan yang berakhir pada 5 September, naik dari sebelumnya 16.750.
RBA Hawkish Jadi Penopang Utama Dolar Australia
Sementara itu, Dolar Australia terus mendapat dukungan dari prospek RBA yang hawkish. Bank sentral telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini, mengangkat cash rate ke 4,35%, sementara inflasi inti tetap berada di atas kisaran target 2%-3%.
Gubernur RBA, Michele Bullock, mengatakan pada Selasa bahwa “risiko inflasi ke atas mungkin sedang terwujud,” sambil menegaskan bahwa ia “tidak mengindikasikan adanya perubahan kebijakan” dan bahwa keputusan tetap berada di tangan dewan. Bullock juga mengatakan Dolar Australia “mencerminkan komoditas dan selisih suku bunga,” seraya menambahkan bahwa suku bunga netral sedang naik secara global dan mendorong imbal hasil obligasi riil lebih tinggi.
Pasar memprakirakan sekitar 95% kemungkinan kenaikan suku bunga lagi sebesar 25 basis poin menjadi 4,60% pada pertemuan 29 September. Jika RBA kembali menaikkan suku bunga pekan depan, selisih suku bunga yang lebih lebar dengan AS dapat memberikan dukungan tambahan bagi Aussie.
Berikut ringkasan posisi kebijakan kedua bank sentral yang menjadi sorotan pasar:
| Bank Sentral | Suku Bunga Acuan Saat Ini | Arah Kebijakan |
| Federal Reserve (The Fed) | 3,75%-4,00% | Hawkish, potensi kenaikan lanjutan |
| Reserve Bank of Australia (RBA) | 4,35% (cash rate) | Hawkish, peluang kenaikan 29 September ~95% |
Konteks: Kenapa Selat Hormuz Begitu Krusial bagi Pasar Energi
Selat Hormuz adalah jalur pelayaran sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima pasokan minyak mentah dunia. Setiap ancaman penutupan maupun gangguan pada jalur ini, baik akibat blokade maupun eskalasi militer, cenderung memicu kekhawatiran pasokan energi global secara langsung, sehingga sinyal pembukaan kembali jalur ini oleh Iran berpotensi meredakan premi risiko yang selama ini membebani maupun mendukung harga minyak, tergantung arah perkembangannya.
Konteks: Apa itu ADP NER Pulse
ADP National Employment Report (NER) Pulse adalah rilis data ketenagakerjaan mingguan yang disusun oleh ADP Research Institute, berbeda dengan laporan ADP Employment bulanan yang lebih dikenal luas. Data pulse ini memberikan gambaran lebih dini dan lebih sering mengenai tren perekrutan di sektor swasta AS, sehingga sering digunakan pelaku pasar sebagai indikator pelengkap sebelum data ketenagakerjaan resmi bulanan dirilis.
Baca juga, Pidato Hawkish Pejabat The Fed Dukung Risiko Naik bagi Dolar AS, Kata ING
Konteks: Kenapa Dolar Australia Disebut Mata Uang Komoditas
Dolar Australia kerap dikategorikan sebagai mata uang komoditas (commodity currency), karena pergerakannya cenderung berkorelasi dengan harga ekspor komoditas utama Australia, seperti bijih besi dan batu bara, mengingat kontribusi signifikan sektor pertambangan terhadap perekonomian negara tersebut. Selain faktor komoditas, selisih suku bunga (interest rate differential) antara Australia dan negara mitra dagang utamanya, khususnya Amerika Serikat, turut menjadi faktor penting yang memengaruhi arus modal dan permintaan terhadap Dolar Australia, sebagaimana ditekankan Gubernur RBA Michele Bullock dalam pernyataannya.
