Korea Utara Hapus Ketentuan Penyatuan Korea dari Konstitusi, Hubungan dengan Seoul Makin Tegang

Korea Utara Hapus Ketentuan Penyatuan Korea dari Konstitusi, Hubungan dengan Seoul Makin Tegang

Korea Utara resmi menghapus seluruh ketentuan terkait penyatuan dengan Korea Selatan dari konstitusi negara tersebut. Perubahan ini menandai sikap yang semakin keras dari Pyongyang terhadap Seoul di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Informasi tersebut terungkap melalui dokumen konstitusi terbaru yang mulai berlaku sejak Maret 2026.

Kim Jong Un Sebut Korea Selatan “Negara Paling Bermusuhan”

Perubahan konstitusi dilakukan setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, sebelumnya menyebut Korea Selatan sebagai “negara paling bermusuhan” dalam pidato kebijakan yang disampaikan pada Maret lalu.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Korea Utara mulai meninggalkan pendekatan lama terkait gagasan reunifikasi atau penyatuan kembali dengan Korea Selatan.

Selain menghapus klausul penyatuan, konstitusi baru juga memuat penegasan mengenai batas wilayah negara.

Konstitusi Baru Tegaskan Batas Wilayah Korea Utara

Dalam dokumen terbaru tersebut, Korea Utara menyebut wilayah negaranya berbatasan dengan China dan Rusia di bagian utara, serta Republik Korea atau Korea Selatan di bagian selatan.

Konstitusi juga menegaskan bahwa Korea Utara tidak akan mentoleransi pelanggaran terhadap wilayah kedaulatannya.

Perubahan ini dipandang sebagai langkah simbolis sekaligus politik yang mempertegas posisi Pyongyang terhadap Seoul.

Presiden Korea Selatan Serukan Dialog

Di tengah meningkatnya ketegangan, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung tetap menyerukan dialog tanpa syarat dengan Korea Utara.

Lee, yang dikenal memiliki pendekatan lebih moderat, menyatakan bahwa kedua negara seharusnya dapat membangun perdamaian bersama di Semenanjung Korea.

Namun hingga kini, Korea Utara belum memberikan tanggapan terhadap ajakan tersebut dan tetap mempertahankan retorika keras terhadap Seoul.

Baca juga Penyelundupan 1.756 Burung Kicau ke Bali Digagalkan di Pelabuhan Padangbai

Korea Utara Tingkatkan Aktivitas Militer

Di saat yang sama, Kim Jong Un juga kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat kemampuan nuklir Korea Utara.

Pyongyang dilaporkan melakukan empat uji coba rudal sepanjang April 2026, jumlah terbanyak dalam satu bulan dalam lebih dari dua tahun terakhir.

Aktivitas tersebut memicu kekhawatiran baru di kawasan Asia Timur terkait stabilitas keamanan regional.

Hubungan Korea Utara dan Rusia Semakin Dekat

Selain meningkatkan aktivitas militer, Korea Utara juga disebut semakin mempererat hubungan dengan Rusia.

Pyongyang dilaporkan mengirim pasukan dan amunisi artileri untuk mendukung operasi militer Rusia dalam perang di Ukraina.

Kerja sama tersebut menjadi perhatian internasional karena dinilai dapat memperkuat posisi militer Korea Utara sekaligus memperbesar ketegangan geopolitik global.

One thought on “Korea Utara Hapus Ketentuan Penyatuan Korea dari Konstitusi, Hubungan dengan Seoul Makin Tegang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *