Rupiah ditutup melemah ke sekitar Rp18.175–18.184 per dolar AS pada Rabu, 28 Oktober 2026, tergantung sumber data. Menurut data yang dikutip sejumlah media, penutupan di Rp18.175 merupakan rekor penutupan terlemah sepanjang sejarah, melampaui rekor sebelumnya Rp18.170 pada 8 Juni 2026. Data rupiah spot yang dihimpun Kontan mencatat penutupan di Rp18.184, melemah 0,15% dari Rp18.156.

Data Rupiah 28 Oktober 2026
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Pembukaan | sekitar Rp18.152 |
| Penutupan (data yang menyebut rekor) | Rp18.175 (−0,17%) |
| Penutupan rupiah spot (Kontan) | Rp18.184 (−0,15%) |
| Rekor penutupan sebelumnya | Rp18.170 (8 Juni 2026) |
| Indeks dolar AS | sekitar 102,44–102,46 |
Perbedaan angka antarsumber wajar karena setiap penyedia data memakai waktu dan kurs referensi yang berbeda.
Apa Penyebab Rupiah Melemah?
- Ketidakpastian konflik Timur Tengah. Bank Indonesia menyebut ketidakpastian penyelesaian konflik sebagai pemicu utama, yang memperkuat dolar dan menarik modal keluar dari pasar berkembang.
- Dolar AS menguat menjelang keputusan The Fed.
- Harga minyak tinggi, yang menambah kebutuhan dolar untuk impor energi dan risiko fiskal.
- Kekhawatiran penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI.
- Kebutuhan valas akhir bulan dari korporasi.
Bagaimana Mata Uang Asia Lain?

| Mata uang | Perubahan terhadap dolar AS |
|---|---|
| Ringgit Malaysia | +0,26% |
| Peso Filipina | +0,24% |
| Dolar Taiwan | +0,19% |
| Yen Jepang | +0,09% |
| Rupiah | −0,15% |
| Won Korea | −0,79% |
Won Korea melemah paling dalam, sementara ringgit dan peso justru menguat. Ini menunjukkan tekanan pada rupiah juga dipengaruhi faktor domestik.
Apa Kata Pemerintah?
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sebagaimana diberitakan media, menyatakan keyakinan bahwa rupiah tidak akan menembus Rp19.000 per dolar AS. Bank Indonesia juga terus menjalankan langkah stabilisasi di pasar valas dan obligasi.
Apa Dampaknya bagi Masyarakat?
| Kebutuhan | Dampak |
|---|---|
| Barang impor dan elektronik | Berpotensi naik harga |
| Biaya kuliah dan perjalanan ke luar negeri | Langsung naik dalam rupiah |
| Utang dalam dolar | Beban cicilan naik |
| Eksportir | Pendapatan dalam rupiah naik |
| Tabungan valas | Nilai dalam rupiah naik |
Dampak lebih rinci untuk kebutuhan rumah tangga dibahas di rupiah melemah dan dampaknya ke harga gadget, tiket, dan kuliah. Tips transaksi di luar negeri ada di kartu debit, kartu kredit, atau QRIS di luar negeri.
Bagaimana Perjalanan Rupiah Sepanjang 2026?
Rupiah melemah bertahap sepanjang tahun. Pada awal Oktober, rupiah masih di sekitar Rp17.900 per dolar AS, lalu melewati Rp18.000 setelah Bank Indonesia menahan suku bunga pada 22 Oktober. Analisis perjalanan rupiah sebelumnya dibahas di situs ini, termasuk rupiah dibuka Rp18.084 pada 26 Oktober.
| Periode | Kisaran rupiah per dolar AS |
|---|---|
| Awal Oktober 2026 | sekitar Rp17.900 |
| 22 Oktober 2026 | sekitar Rp18.060 |
| 27 Oktober 2026 | Rp18.156 |
| 28 Oktober 2026 | Rp18.175–18.184 |
Mengapa Rekor Ini Penting secara Psikologis?
Rekor terlemah sering memicu pembelian dolar karena panik, yang justru memperdalam pelemahan. Itulah sebabnya Bank Indonesia biasanya aktif di pasar valas spot, pasar forward domestik (DNDF), dan pasar obligasi untuk menjaga stabilitas. Tujuannya bukan mempertahankan level tertentu, tetapi meredam volatilitas berlebihan.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Data PDB dan inflasi PCE AS pada 29 Oktober malam WIB.
- Keputusan ECB pada 29 Oktober dan Bank of Japan pada 30 Oktober.
- Inflasi Indonesia Oktober yang dirilis BPS pada awal November.
- Keputusan MSCI terkait pasar saham Indonesia.
Siapa yang Diuntungkan dari Rupiah Lemah?
Pelemahan rupiah tidak selalu berdampak buruk bagi semua pihak:
- Eksportir komoditas dan manufaktur menerima pendapatan dalam dolar yang bernilai lebih besar dalam rupiah.
- Pekerja migran yang mengirim uang ke keluarga di Indonesia menerima nilai rupiah lebih besar.
- Sektor pariwisata bisa lebih menarik bagi wisatawan asing karena harga di Indonesia terasa lebih murah.
Namun bagi perekonomian secara keseluruhan, pelemahan yang terlalu cepat menambah tekanan inflasi dan beban utang luar negeri.
Apakah Rupiah Bisa Kembali Menguat?
Rupiah bisa pulih jika beberapa faktor berbalik: ketegangan di Timur Tengah mereda sehingga harga minyak turun, The Fed memberi sinyal lebih longgar, atau arus dana asing kembali masuk ke pasar saham dan obligasi Indonesia. Keputusan MSCI yang tidak seburuk perkiraan juga dapat memperbaiki sentimen. Namun, pemulihan biasanya berlangsung bertahap.
Bagaimana Menyikapinya?
- Jangan panik membeli dolar dalam jumlah besar tanpa kebutuhan jelas.
- Cicil pembelian valas untuk kebutuhan terjadwal seperti biaya pendidikan.
- Periksa utang dalam valas dan pertimbangkan lindung nilai.
- Perkuat dana darurat dalam rupiah.
Kurs referensi resmi tersedia di JISDOR Bank Indonesia, dan data harian di Kontan.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu. Ketentuan program dapat berubah sesuai peraturan terbaru.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Siapa yang diuntungkan saat rupiah melemah?
Eksportir, pekerja migran yang mengirim uang ke Indonesia, dan sektor pariwisata cenderung diuntungkan, sementara importir dan pemilik utang dalam dolar terbebani.
Berapa kurs rupiah pada 28 Oktober 2026?
Rupiah ditutup di sekitar Rp18.175–18.184 per dolar AS, tergantung sumber data. Data rupiah spot Kontan mencatat Rp18.184, melemah 0,15%.
Apakah rupiah mencetak rekor terlemah?
Menurut data yang dikutip sejumlah media, penutupan Rp18.175 merupakan rekor penutupan terlemah, melampaui Rp18.170 pada 8 Juni 2026.
Apa penyebab rupiah melemah?
Ketidakpastian konflik Timur Tengah, dolar AS yang menguat, harga minyak tinggi, kekhawatiran terkait MSCI, dan kebutuhan valas akhir bulan.
Mata uang Asia mana yang menguat pada 28 Oktober 2026?
Ringgit Malaysia naik 0,26%, peso Filipina 0,24%, dolar Taiwan 0,19%, dan yen 0,09%, sementara won melemah 0,79%.


