Bank of Canada (BoC) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,5% pada 28 Oktober 2026, dan menyatakan kenaikan lanjutan mungkin diperlukan. Keputusan ini memperpanjang daftar bank sentral yang kembali mengetatkan kebijakan pada 2026, setelah Reserve Bank of Australia. Bagi Indonesia, tren ini berarti tekanan suku bunga global masih tinggi, yang berdampak pada rupiah, yield obligasi, dan bunga kredit.

Apa Isi Keputusan Bank of Canada?
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Suku bunga acuan | Naik 25 bps menjadi 2,5% |
| Bank Rate / deposit rate | 2,75% / 2,45% |
| Inflasi saat ini | Sekitar 3% sejak April |
| Proyeksi inflasi | Sekitar 3,5% akhir 2026, rata-rata 3% pada 2027, 2% pertengahan 2028 |
| Proyeksi pertumbuhan | 1% (2026), 2% (2027), 2% (2028) |
| Keputusan berikutnya | 9 Desember 2026 |
BoC menyebut risiko utama berasal dari perkembangan Timur Tengah dan cara pelaku usaha merespons kenaikan biaya. Bank sentral itu juga menyatakan akan berhati-hati dalam keputusan berikutnya.
Mengapa Bank Sentral Kembali Menaikkan Suku Bunga?
- Harga energi tinggi. Konflik di Timur Tengah menjaga harga minyak di atas US$100 per barel untuk WTI dan sekitar US$115 untuk Brent pada 28 Oktober.
- Inflasi kembali naik, terutama dari bahan bakar.
- Menjaga ekspektasi inflasi agar tidak terus meningkat.
Bagaimana Posisi Bank Sentral Lain?

Pada hari yang sama, The Fed menahan suku bunga di 3,75%–4,00% tetapi dua anggotanya memilih naik. RBA sudah menaikkan suku bunga total 100 basis poin tahun ini ke 4,60%, sementara RBNZ menahan di 2,75%. Pekan ini, ECB dan Bank of Japan juga dijadwalkan mengumumkan keputusan.
| Bank sentral | Suku bunga | Arah 2026 |
|---|---|---|
| Bank Indonesia | 5,75% | Ditahan |
| RBA | 4,60% | Naik 100 bps |
| The Fed | 3,75%–4,00% | Ditahan, sinyal naik |
| Bank of England | 3,75% | Keputusan 5 November |
| BoC | 2,50% | Naik |
Apa Dampaknya bagi Indonesia?
Nilai Tukar
Suku bunga global yang tinggi membuat aset di negara maju lebih menarik, sehingga rupiah tertekan. Pada 28 Oktober, rupiah menyentuh sekitar Rp18.175 per dolar AS. Penyebabnya dibahas di rupiah rekor terlemah Rp18.175.
Suku Bunga Kredit dan Simpanan
Tekanan global membuat yield SBN tetap tinggi, yang dapat merembet ke bunga kredit seperti KPR floating. Penjelasannya ada di KPR floating saat yield SUN naik. Di sisi lain, bunga simpanan relatif terjaga, seperti dibahas di memilih deposito saat suku bunga tinggi.
Kebijakan Bank Indonesia
BI menahan BI Rate di 5,75% dan aktif menstabilkan rupiah. Tren kenaikan suku bunga global membuat ruang BI untuk menurunkan suku bunga semakin terbatas.
Apa Pelajaran dari Kanada bagi Indonesia?
Kanada menghadapi situasi yang mirip dengan banyak negara: pertumbuhan melambat, dengan proyeksi hanya 1% pada 2026 dan pengangguran sekitar 6,5%, tetapi inflasi naik karena energi. Bank sentral tetap memilih menaikkan suku bunga karena khawatir inflasi menjadi lebih persisten.
Indonesia memiliki posisi berbeda: inflasi September 2026 tercatat 3,28%, masih dalam sasaran Bank Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi relatif lebih tinggi. Namun tekanan nilai tukar membuat BI perlu berhati-hati. Kombinasi suku bunga global tinggi dan rupiah lemah biasanya membuat bank sentral di negara berkembang menunda penurunan suku bunga.
Bagaimana Dampaknya ke Harga Komoditas?
Kanada adalah eksportir energi besar. Kebijakan BoC dan harga minyak memengaruhi dolar Kanada, yang menurut Bank of Canada berada di sekitar 71 sen dolar AS. Bagi Indonesia sebagai importir bersih minyak, harga energi yang tinggi menambah beban subsidi dan kebutuhan dolar, sehingga ikut menekan rupiah.
Bagaimana Reaksi Pasar terhadap Keputusan BoC?
Kenaikan suku bunga BoC sudah diperkirakan sebagian besar pasar. Survei sebelum keputusan menunjukkan mayoritas ekonom memperkirakan kenaikan ke 2,5%, dan harga pasar mencerminkan peluang tinggi. Karena itu, perhatian pasar lebih tertuju pada nada pernyataan. Kalimat bahwa kenaikan lanjutan “mungkin diperlukan” dibaca sebagai sinyal bahwa BoC belum selesai mengetatkan kebijakan.
Bagi investor global, keputusan BoC juga memperkuat pandangan bahwa suku bunga dunia akan bertahan tinggi lebih lama. Ini berarti biaya modal tetap mahal dan valuasi aset berisiko cenderung tertekan, termasuk di pasar berkembang seperti Indonesia.
Apa yang Bisa Dilakukan Rumah Tangga?
- Hitung ulang cicilan berbunga mengambang dengan skenario kenaikan 1–2 poin.
- Prioritaskan pelunasan utang berbunga tinggi.
- Manfaatkan bunga simpanan yang relatif tinggi untuk dana darurat.
- Hindari keputusan investasi besar berdasarkan satu berita.
Pernyataan resmi tersedia di Bank of Canada, dan kebijakan moneter Indonesia di Bank Indonesia.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu. Ketentuan program dapat berubah sesuai peraturan terbaru.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa proyeksi pertumbuhan ekonomi Kanada?
Bank of Canada memproyeksikan pertumbuhan 1% pada 2026 serta 2% pada 2027 dan 2028, dengan pertumbuhan diperkirakan melambat pada kuartal IV 2026 akibat tarif baru AS.
Berapa suku bunga Bank of Canada setelah 28 Oktober 2026?
Bank of Canada menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 2,5%.
Apakah Bank of Canada akan menaikkan suku bunga lagi?
Bank of Canada menyatakan kenaikan lanjutan mungkin diperlukan, tetapi akan berhati-hati. Keputusan berikutnya pada 9 Desember 2026.
Mengapa bank sentral dunia kembali menaikkan suku bunga?
Karena harga energi tinggi akibat konflik Timur Tengah mendorong inflasi naik, sehingga bank sentral berupaya menjaga ekspektasi inflasi.
Apa dampak kenaikan suku bunga global bagi Indonesia?
Rupiah cenderung tertekan, yield SBN tetap tinggi sehingga bunga kredit berpotensi naik, dan ruang Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga terbatas.


