IHSG ditutup naik 16,18 poin atau 0,31% ke 5.282,31 pada Rabu, 28 Oktober 2026, setelah sempat jatuh ke 5.167,33 di tengah sesi. Rebound ini ditopang beli bersih investor asing sekitar Rp664,24 miliar, dengan BBCA sebagai saham yang paling banyak diborong. Meski indeks naik, jumlah saham yang turun masih lebih banyak dibanding yang naik.

Data Perdagangan 28 Oktober 2026
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Penutupan | 5.282,31 (+0,31%) |
| Pembukaan | sekitar 5.249 |
| Terendah | 5.167,33 |
| Nilai transaksi | sekitar Rp15,9 triliun |
| Saham naik / turun / tetap | 272 / 406 / 112 |
| Kapitalisasi pasar | sekitar Rp9.273,95 triliun |
| Beli bersih asing | sekitar Rp664,24 miliar |
Saham Apa yang Menopang IHSG?
Penguatan indeks didorong saham berkapitalisasi besar:
- ASII naik sekitar 7,99%.
- BBCA naik sekitar 7,65%.
Di sisi lain, sejumlah saham seperti BREN, MORA, dan DSSA sempat turun tajam pada sesi pertama. Kondisi ini menunjukkan rebound yang sempit: indeks naik karena beberapa saham besar, sementara mayoritas saham melemah.
Ke Mana Dana Asing Mengalir?

| Saham | Beli bersih asing |
|---|---|
| BBCA | sekitar Rp1,17 triliun |
| ENRG | Rp300,25 miliar |
| BRMS | Rp114,6 miliar |
| ASII | Rp53,33 miliar |
| GOTO | Rp49,19 miliar |
| DEWA | Rp43,73 miliar |
| BBRI | Rp43,66 miliar |
Sehari sebelumnya, 27 Oktober, asing justru mencatat jual bersih sekitar Rp651,3 miliar, seperti dibahas di IHSG anjlok 1,99% ke 5.266. Pergantian arah dalam sehari menunjukkan dana asing masih sangat selektif dan berjangka pendek.
Mengapa IHSG Bisa Rebound?
- Valuasi yang sudah turun dalam. IHSG telah turun sekitar 39% sejak awal tahun, sehingga sebagian investor melihat peluang di saham besar.
- Beli bersih asing di saham unggulan, terutama BBCA.
- Kebijakan OJK yang memperpanjang buyback tanpa RUPS hingga Juni 2027, seperti dijelaskan di OJK perpanjang buyback.
- RSI yang mendekati jenuh jual, di sekitar 29,49 menurut analisis teknikal Industry.co.id.
Apa Level Teknikal yang Perlu Dipantau?

| Level | Angka | Keterangan |
|---|---|---|
| Resistance 3 | 5.692 | Moving average 20 hari |
| Resistance 2 | 5.500 | Area psikologis |
| Resistance 1 | 5.350 | MA5 dan area psikologis |
| Support 1 | 5.167 | Terendah 28 Oktober |
| Support 2 | 5.050–5.100 | Area support berikutnya |
| Support 3 | 4.898 | Batas bawah Bollinger Band |
Skenario yang dinilai paling mungkin adalah konsolidasi di 5.200–5.350. Penutupan di bawah 5.167 dapat membuka ruang penurunan ke 5.050–5.100.
Apa Faktor Penggerak Berikutnya?
- Keputusan The Fed yang menahan suku bunga di 3,75%–4,00% dengan voting 10–2. Dampaknya dibahas di Fed tahan suku bunga dan dampaknya.
- Rupiah, yang pada hari yang sama ditutup melemah ke sekitar Rp18.175–18.184 per dolar AS.
- Antisipasi rebalancing MSCI pada November.
- Laporan keuangan kuartal III emiten.
Bagaimana Konteks IHSG Sepanjang Oktober?
IHSG melewati bulan yang sangat bergejolak. Indeks sempat anjlok tajam pada pertengahan Oktober akibat isu reklasifikasi MSCI, pulih ke sekitar 5.439 pada 23 Oktober, lalu turun dua hari beruntun sebelum rebound pada 28 Oktober.
| Tanggal | Penutupan IHSG | Catatan |
|---|---|---|
| 23 Oktober | sekitar 5.439 | Akhir pekan pemulihan |
| 26 Oktober | sekitar 5.373 | Seluruh sektor melemah |
| 27 Oktober | 5.266,13 | Turun 1,99%, asing jual bersih |
| 28 Oktober | 5.282,31 | Rebound 0,31%, asing beli bersih |
Pola naik-turun yang lebar ini menunjukkan pasar masih mencari keseimbangan. Kebijakan dan sentimen global bisa mengubah arah dalam waktu singkat.
Mengapa Breadth Pasar Penting?
Breadth adalah perbandingan jumlah saham naik dan turun. Pada 28 Oktober, 406 saham turun dan hanya 272 naik meski indeks menguat. Artinya, kenaikan IHSG terutama didorong beberapa saham berbobot besar. Rebound yang sehat biasanya ditandai lebih banyak saham naik dan nilai transaksi yang meningkat.
Bagaimana Peran Keputusan MSCI?
Salah satu faktor yang paling ditunggu adalah keputusan MSCI terkait klasifikasi pasar saham Indonesia. Indeks MSCI diikuti dana investasi global bernilai besar. Perubahan bobot atau klasifikasi dapat memicu arus dana asing dalam jumlah besar, terutama di saham berkapitalisasi besar seperti bank. Ketidakpastian ini menjelaskan mengapa arus asing berbalik arah dalam hitungan hari.
Apa Artinya bagi Investor Ritel?
- Rebound satu hari belum mengubah tren. Tunggu konfirmasi, misalnya penutupan di atas 5.350.
- Perhatikan breadth pasar: saat lebih banyak saham turun daripada naik, kenaikan indeks masih rapuh.
- Masuk bertahap jika ingin menambah porsi saham, seperti dibahas di dollar-cost averaging.
Data perdagangan resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia, dan rincian transaksi asing dapat dicek di Kontan.
Harga aset dapat berubah cepat. Artikel ini bukan rekomendasi beli atau jual instrumen apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah rebound IHSG 28 Oktober menandakan tren naik?
Belum tentu. Kenaikan terutama ditopang beberapa saham berbobot besar, sementara jumlah saham yang turun lebih banyak. Konfirmasi tren biasanya membutuhkan penutupan di atas resistance seperti 5.350 dan breadth pasar yang membaik.
Berapa penutupan IHSG pada 28 Oktober 2026?
IHSG ditutup naik 16,18 poin atau 0,31% ke 5.282,31 setelah sempat turun ke 5.167,33.
Berapa beli bersih asing pada 28 Oktober 2026?
Investor asing mencatat beli bersih sekitar Rp664,24 miliar, dengan BBCA sebagai saham yang paling banyak dibeli sekitar Rp1,17 triliun.
Saham apa yang menopang IHSG pada 28 Oktober 2026?
Kenaikan IHSG terutama ditopang ASII yang naik sekitar 7,99% dan BBCA yang naik sekitar 7,65%.
Apa level support dan resistance IHSG?
Support terdekat di 5.167, lalu 5.050–5.100 dan 4.898. Resistance di 5.350, 5.500, dan 5.692.


