Apple membukukan pendapatan US$114,5 miliar pada kuartal yang berakhir September 2026, naik 12% dan menjadi rekor untuk kuartal tersebut, dengan laba bersih sekitar US$30,7 miliar. Bagi investor Indonesia yang tertarik, saham AS dapat diakses melalui reksa dana global, aplikasi investasi yang menyediakan saham AS, atau ETF global, dengan risiko kurs dan pajak yang perlu diperhitungkan.
Hasil ini menjadi laporan pertama di bawah CEO baru John Ternus, yang menggantikan Tim Cook pada 1 September. Meski melampaui perkiraan, saham Apple sempat turun sekitar 1,8% pada perdagangan reguler 2 November, menunjukkan bahwa laporan bagus tidak selalu membuat harga saham naik.

Apa Isi Laporan Keuangan Apple?
| Segmen | Pendapatan | Perubahan |
|---|---|---|
| iPhone | US$57,6 miliar | +17% |
| Layanan | US$31,6 miliar | +10% (rekor) |
| Mac | US$10,8 miliar | +24% |
| Wearables & aksesori | US$8,3 miliar | −8% |
| iPad | US$6,2 miliar | −10% |
Laba per saham dilusi US$2,10, naik dari US$1,85. Margin kotor 47,9%. Pendapatan dari Tiongkok raya naik 21% pada kuartal ini. Untuk kuartal Desember, Apple memperkirakan pendapatan tumbuh 7–10%.
Mengapa Saham Bisa Turun Meski Laporan Bagus?
Harga saham mencerminkan ekspektasi. Jika investor sudah memperkirakan hasil yang sangat baik, laporan yang bagus belum tentu cukup untuk mendorong harga naik. Selain itu, pada 2 November, saham teknologi secara umum tertekan: Nasdaq turun 1,07% sementara Dow Jones naik 0,41%. Kondisi pasar secara keseluruhan sering lebih berpengaruh daripada kinerja satu perusahaan dalam jangka pendek. Contoh serupa terjadi pada laporan Alphabet dan Microsoft, seperti dibahas di Alphabet anjlok 10%, Microsoft naik 4%.
Bagaimana Cara Membeli Saham AS dari Indonesia?

- Reksa dana global: dikelola manajer investasi di Indonesia dan dibeli dalam rupiah atau dolar. Cocok untuk pemula karena terdiversifikasi. Penjelasannya ada di reksa dana indeks vs ETF.
- Aplikasi investasi saham AS: memungkinkan membeli saham tertentu, termasuk pecahan saham. Pastikan platform memiliki izin dan pengawasan yang jelas.
- ETF global: memberi paparan ke indeks seperti S&P 500 atau Nasdaq 100 dengan biaya relatif rendah.
Apa Risiko Investasi Saham AS?
- Risiko kurs: nilai investasi dalam rupiah naik turun mengikuti kurs. Rupiah berada di sekitar Rp18.156 per dolar; jika rupiah menguat, nilai investasi dalam rupiah berkurang.
- Risiko pasar: saham AS bisa turun tajam, seperti Nasdaq yang turun 2,9% pada 30 Oktober.
- Risiko konsentrasi: membeli satu saham saja berarti bergantung pada nasib satu perusahaan.
- Risiko regulasi dan platform: perbedaan aturan dan perlindungan investor antarnegara.
Bagaimana dengan Pajak dan Biaya?
Dividen saham AS umumnya dikenai pemotongan pajak di AS, dan penghasilan dari luar negeri juga perlu dilaporkan dalam SPT tahunan di Indonesia. Biaya lain meliputi komisi transaksi, biaya konversi mata uang, dan biaya penyimpanan. Selisih kurs saat menukar rupiah ke dolar dan sebaliknya bisa cukup besar, sehingga hitung total biaya sebelum berinvestasi.
Berapa Porsi Saham Global yang Masuk Akal?
Tidak ada angka pasti. Sebagian perencana keuangan menyarankan porsi kecil hingga moderat dari total portofolio saham untuk diversifikasi geografis, terutama saat pasar domestik sedang tertekan. Pastikan dana darurat dan kebutuhan jangka pendek tetap di instrumen rupiah yang stabil. Reksa dana global juga dibahas di AUM reksa dana September 2026.
Apa Pelajaran dari Laporan Apple?
Laporan Apple menunjukkan pentingnya melihat beberapa sisi sekaligus: pertumbuhan pendapatan, margin, segmen yang tumbuh dan melemah, serta panduan kinerja ke depan. Pertumbuhan iPhone dan Mac kuat, tetapi iPad dan wearables turun. Investor yang hanya melihat angka utama bisa melewatkan detail penting ini.
Bagaimana Kaitannya dengan Suku Bunga?
Saham teknologi sensitif terhadap suku bunga. Yield Treasury 10 tahun sekitar 4,90% dan peluang kenaikan Fed pada Desember sekitar 77% membuat valuasi saham bertumbuh lebih rentan. Data ISM manufaktur AS Oktober yang naik ke 55,5 memperkuat ekspektasi suku bunga tetap tinggi.
Bagaimana Peran Pasar Tiongkok bagi Apple?
Pendapatan Apple dari Tiongkok raya naik 21% pada kuartal ini dan 28% sepanjang tahun fiskal. Pertumbuhan ini penting karena sebelumnya pasar Tiongkok sempat melemah akibat persaingan ponsel lokal. Namun, data ekonomi Tiongkok terbaru menunjukkan perlambatan, dengan PMI manufaktur resmi turun ke 49,3. Investor saham global perlu memperhatikan risiko geopolitik dan ekonomi di pasar utama perusahaan, bukan hanya angka laporan keuangan.
Tips bagi Investor Pemula
- Mulai dari reksa dana atau ETF yang terdiversifikasi.
- Gunakan dana yang tidak dibutuhkan dalam lima tahun ke depan.
- Pahami biaya total, termasuk kurs.
- Hindari membeli karena berita sesaat.
Informasi resmi perusahaan tersedia di Apple Investor Relations dan perlindungan investor di OJK.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi membeli atau menjual efek tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa laba per saham Apple kuartal terakhir?
US$2,10 per saham dilusi, naik dari US$1,85 setahun sebelumnya.
Berapa pendapatan Apple kuartal terakhir?
US$114,5 miliar, naik 12% dan menjadi rekor untuk kuartal yang berakhir September.
Mengapa saham Apple turun meski laporan bagus?
Karena ekspektasi pasar sudah tinggi dan saham teknologi secara umum tertekan pada hari itu.
Bagaimana investor Indonesia membeli saham AS?
Melalui reksa dana global, aplikasi investasi yang menyediakan saham AS, atau ETF global.
Apa risiko utama investasi saham AS?
Risiko kurs, risiko pasar, risiko konsentrasi, serta risiko regulasi dan platform.
Siapa CEO Apple saat ini?
John Ternus, yang menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026.


