Investasi pasif semakin populer karena biayanya relatif rendah dan tidak perlu memilih saham satu per satu. Dua produk utama untuk strategi ini adalah reksa dana indeks dan ETF (Exchange Traded Fund).

Persamaan
Keduanya adalah reksa dana yang berusaha meniru kinerja indeks acuan, misalnya LQ45, IDX30, atau indeks sektoral. Manajer investasi tidak berusaha mengalahkan indeks, melainkan mengikutinya sedekat mungkin.
Perbedaan Utama
| Aspek | Reksa dana indeks | ETF |
|---|---|---|
| Tempat beli | Agen penjual atau aplikasi reksa dana | Bursa Efek Indonesia melalui sekuritas |
| Harga | Nilai Aktiva Bersih (NAB) dihitung sekali di akhir hari | Harga pasar bergerak sepanjang jam bursa |
| Minimal beli | Umumnya kecil | 1 lot atau 100 unit |
| Biaya transaksi | Biaya pembelian/penjualan jika ada | Komisi broker beli dan jual |
| Likuiditas | Pencairan beberapa hari kerja | Bisa dijual saat jam bursa, tergantung pembeli |
| Cocok untuk | Investasi rutin bulanan | Investor yang terbiasa bertransaksi di bursa |
Hal yang Sering Terlewat
1. Tracking error. Kinerja produk tidak pernah sama persis dengan indeks karena ada biaya pengelolaan dan perbedaan waktu penyesuaian portofolio.
2. Selisih harga ETF dan NAB. Harga ETF di bursa bisa sedikit di atas atau di bawah nilai sebenarnya, terutama jika transaksinya sepi.
3. Biaya tahunan. Biaya pengelolaan dipotong dari NAB setiap hari. Bandingkan antarproduk melalui prospektus dan fund fact sheet.
4. Kondisi indeks acuan. Indeks berisi saham besar seperti bank. Saat IHSG turun 1,22% pada 26 Oktober 2026 dengan seluruh sektor di zona merah, produk berbasis indeks saham juga ikut tertekan.
Mana yang Cocok?
- Pilih reksa dana indeks jika Anda ingin berinvestasi rutin dengan nominal kecil dan otomatis, misalnya lewat strategi dollar-cost averaging.
- Pilih ETF jika Anda sudah memiliki rekening saham, ingin harga yang transparan sepanjang hari, dan nyaman bertransaksi di bursa.
Tips Memulai
- Tentukan porsi saham dalam portofolio sesuai profil risiko, seperti dibahas di diversifikasi portofolio.
- Pilih indeks acuan yang Anda pahami isinya.
- Bandingkan biaya dan ukuran dana kelolaan.
- Investasikan untuk jangka panjang, minimal 5 tahun untuk aset saham.
Daftar ETF yang tercatat dapat dilihat di Bursa Efek Indonesia, dan izin manajer investasi dapat dicek di situs OJK.
Harga aset dapat berubah cepat. Artikel ini bukan rekomendasi beli atau jual instrumen apa pun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya reksa dana indeks dan ETF?
Keduanya meniru kinerja indeks. Reksa dana indeks dibeli melalui agen penjual dengan harga NAB akhir hari, sedangkan ETF diperdagangkan di bursa dengan harga pasar yang bergerak sepanjang jam perdagangan.
Berapa minimal membeli ETF?
ETF di Bursa Efek Indonesia dibeli minimal 1 lot atau 100 unit melalui perusahaan sekuritas.
Mana yang lebih cocok untuk pemula?
Reksa dana indeks umumnya lebih praktis untuk pemula yang ingin berinvestasi rutin dengan nominal kecil, sedangkan ETF cocok bagi yang sudah memiliki rekening saham dan nyaman bertransaksi di bursa.


