Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa gagasan pendirian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) bukan muncul secara tiba-tiba, melainkan telah lama terpendam di benaknya sejak puluhan tahun silam. Hal ini disampaikan Prabowo dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026, sebagaimana dikutip Senin (13/7).
Pengalaman di Pedesaan Jadi Titik Awal Gagasan
Prabowo bercerita bahwa gagasan tersebut bermula dari pengalamannya semasa bertugas sebagai prajurit TNI di pelosok desa. Saat itu, ia menyaksikan langsung bagaimana masyarakat hidup dalam keterbatasan, termasuk kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, bahkan pernah menyaksikan ada warga yang meninggal dunia akibat kelaparan. Pengalaman tersebut menumbuhkan tekadnya untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat pedesaan, dengan koperasi sebagai salah satu jalan yang diyakininya mampu memperkuat kondisi ekonomi masyarakat rentan.
Prabowo menyampaikan bahwa dari pengalaman itu ia melihat pentingnya menjaga dan memelihara kemampuan masyarakat desa, karena “kita harus menjaga, kita harus memelihara kemampuan kita di desa-desa”, mengingat kekuatan bangsa dalam perjuangan kemerdekaan turut bertumpu pada desa-desa.
Keprihatinan terhadap Jerat Utang Rentenir
Selain pengalaman di pedesaan, Prabowo juga menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat rentan yang sulit melepaskan diri dari jeratan utang. Menurutnya, kelompok masyarakat ini umumnya memiliki penghasilan yang rendah sekaligus tidak menentu, sehingga kerap terpaksa berutang untuk memenuhi kebutuhan dasar maupun kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan atau pengobatan anak.
Ia menambahkan bahwa rendahnya literasi keuangan membuat sebagian masyarakat akhirnya memilih meminjam uang kepada rentenir dengan bunga yang mencekik, kondisi yang menurutnya justru semakin memperburuk kesejahteraan mereka.
Menyoroti Ketidakadilan Struktural Akses Pembiayaan
Prabowo turut menyoroti apa yang ia sebut sebagai ketidakadilan struktural, di mana pelaku usaha besar dapat memperoleh restrukturisasi maupun penghapusan utang dari lembaga perbankan, sementara masyarakat kecil tidak memiliki akses terhadap kemudahan serupa. Ia menegaskan bahwa masyarakat rentan juga berhak memperoleh akses pembiayaan yang murah, dan koperasi simpan pinjam dapat menjadi salah satu solusi atas persoalan tersebut.
Ia menyampaikan bahwa rakyat harus mendapat kesempatan meminjam uang dengan bunga yang murah, sehingga jawabannya adalah menghadirkan koperasi simpan pinjam di setiap desa di seluruh Indonesia.
Koperasi sebagai Sarana Penyaluran Barang Subsidi
Selain berfungsi sebagai lembaga simpan pinjam, Prabowo berharap KDKMP juga dapat menjadi sarana penyaluran berbagai barang bersubsidi agar tepat sasaran dan terhindar dari penyalahgunaan. Ia menyampaikan bahwa hampir seluruh barang subsidi berpotensi disalurkan melalui koperasi, mengingat selama ini sebagian barang subsidi kerap tidak sampai kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Baca juga, Tersangka Pencabulan Santriwati di Pati Ditangkap di Wonogiri Usai Sempat Buron
Percepatan Realisasi Program
Prabowo menyampaikan bahwa berbagai pengalaman tersebut mendorong pemerintahannya untuk mempercepat realisasi program KDKMP setelah dirinya menjabat sebagai Presiden. Ia menekankan bahwa persoalan yang dihadapi masyarakat memerlukan langkah cepat, karena kondisi masyarakat yang kesulitan tidak dapat diselesaikan hanya dengan cara-cara biasa. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat rentan, sehingga mereka mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri dan terbebas dari jeratan rentenir.
