Pasangan mata uang EUR/JPY sempat menarik minat penjual setelah pergerakan intraday sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan terakhir, sebelum akhirnya turun ke area 185,70โ185,75 pada awal sesi Eropa hari Rabu. Meski begitu, latar belakang fundamental yang mendukung tetap menguntungkan pihak pembeli, seiring fokus pasar yang tertuju pada pertemuan penting Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) pada hari Kamis. Bagi trader yang memantau pasangan mata uang ini melalui platform RRFX (rrfx.co.id), memahami konteks di balik pergerakan tersebut menjadi penting sebelum mengambil keputusan trading.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga ECB Menopang Euro
Ekspektasi terhadap nada hawkish dari ECB dinilai berpotensi terus menopang mata uang Euro, sekaligus mendukung pasangan EUR/JPY di tengah sentimen bearish yang membayangi Yen Jepang. Saat ini, investor memperkirakan probabilitas sebesar 78 persen untuk kenaikan suku bunga ECB tambahan sebesar 25 basis poin pada bulan September, di tengah kekhawatiran terhadap inflasi yang didorong oleh harga energi. Kenaikan tersebut berpotensi mengangkat suku bunga fasilitas simpanan utama ECB menjadi 2,25 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan suku bunga kebijakan Bank of Japan (BoJ) yang saat ini berada di 1 persen โ level tertinggi sejak 1995.
Ruang Kenaikan Ekspektasi Suku Bunga Dinilai Mulai Terbatas
Meski fokus pasar semakin tertuju pada pertemuan dan konferensi pers ECB mendatang, analis di ING menilai ruang untuk repricing hawkish lebih lanjut tampak mulai terbatas. Mengutip catatan ECB cheat sheet dari ING, pasar dinilai sulit untuk memperkirakan suku bunga ECB yang bahkan lebih tinggi lagi, terlepas dari bahasa yang disampaikan dalam pertemuan maupun konferensi pers besok, yang mengindikasikan sebagian besar narasi pengetatan kemungkinan sudah tercermin dalam ekspektasi pasar saat ini.
Risiko Intervensi Yen Jepang Jadi Perhatian Pasar
Bloomberg melaporkan bahwa pelemahan Yen Jepang belakangan ini menimbulkan risiko kenaikan terhadap inflasi domestik Jepang, kondisi yang semestinya memungkinkan BoJ mempercepat siklus pengetatan kebijakan moneternya. Selain itu, muncul pula spekulasi bahwa otoritas Jepang berpotensi turun tangan untuk menopang mata uang domestik, yang mendorong sejumlah aksi short-covering JPY dan turut membebani pasangan EUR/JPY. Meski demikian, selisih suku bunga yang masih lebar antara Eropa dan Jepang menjaga aktivitas carry trade tetap berjalan, sehingga mengharuskan pembeli JPY untuk tetap berhati-hati.
Ketegangan Selat Hormuz Turut Membatasi Penguatan Yen
Selain faktor kebijakan moneter, investor juga tetap mencermati risiko ekonomi yang berasal dari kebuntuan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, mengingat Jepang bergantung pada jalur perairan tersebut untuk lebih dari 90 persen kebutuhan impor minyak mentahnya. Kondisi ini berpotensi turut membatasi penguatan berarti pada Yen Jepang, sekaligus menegaskan prospek jangka pendek yang masih cenderung positif bagi pasangan EUR/JPY. Dengan demikian, setiap pullback korektif yang terjadi berpotensi dipandang pasar sebagai peluang beli, dan pelemahan lebih lanjut kemungkinan akan tetap terbatas.
Memahami Carry Trade dan Kaitannya dengan EUR/JPY
Salah satu konsep penting yang perlu dipahami trader dalam konteks pergerakan EUR/JPY belakangan ini adalah carry trade, yaitu strategi meminjam dana pada mata uang dengan suku bunga rendah, seperti Yen Jepang, untuk kemudian diinvestasikan pada mata uang dengan suku bunga lebih tinggi, seperti Euro. Selisih suku bunga yang lebar antara ECB dan BoJ membuat strategi ini tetap menarik bagi sebagian pelaku pasar, karena mereka mendapatkan keuntungan dari selisih suku bunga, di luar potensi keuntungan dari pergerakan nilai tukar itu sendiri. Kondisi inilah yang turut menjelaskan mengapa tekanan jual pada Yen cenderung persisten, meski terdapat risiko intervensi dari otoritas Jepang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa ekspektasi kenaikan suku bunga ECB memengaruhi EUR/JPY?
Ekspektasi kenaikan suku bunga umumnya membuat suatu mata uang lebih menarik bagi investor, karena berpotensi menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi. Dalam kasus ini, ekspektasi kenaikan suku bunga ECB memperlebar selisih suku bunga dengan BoJ, yang turut menopang Euro terhadap Yen.
Apa yang dimaksud dengan intervensi mata uang?
Intervensi mata uang adalah tindakan otoritas moneter suatu negara untuk memengaruhi nilai tukar mata uangnya secara langsung di pasar, biasanya dilakukan ketika pelemahan atau penguatan mata uang tersebut dinilai sudah berlebihan dan berisiko mengganggu stabilitas ekonomi domestik.
Apa itu carry trade dalam konteks forex?
Carry trade adalah strategi memanfaatkan selisih suku bunga antara dua mata uang, dengan cara meminjam pada mata uang bersuku bunga rendah dan menginvestasikannya pada mata uang bersuku bunga lebih tinggi, guna memperoleh keuntungan dari selisih suku bunga tersebut.
Baca juga, Harga Emas Antam Naik, Didorong Kenaikan Emas Global dan Sentimen Geopolitik
Bagaimana trader bisa memantau pergerakan EUR/JPY secara praktis?
Trader dapat memantau pergerakan EUR/JPY secara real-time melalui platform seperti RRFX, serta mengikuti kalender ekonomi untuk mengetahui jadwal pertemuan bank sentral maupun rilis data penting yang berpotensi memengaruhi volatilitas pasangan mata uang tersebut.
