Rapor pasar Oktober 2026: sepanjang bulan ini, minyak Brent menjadi aset dengan kenaikan terbesar, sekitar 11,5%, sementara perak dan emas melemah dan euro turun sekitar 1,2% terhadap dolar AS. Indeks dolar AS menuju kenaikan bulanan kedua berturut-turut, sekitar 0,3%. Di dalam negeri, IHSG mengalami tekanan berat setelah MSCI mengusulkan penurunan status Indonesia menjadi standalone market, sedangkan rupiah bergerak di sekitar Rp18.100–18.200 per dolar AS menjelang akhir bulan.
Rapor ini merangkum angka-angka utama sebagai bahan evaluasi portofolio sebelum memasuki November.

Bagaimana Kinerja Aset Global di Oktober?
Berdasarkan data yang dikutip media per 28–30 Oktober 2026:
| Aset | Perkiraan perubahan Oktober | Level akhir bulan |
|---|---|---|
| Minyak Brent | sekitar +11,5% | sekitar US$112 per barel |
| AUD/USD | sekitar +1,2% | sekitar 0,704 |
| GBP/USD | sekitar +1,0% | sekitar 1,340 |
| Indeks dolar AS | sekitar +0,3% | sekitar 101,8 |
| NZD/USD | relatif datar | sekitar 0,564 |
| EUR/USD | sekitar −1,2% | sekitar 1,120 |
| Emas | sekitar −2,8% | sekitar US$4.000 per ons |
| Perak | sekitar −12,3% | sekitar US$51–54 per ons |
Angka akhir bulan bisa sedikit berbeda karena perdagangan masih berlangsung hingga 30 Oktober.
Mengapa Minyak Menjadi Juara Bulan Ini?
Ketegangan di Timur Tengah, terutama terkait Iran, membuat pasar khawatir terhadap pasokan. Brent mencatat kenaikan bulanan keempat berturut-turut. Penjelasan lengkap penyebab dan dampaknya ada di harga minyak Brent naik sekitar 11,5% di Oktober.
Mengapa Euro Melemah?
Euro sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2025 pada 29 Oktober. ECB menahan suku bunga deposito di 2,5% meski inflasi zona euro 3,8% pada September, dan Christine Lagarde mengumumkan akan mundur lebih awal pada Februari 2027. Yield obligasi Prancis 10 tahun naik ke sekitar 5% juga menambah kekhawatiran fiskal di kawasan.
Mengapa Emas dan Perak Tertekan?

Emas terkoreksi setelah mencetak rekor tinggi pada awal tahun, dan tekanan bertambah karena data ekonomi AS yang kuat. Perak turun jauh lebih dalam karena permintaannya lebih banyak berasal dari industri, sehingga lebih sensitif terhadap kekhawatiran perlambatan ekonomi dan suku bunga tinggi. Pergerakan perak sebelumnya dibahas di harga perak turun 15% sebulan.
Bagaimana Kinerja Pasar Indonesia?
Oktober menjadi bulan yang berat bagi bursa saham Indonesia:
- Pada 16 Oktober, IHSG turun sekitar 11% dalam sehari setelah MSCI meluncurkan konsultasi penurunan status pasar.
- Pada 29 Oktober, IHSG kembali anjlok 3,49% ke 5.098, dengan jual bersih asing besar.
- Sejak awal tahun, IHSG sudah turun lebih dari 30%.
Rupiah sempat mencatat penutupan terlemah di sekitar Rp18.175 pada 28 Oktober, sebelum menguat tipis ke Rp18.137 sehari kemudian. Faktor penyebabnya dibahas di rupiah ditutup Rp18.175. Dampak isu MSCI bagi investor reksa dana dijelaskan di isu MSCI standalone dan IHSG anjlok.
Apa Keputusan Bank Sentral Bulan Ini?
Hampir semua bank sentral besar memilih menahan suku bunga pada akhir Oktober:
- The Fed menahan di 3,75–4,00% pada 28 Oktober.
- ECB menahan suku bunga deposito di 2,5% pada 29 Oktober.
- Bank of Japan menahan di 1,25% pada 30 Oktober.
- Bank of Canada justru menaikkan suku bunga ke 2,5%.
Yield obligasi AS 10 tahun turun ke sekitar 4,9% pada 30 Oktober, terendah dalam lebih dari sebulan.
Apa Pelajaran untuk Investor?
- Diversifikasi bekerja: saat saham Indonesia jatuh, aset lain seperti minyak dan sebagian mata uang justru naik.
- Volatilitas tinggi menuntut ukuran posisi yang lebih hati-hati.
- Evaluasi alokasi aset setiap akhir bulan atau kuartal, lalu lakukan penyesuaian bila perlu.
Bagaimana Kinerja Mata Uang Komoditas?
Dolar Australia dan poundsterling termasuk mata uang yang menguat terhadap dolar AS sepanjang Oktober. Dolar Australia didukung data inflasi Australia yang tinggi, sehingga pasar memperkirakan Reserve Bank of Australia tetap ketat. Poundsterling didukung anggaran Inggris yang dinilai tanpa kejutan. Sebaliknya, dolar Selandia Baru cenderung datar setelah RBNZ menahan suku bunga. Perbedaan arah ini menunjukkan kebijakan bank sentral masing-masing negara menjadi penggerak utama kurs, bukan hanya kekuatan dolar AS.
Apa Agenda Utama Awal November?
Pekan pertama November akan diisi keputusan Reserve Bank of Australia pada 3 November, pemilu sela AS pada 3 November, keputusan Bank of England pada 5 November, dan data tenaga kerja AS pada 6 November. Di dalam negeri, data inflasi Oktober dan pertumbuhan ekonomi kuartal III dijadwalkan dirilis BPS pada awal November.
Data resmi perdagangan saham dapat dipantau di Bursa Efek Indonesia, sedangkan kurs referensi rupiah tersedia di Bank Indonesia.
Harga aset dapat berubah cepat. Artikel ini bukan rekomendasi beli atau jual instrumen apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Aset apa yang naik paling tinggi di Oktober 2026?
Minyak Brent, dengan perkiraan kenaikan sekitar 11,5% sepanjang bulan.
Bagaimana kinerja euro di Oktober 2026?
EUR/USD turun sekitar 1,2% dan sempat menyentuh level terendah sejak Mei 2025 pada 29 Oktober.
Bagaimana kinerja emas di Oktober 2026?
Emas turun sekitar 2,8% dan bergerak di sekitar US$4.000 per ons menjelang akhir bulan.
Apa yang membuat IHSG tertekan di Oktober?
Usulan MSCI menurunkan status Indonesia menjadi standalone market, yang memicu jual bersih asing dan penurunan tajam pada 16 dan 29 Oktober.


