Yield Treasury turun ke sekitar 4,90% untuk tenor 10 tahun pada 4 November 2026 setelah Partai Demokrat memenangkan kendali Kongres AS, dan penurunan yield berarti harga obligasi naik, sebuah hubungan berlawanan yang juga berlaku untuk SBN dan reksa dana pendapatan tetap di Indonesia. Pasar memperkirakan defisit AS lebih kecil sehingga penerbitan obligasi berkurang.
Memahami hubungan ini membantu investor membaca berita pasar obligasi.

Mengapa Harga dan Yield Berlawanan?
Obligasi membayar kupon tetap. Jika yield pasar turun, obligasi lama dengan kupon lebih tinggi menjadi lebih menarik, sehingga harganya naik. Sebaliknya, jika yield pasar naik, obligasi lama kurang menarik dan harganya turun.
Contoh Sederhana

Sebuah SBN tenor 10 tahun dengan kupon 7% dijual di harga 100. Jika yield pasar turun ke 6,5%, harganya naik sekitar 103,6. Jika yield naik ke 7,5%, harganya turun sekitar 96,5. Angka ini ilustrasi; perubahan sebenarnya bergantung pada sisa tenor dan kupon. Cara menghitung yield dijelaskan di cara menghitung yield to maturity obligasi dan SBN ritel.
| Yield pasar | Harga obligasi kupon 7% (10 tahun) |
|---|---|
| 6,5% | Sekitar 103,6 |
| 7,0% | 100 |
| 7,5% | Sekitar 96,5 |
Apa Itu Durasi?
Durasi mengukur seberapa sensitif harga obligasi terhadap perubahan yield. Obligasi tenor panjang memiliki durasi lebih besar, sehingga harganya berubah lebih tajam. Obligasi tenor pendek lebih stabil.
Bagaimana Dampak ke SBN?
Yield Treasury yang turun mempersempit selisih dengan negara lain. Jika selisih yield SBN terhadap Treasury tetap menarik, investor asing bisa kembali membeli SBN, menurunkan yield SBN dan menaikkan harganya. Namun, faktor domestik seperti kurs dan kebijakan BI juga berpengaruh.
Bagaimana dengan SBN Ritel?
SBN ritel seperti ORI dan SBR dibeli di harga 100 dan dibayar penuh saat jatuh tempo. Jika dipegang hingga jatuh tempo, perubahan harga pasar tidak berpengaruh. Untuk seri yang bisa diperdagangkan, investor bisa menjual di atas harga beli jika yield turun. Simulasi imbal hasil ada di simulasi imbal hasil ST017 vs deposito.
Bagaimana dengan Reksa Dana Pendapatan Tetap?
Nilai aktiva bersih reksa dana pendapatan tetap naik saat yield turun karena harga obligasi dalam portofolio naik. Sebaliknya, NAB turun saat yield naik. Reksa dana dengan durasi panjang lebih sensitif.
Apa Risiko Ke Depan?
Peluang kenaikan Fed Desember sekitar 81% bisa menahan penurunan yield tenor pendek. Data nonfarm payrolls yang kuat pada 6 November bisa menaikkan yield kembali. Kebuntuan politik soal batas utang juga bisa memicu volatilitas.
Bagaimana Strategi Investor?
Investor yang mengejar pendapatan tetap bisa memegang SBN ritel hingga jatuh tempo. Investor yang ingin memanfaatkan penurunan yield bisa memilih reksa dana pendapatan tetap, dengan memahami risiko harga. Sesuaikan dengan profil risiko dan jangka waktu.
Kesalahan Umum
- Mengira harga obligasi tidak pernah turun.
- Menjual SBN di tengah jalan saat yield naik tanpa perhitungan.
- Mengabaikan durasi saat memilih reksa dana pendapatan tetap.
Bagaimana Kurva Yield?
Kurva yield menggambarkan yield obligasi pada berbagai tenor. Jika yield tenor panjang turun lebih dalam dibanding tenor pendek, kurva menjadi lebih datar. Hal ini sering terjadi saat pasar memperkirakan pertumbuhan atau inflasi jangka panjang yang lebih rendah.
Bagaimana Reksa Dana Pasar Uang?
Reksa dana pasar uang berisi deposito dan surat utang jangka pendek, sehingga lebih stabil dibanding reksa dana pendapatan tetap. Cocok untuk dana jangka pendek atau dana darurat. Cara membaca fund fact sheet ada di cara membaca fund fact sheet.
Bagaimana Pengaruh Rupiah?
Investor asing yang membeli SBN memperhitungkan risiko kurs. Rupiah yang menguat ke Rp18.081 per dolar pada 5 November bisa membuat SBN lebih menarik bagi investor asing, yang mendukung harga SBN.
Bagaimana Memilih Tenor?
Investor yang khawatir yield naik kembali bisa memilih tenor pendek yang lebih stabil. Investor yang yakin yield akan terus turun bisa memilih tenor panjang untuk potensi kenaikan harga lebih besar, dengan risiko lebih tinggi.
Bagaimana Peran Inflasi?
Inflasi memengaruhi yield riil. Inflasi Indonesia Oktober 3,23% berarti SBN dengan kupon sekitar 6–7% memberi yield riil positif. Yield riil positif membuat SBN tetap menarik bagi investor domestik maupun asing.
Bagaimana Lelang SUN?
Pemerintah rutin melelang SUN untuk membiayai APBN. Permintaan lelang yang tinggi menandakan minat investor kuat dan bisa menurunkan yield. Pembahasan lelang sebelumnya ada di cara kerja lelang SUN dan bid-to-cover.
Apa yang Perlu Dipantau?
- Yield Treasury 10 tahun dan yield SBN 10 tahun.
- Arus modal asing di SBN.
- Keputusan RDG BI pada 17–18 November.
Informasi resmi tersedia di DJPPR Kementerian Keuangan dan U.S. Department of the Treasury.
Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu. Nilai investasi dapat naik dan turun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa harga obligasi naik saat yield turun?
Karena kupon obligasi lama menjadi lebih menarik dibanding yield pasar yang lebih rendah.
Berapa yield Treasury 10 tahun pada 4 November 2026?
Sekitar 4,90%.
Apa itu durasi?
Ukuran sensitivitas harga obligasi terhadap perubahan yield.
Apakah SBN ritel terpengaruh?
Tidak jika dipegang hingga jatuh tempo; seri yang diperdagangkan bisa dijual di atas harga beli jika yield turun.
Bagaimana dampak ke reksa dana pendapatan tetap?
NAB cenderung naik saat yield turun dan turun saat yield naik.


