Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 4,9% sepanjang pekan 19–23 Oktober 2026, ditutup di 5.439,25 dari 5.185,10 pada pekan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah IHSG anjlok tajam pada pertengahan Oktober.

Statistik Perdagangan Sepekan
| Indikator | Pekan ini | Perubahan |
|---|---|---|
| Penutupan IHSG | 5.439,25 | +4,9% |
| Kapitalisasi pasar | Rp9.583 triliun | +4,66% |
| Rata-rata nilai transaksi harian | Rp20,34 triliun | +25,42% |
| Rata-rata frekuensi harian | 1,95 juta kali | +13,80% |
| Rata-rata volume harian | 39,96 miliar saham | −9,39% |
Kenaikan nilai transaksi menunjukkan minat beli meningkat, terutama pada saham berkapitalisasi besar.
Penopang Kenaikan
Saham-saham besar seperti BMRI, BBRI, dan BREN menjadi penopang utama. Sentimen pendukung lainnya antara lain:
- Program pembelian kembali (buyback) saham sejumlah emiten BUMN.
- Rencana Bursa Efek Indonesia mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026.
Asing Masih Jual Bersih
Meski indeks naik, investor asing mencatat jual bersih sekitar Rp1,28 triliun pada 23 Oktober. Sejak awal tahun, jual bersih asing mencapai sekitar Rp94,87 triliun. Artinya, kenaikan pekan lalu lebih banyak ditopang investor domestik.
Masih Jauh dari Awal Tahun
Meski pulih dari titik terendah, IHSG masih turun lebih dari 30% sepanjang 2026. Pemulihan pekan lalu belum mengubah gambaran besar bahwa pasar masih rentan terhadap sentimen global, termasuk keputusan The Fed pekan ini dan harga minyak yang tinggi.
Pekan Ini
- 28–29 Oktober: keputusan The Fed.
- 2 November: perubahan perhitungan IHSG mulai berlaku.
- Awal November: rilis inflasi Oktober oleh BPS.
Sikap Investor Ritel
- Hindari membeli karena takut ketinggalan (FOMO) setelah kenaikan tajam.
- Gunakan investasi bertahap seperti dollar-cost averaging.
- Jaga porsi saham sesuai profil risiko, seperti dibahas di diversifikasi portofolio.
Penurunan tajam IHSG sebelumnya dapat dibandingkan dengan IHSG anjlok lebih dari 3%. Data perdagangan resmi tersedia di Bursa Efek Indonesia.
Harga aset dapat berubah cepat. Artikel ini bukan rekomendasi beli atau jual instrumen apa pun.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa penutupan IHSG pada 23 Oktober 2026?
IHSG ditutup di 5.439,25 pada 23 Oktober 2026, naik 4,9% dibanding penutupan pekan sebelumnya di 5.185,10.
Apakah investor asing membeli saham pekan lalu?
Tidak. Investor asing mencatat jual bersih sekitar Rp1,28 triliun pada 23 Oktober dan sekitar Rp94,87 triliun sejak awal tahun.
Saham apa yang menopang kenaikan IHSG?
Saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, BBRI, dan BREN menjadi penopang utama kenaikan IHSG sepekan.


