Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) bergerak lebih tinggi 2,54 persen ke level 1.010 dibandingkan penutupan Jumat lalu. Saham ini dibuka dengan gap naik di 990 dan sempat turun ke titik terendah harian 970 pada awal perdagangan, sebelum akhirnya berbalik arah dan mencatatkan level tertinggi hari di 1.010, di tengah kabar bahwa perseroan menjalin kerja sama dengan PT Bank Mizuho Indonesia. Kinerja positif ini sekaligus memulihkan penutupan merah pada Jumat lalu, sekaligus mematahkan tren penurunan dua hari perdagangan berturut-turut sebelumnya.
Kerja Sama Fasilitas Non-Cash Loan hingga USD 75 Juta
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pagi ini, PGEO menandatangani perjanjian Trade Facility dengan PT Bank Mizuho Indonesia, berupa kerja sama fasilitas non-cash loan dengan plafon hingga USD 75 juta tanpa agunan. Fasilitas pinjaman dan trade tanpa komitmen ini mencakup fasilitas Bank Garansi, Standby Letter of Credit (SBLC), Letter of Credit (L/C) Impor, Account Payable Financing (APF), serta fasilitas pinjaman berulang (revolving loan facility).
Dukung Ekspansi Kapasitas Energi Bersih hingga 1,8 GW
Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pendanaan dan memperkuat fleksibilitas pembiayaan, sekaligus mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan. Sementara itu, Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, menyampaikan bahwa kerja sama ini mencerminkan komitmen bank untuk mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.
Aksi korporasi ini diharapkan turut mendukung target kapasitas terpasang yang dikelola mandiri oleh PGE, yang ditargetkan mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028, dan meningkat hingga 1,8 GW pada 2034.
Analisis Teknikal: Tren Panjang Masih Turun, Momentum Jangka Pendek Membaik
Secara teknikal, tren jangka panjang saham PGEO masih tergolong turun, karena harga masih bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 200 hari yang saat ini berada di 1.109. Meski demikian, jarak antara harga dan rata-rata tersebut semakin menyempit, menyusul kebangkitan saham ini dari titik terendah 2026 di level 770 yang tercatat pada 8 Juni.
Relative Strength Index (RSI) 14 hari saat ini berada di 59,19, mengindikasikan momentum yang cenderung bullish karena berada di atas level netral 50. Namun dalam jangka pendek, saham ini masih bergerak dalam kisaran sideways yang terbentuk sejak pertengahan Juli 2026. Kabar kerja sama dengan Bank Mizuho Indonesia dinilai belum cukup untuk membawa saham ini menembus dengan tegas salah satu sisi kisaran tersebut, meski setidaknya berhasil menahan PGEO dari tren kemerosotan lebih lanjut.
