Terkini  
Perencanaan Keuangan

Sinking Fund: Cara Menabung untuk Pengeluaran Tahunan seperti Pajak Kendaraan, Biaya Sekolah, dan Liburan agar Tidak Mengganggu Gaji

Pengeluaran besar yang datang setahun sekali sering mengacaukan anggaran bulanan. Sinking fund membagi biaya itu menjadi tabungan kecil setiap bulan.

Sinking Fund: Cara Menabung untuk Pengeluaran Tahunan seperti Pajak Kendaraan, Biaya Sekolah, dan Liburan agar Tidak Mengganggu Gaji

Pajak kendaraan, biaya masuk sekolah, premi asuransi tahunan, atau liburan akhir tahun sering terasa seperti “pengeluaran mendadak”, padahal tanggalnya sudah bisa diperkirakan. Solusinya adalah sinking fund.

Fakta kunci: Sinking Fund: Cara Menabung untuk Pengeluaran Tahunan seperti Pajak Kendaraan, Biaya Sekolah, dan Liburan agar Tidak Mengganggu Gaji
Contoh pembagian sinking fund bulanan untuk empat pengeluaran tahunan.

Apa Itu Sinking Fund?

Sinking fund adalah tabungan khusus untuk pengeluaran yang pasti akan terjadi di masa depan, dikumpulkan sedikit demi sedikit setiap bulan.

Bedanya dengan dana darurat:

AspekSinking fundDana darurat
Untuk apaPengeluaran yang sudah direncanakanKejadian tak terduga
WaktuTanggal diketahuiTidak diketahui
ContohPajak kendaraan, sekolah, liburanPHK, sakit, perbaikan darurat

Dana darurat tetap diperlukan. Cara menghitungnya dijelaskan di cara menghitung dana darurat.

Cara Membuat Sinking Fund

Langkah 1: Daftar pengeluaran tahunan.

PengeluaranBiaya per tahunBulan jatuh tempo
Pajak kendaraanRp2.300.000Maret
Servis dan ganti banRp2.100.000Agustus
Biaya masuk sekolahRp4.500.000Juli
Liburan akhir tahunRp6.000.000Desember
TotalRp14.900.000

Langkah 2: Bagi dengan jumlah bulan tersisa. Jika semua dikumpulkan dalam 12 bulan: Rp14.900.000 ÷ 12 = sekitar Rp1.242.000 per bulan.

Untuk pengeluaran yang jatuh tempo lebih cepat, bagi dengan jumlah bulan yang tersisa. Contoh: pajak kendaraan Rp2.300.000 yang jatuh tempo 5 bulan lagi membutuhkan Rp460.000 per bulan.

Langkah 3: Pisahkan rekeningnya. Gunakan rekening atau kantong terpisah agar dana tidak terpakai untuk kebutuhan lain.

Langkah 4: Otomatiskan. Atur transfer otomatis di hari gajian.

Memasukkan ke Anggaran Bulanan

Dalam pola anggaran 50/30/20, sinking fund bisa diambil dari porsi kebutuhan (untuk pajak dan sekolah) dan porsi keinginan (untuk liburan). Penerapan pola ini dijelaskan di anggaran 50/30/20.

Di Mana Menyimpan Sinking Fund?

  • Di bawah 6 bulan: tabungan biasa atau rekening terpisah di bank digital.
  • 6–12 bulan: deposito jangka pendek atau tabungan berjangka.
  • Lebih dari 1 tahun: bisa dipertimbangkan reksa dana pasar uang.

Pilihan tempat parkir dana dibahas di tabungan berjangka vs deposito.

Antisipasi Kenaikan Harga

Dengan inflasi tahunan 3,28% per September 2026, biaya tahun depan kemungkinan lebih tinggi. Tambahkan cadangan sekitar 5%–10% pada setiap pos, terutama biaya pendidikan dan perjalanan.

Edukasi perencanaan keuangan juga tersedia di Sikapi Uangmu dari OJK.

Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu sinking fund?

Sinking fund adalah tabungan khusus untuk pengeluaran yang pasti akan terjadi di masa depan, seperti pajak kendaraan atau biaya sekolah, yang dikumpulkan sedikit demi sedikit setiap bulan.

Apa bedanya sinking fund dan dana darurat?

Sinking fund untuk pengeluaran yang sudah direncanakan dan tanggalnya diketahui, sedangkan dana darurat untuk kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan atau sakit.

Bagaimana cara menghitung sinking fund?

Jumlahkan seluruh pengeluaran tahunan, lalu bagi dengan jumlah bulan yang tersisa sebelum jatuh tempo. Contohnya, Rp14,9 juta dibagi 12 bulan sama dengan sekitar Rp1,24 juta per bulan.

Tim Redaksi TradeSphere FX

Tim Redaksi TradeSphere FX menyajikan berita keuangan, investasi, dan pasar yang akurat dan mudah dipahami.