Persiapan keuangan menghadapi PHK dimulai dengan dana darurat setara tiga sampai enam bulan pengeluaran, memahami hak pesangon, dan mengetahui manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dari BPJS Ketenagakerjaan. Ketiganya menjadi lapisan pengaman agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi selama mencari pekerjaan baru.
Ketidakpastian ekonomi global, harga energi yang bergejolak, dan suku bunga tinggi membuat sebagian perusahaan berhati-hati menambah atau mempertahankan karyawan. Mempersiapkan diri sejak awal jauh lebih ringan daripada bereaksi setelah PHK terjadi.

Mengapa Persiapan Sebelum PHK Penting?
PHK sering datang tiba-tiba. Tanpa persiapan, banyak orang terpaksa memakai kartu kredit atau pinjaman daring untuk kebutuhan sehari-hari, yang menambah beban saat penghasilan berhenti. Persiapan sejak awal memberi waktu untuk mencari pekerjaan yang sesuai tanpa tekanan keuangan berlebihan.
Lapisan 1: Dana Darurat
Dana darurat adalah tabungan khusus untuk keadaan mendesak. Pekerja tetap umumnya disarankan menyimpan tiga sampai enam bulan pengeluaran, sedangkan pekerja lepas enam sampai dua belas bulan. Simpan di instrumen yang mudah dicairkan, seperti tabungan atau reksa dana pasar uang. Cara menghitungnya dijelaskan di cara menghitung dana darurat sesuai kondisi.
Lapisan 2: Pesangon
Pekerja yang terkena PHK berhak atas kompensasi sesuai peraturan ketenagakerjaan, seperti uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, dan uang penggantian hak, tergantung alasan PHK dan masa kerja. Besarannya bisa berbeda, sehingga periksa perjanjian kerja, peraturan perusahaan, dan aturan yang berlaku. Minta rincian perhitungan secara tertulis dan konsultasikan dengan dinas tenaga kerja atau serikat pekerja jika ada keraguan.
Lapisan 3: Jaminan Kehilangan Pekerjaan
JKP adalah program BPJS Ketenagakerjaan yang memberikan manfaat uang tunai untuk jangka waktu tertentu, akses informasi pasar kerja, dan pelatihan bagi pekerja yang terkena PHK dan memenuhi syarat kepesertaan. Syaratnya antara lain terdaftar sebagai peserta dan telah membayar iuran dalam jangka waktu tertentu. Pastikan status kepesertaan aktif sebelum PHK terjadi.
Lapisan 4: JHT sebagai Pilihan Terakhir

Jaminan Hari Tua (JHT) dapat dicairkan dalam kondisi tertentu, termasuk setelah berhenti bekerja sesuai ketentuan. Namun, JHT dirancang untuk masa pensiun. Mencairkannya terlalu cepat mengurangi dana hari tua. Gunakan JHT hanya jika dana darurat, pesangon, dan JKP tidak mencukupi. Penjelasan tiga lapis dana pensiun ada di tiga lapis dana pensiun: JHT, jaminan pensiun, dan DPLK.
Apa yang Dilakukan pada 30 Hari Pertama?
| Minggu | Fokus | Contoh tindakan |
|---|---|---|
| 1 | Hitung dana tersedia | Tabungan, pesangon, JKP |
| 2 | Pangkas pengeluaran | Hentikan langganan tidak penting |
| 3 | Urus hak dan manfaat | Klaim JKP, cek BPJS Kesehatan |
| 4 | Fokus mencari kerja | Perbarui CV, hubungi jejaring |
Bagaimana Mengatur Ulang Anggaran?
Pisahkan pengeluaran wajib, seperti makan, sewa atau cicilan rumah, listrik, transportasi, dan sekolah, dari pengeluaran yang bisa ditunda. Hitung berapa bulan dana yang ada bisa bertahan dengan pengeluaran wajib saja. Jika ada cicilan, hubungi bank lebih awal untuk menanyakan program restrukturisasi sebelum terjadi tunggakan.
Bagaimana dengan BPJS Kesehatan?
Setelah PHK, status kepesertaan BPJS Kesehatan dari pemberi kerja bisa berubah. Pastikan perlindungan kesehatan tetap aktif, misalnya dengan beralih ke segmen mandiri, karena biaya sakit saat tidak bekerja bisa sangat memberatkan.
Apa yang Sebaiknya Dihindari?
- Mengambil pinjaman daring untuk kebutuhan konsumtif.
- Menghabiskan pesangon untuk barang mewah atau investasi spekulatif.
- Menunda mencari kerja karena merasa dana masih cukup.
- Memulai usaha besar tanpa rencana dan uji pasar.
Bagaimana Memanfaatkan Pesangon dengan Bijak?
Pesangon sebaiknya diperlakukan sebagai dana penyangga, bukan bonus. Pisahkan pesangon ke rekening khusus, lalu hitung berapa bulan kebutuhan wajib yang bisa ditutupi. Jika masih ada sisa setelah menyiapkan dana enam bulan, sebagian bisa dipakai untuk melunasi utang berbunga tinggi atau ditempatkan di instrumen yang stabil. Hindari menaruh pesangon pada investasi berisiko tinggi atau usaha tanpa perencanaan.
Bagaimana Mempersiapkan Diri Secara Karier?
Selain keuangan, persiapan karier juga penting. Perbarui CV secara berkala, jaga jejaring profesional, dan tingkatkan keterampilan melalui pelatihan. Program JKP juga menyediakan akses informasi pasar kerja dan pelatihan. Semakin cepat mendapat pekerjaan baru, semakin kecil dana darurat yang terpakai.
Bagaimana Mengelola Cicilan dan Kartu Kredit saat PHK?
Prioritaskan cicilan yang terkait kebutuhan pokok seperti rumah, lalu kendaraan yang dipakai untuk mencari kerja. Hindari menambah saldo kartu kredit untuk kebutuhan sehari-hari karena bunganya tinggi. Jika diperkirakan tidak mampu membayar, ajukan restrukturisasi sebelum menunggak agar riwayat kredit di SLIK tetap terjaga. Penjelasan SLIK ada di cara cek SLIK OJK.
Bagaimana Persiapan bagi Pekerja Lepas?
Pekerja lepas tidak menerima pesangon, sehingga dana darurat dan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bukan penerima upah menjadi lebih penting. Panduannya ada di BPJS Ketenagakerjaan BPU untuk pekerja lepas.
Informasi resmi tersedia di BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan.
Artikel ini bersifat edukasi perencanaan keuangan. Sesuaikan contoh dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa dana darurat yang dibutuhkan untuk menghadapi PHK?
Umumnya tiga sampai enam bulan pengeluaran untuk pekerja tetap dan enam sampai dua belas bulan untuk pekerja lepas.
Apa itu Jaminan Kehilangan Pekerjaan?
Program BPJS Ketenagakerjaan yang memberi manfaat uang tunai, informasi pasar kerja, dan pelatihan bagi pekerja yang terkena PHK dan memenuhi syarat.
Apakah JHT sebaiknya langsung dicairkan setelah PHK?
Sebaiknya menjadi pilihan terakhir karena JHT dirancang untuk masa pensiun.
Apa yang dilakukan pertama kali setelah PHK?
Hitung dana yang tersedia, pangkas pengeluaran tidak penting, dan urus hak serta manfaat.
Bagaimana dengan cicilan saat terkena PHK?
Hubungi bank lebih awal untuk menanyakan program restrukturisasi sebelum terjadi tunggakan.


