Terkini  
News

PMI Manufaktur Indonesia Oktober 2026 Naik ke 54, Tertinggi sejak Maret 2024; Ekspor Cetak Rekor

Di tengah IHSG yang tertekan, sektor manufaktur justru menunjukkan ekspansi terkuat dalam lebih dari dua setengah tahun.

PMI Manufaktur Indonesia Oktober 2026 Naik ke 54, Tertinggi sejak Maret 2024; Ekspor Cetak Rekor

PMI manufaktur Indonesia versi S&P Global naik ke 54 pada Oktober 2026 dari 52,4 pada September, level tertinggi sejak Maret 2024, menandakan ekspansi sektor manufaktur yang makin kuat. Pesanan baru tumbuh tercepat dalam lima tahun, sejak Oktober 2021, dan pesanan ekspor baru tumbuh paling cepat sejak survei dimulai pada April 2011. Namun, biaya input juga naik lebih cepat karena harga bahan bakar dan pelemahan rupiah.

Fakta kunci: PMI Manufaktur Indonesia Oktober 2026 Naik ke 54, Tertinggi sejak Maret 2024; Ekspor Cetak Rekor
PMI manufaktur Indonesia September dan Oktober 2026.

Apa Itu PMI Manufaktur?

Purchasing Managers’ Index (PMI) adalah indeks hasil survei kepada manajer pembelian di perusahaan manufaktur. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sedangkan di bawah 50 menunjukkan kontraksi. PMI sering dipakai sebagai indikator awal arah ekonomi karena dirilis lebih cepat dari data produksi resmi, biasanya pada hari kerja pertama setiap bulan. Karena itu, PMI menjadi salah satu data yang paling awal dipantau investor dan pembuat kebijakan untuk membaca arah ekonomi bulan berjalan.

Apa Rincian PMI Oktober 2026?

Ringkasan arah subindeks PMI manufaktur Indonesia Oktober 2026
Arah komponen utama PMI manufaktur Oktober 2026.
KomponenKondisi Oktober 2026
Pesanan baruTumbuh tercepat sejak Oktober 2021
Pesanan ekspor baruTumbuh tercepat sejak survei dimulai (April 2011)
OutputNaik tercepat sejak Maret 2024
Pembelian inputNaik dua bulan berturut-turut
Tenaga kerjaNaik tipis, lebih lambat dari September
Waktu pengiriman pemasokMemendek, perbaikan terbesar sejak Desember 2019
Harga inputNaik lebih cepat karena BBM dan kurs
Harga jualNaik lebih cepat dari September
Keyakinan bisnis 12 bulanKuat, relatif tidak berubah

Ekonom S&P Global Market Intelligence menyebut ekspansi ini solid dan paling kuat sejak Maret 2024.

Mengapa Pesanan Ekspor Melonjak?

Rupiah yang melemah ke sekitar Rp18.150 per dolar AS membuat produk Indonesia lebih kompetitif di pasar global. Permintaan dari dalam dan luar negeri juga didukung peluncuran produk baru dan meningkatnya kepercayaan pelanggan. Data neraca perdagangan September yang surplus US$3,36 miliar memperkuat gambaran sektor ekspor yang tetap tangguh.

Bagaimana dengan Tekanan Harga?

Kenaikan harga input akibat bahan bakar dan kurs yang tidak menguntungkan mendorong perusahaan menaikkan harga jual. Ini bisa merembet ke harga barang konsumen dalam beberapa bulan. Inflasi Oktober 3,23% masih dalam sasaran, tetapi kenaikan biaya produksi perlu diwaspadai. Rincian inflasi terbaru ada di inflasi Oktober 2026 3,23%.

Bagaimana Perbandingan dengan Negara Lain?

PMI manufaktur resmi Tiongkok justru turun ke 49,3 pada Oktober dari 50,1, kembali ke wilayah kontraksi. PMI manufaktur Australia juga di bawah 50, yaitu 49,6. Di AS, PMI manufaktur versi S&P Global sempat mencapai 56, tertinggi dalam 53 bulan. Dengan PMI 54, Indonesia termasuk yang ekspansinya kuat di kawasan.

Mengapa PMI Kuat tetapi IHSG Turun?

Pasar saham dipengaruhi banyak faktor selain kinerja manufaktur, terutama arus dana asing, kurs, dan suku bunga global. IHSG turun 16,7% sepanjang Oktober meski aktivitas manufaktur menguat. Perbedaan ini menunjukkan sentimen pasar keuangan dan kondisi sektor riil tidak selalu bergerak searah dalam jangka pendek. Pembahasan IHSG akhir Oktober ada di IHSG ditutup 5.057.

Apakah Ekspansi Ini Akan Berlanjut?

Keyakinan bisnis untuk 12 bulan ke depan tetap kuat, dan tumpukan pekerjaan yang belum selesai naik untuk bulan keempat berturut-turut. Kedua hal ini menunjukkan perusahaan memperkirakan permintaan tetap tinggi. Namun, risiko datang dari biaya input yang naik, potensi penguatan rupiah yang mengurangi daya saing ekspor, dan perlambatan ekonomi global.

Apa Artinya bagi Pekerja dan Pelaku Usaha?

  • Pekerja: penyerapan tenaga kerja masih naik meski melambat; ekspansi berkelanjutan bisa membuka lapangan kerja baru.
  • Pelaku usaha: pesanan yang tumbuh perlu diimbangi pengelolaan biaya input dan risiko kurs.
  • Eksportir: kurs yang lemah menguntungkan, tetapi biaya bahan baku impor naik.

Bagaimana Kaitannya dengan Neraca Perdagangan?

Lonjakan pesanan ekspor di PMI sejalan dengan data neraca perdagangan September yang surplus US$3,36 miliar, ditopang ekspor nonmigas. Jika pesanan ekspor manufaktur terus tumbuh, surplus perdagangan bisa bertahan meski defisit migas melebar akibat harga minyak. Rincian neraca perdagangan ada di neraca perdagangan September 2026. Perlu diingat, PMI adalah survei sentimen dan aktivitas, sehingga konfirmasi dari data produksi dan ekspor resmi tetap diperlukan.

Apa yang Perlu Dipantau?

  1. Apakah PMI bertahan di atas 50 pada bulan-bulan berikutnya.
  2. Pergerakan rupiah yang memengaruhi biaya impor dan daya saing ekspor.
  3. Kebijakan suku bunga BI pada 17–18 November.
  4. Perkembangan harga minyak dan bahan baku global.

Data PMI resmi tersedia di S&P Global PMI, dan data industri di Badan Pusat Statistik.

Artikel ini bersifat informasi, bukan rekomendasi investasi atau transaksi. Harga aset dapat berubah cepat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah tenaga kerja di sektor manufaktur bertambah?

Ya, tetapi hanya naik tipis dan lebih lambat dibanding September.

Berapa PMI manufaktur Indonesia pada Oktober 2026?

54, naik dari 52,4 pada September 2026.

Apa arti PMI di atas 50?

Sektor manufaktur sedang ekspansi; di bawah 50 berarti kontraksi.

Mengapa pesanan ekspor tumbuh pesat?

Antara lain karena rupiah lemah membuat produk lebih kompetitif dan permintaan luar negeri meningkat.

Apakah PMI kuat berarti harga barang akan naik?

Bisa, karena biaya input naik akibat BBM dan kurs, dan perusahaan mulai menaikkan harga jual.

Bagaimana PMI Indonesia dibanding Tiongkok?

PMI resmi Tiongkok turun ke 49,3 atau kontraksi, sementara PMI Indonesia ekspansi di 54.

Tim Redaksi TradeSphere FX

Tim Redaksi TradeSphere FX menyajikan berita keuangan, investasi, dan pasar yang akurat dan mudah dipahami.