Terkini  
Asuransi

Underinsurance pada Asuransi Kebakaran Rumah: Mengapa Klaim Bisa Dibayar Sebagian dan Cara Menghitungnya

Banyak pemilik rumah mengasuransikan rumah di bawah nilai sebenarnya agar premi murah. Akibatnya, saat terjadi kerugian, klaim hanya dibayar sebagian.

Underinsurance pada Asuransi Kebakaran Rumah: Mengapa Klaim Bisa Dibayar Sebagian dan Cara Menghitungnya

Asuransi kebakaran rumah sering dibeli bersama KPR. Masalahnya, banyak pemilik rumah tidak pernah memperbarui nilai pertanggungan. Saat terjadi kerugian, mereka terkejut karena klaim tidak dibayar penuh. Kondisi ini disebut underinsurance.

Fakta kunci: Underinsurance pada Asuransi Kebakaran Rumah: Mengapa Klaim Bisa Dibayar Sebagian dan Cara Menghitungnya
Contoh klaim proporsional akibat underinsurance.

Apa Itu Underinsurance?

Underinsurance terjadi ketika nilai pertanggungan dalam polis lebih rendah dari nilai sebenarnya objek yang diasuransikan. Dalam asuransi kebakaran, penanggung umumnya menerapkan prinsip proporsional (average): klaim dibayar sesuai perbandingan nilai pertanggungan dengan nilai sebenarnya.

Rumus Klaim Proporsional

Klaim dibayar = (nilai pertanggungan ÷ nilai sebenarnya) × kerugian

Contoh Hitungan

  • Nilai bangunan rumah sebenarnya: Rp1.000.000.000
  • Nilai pertanggungan di polis: Rp600.000.000
  • Kerugian akibat kebakaran sebagian: Rp200.000.000

Klaim dibayar = (600 ÷ 1.000) × Rp200.000.000 = Rp120.000.000

Pemilik rumah harus menanggung sendiri Rp80.000.000, padahal nilai kerugian masih jauh di bawah nilai pertanggungan Rp600 juta.

KondisiRasioKlaim untuk kerugian Rp200 juta
Diasuransikan Rp1 miliar100%Rp200 juta
Diasuransikan Rp800 juta80%Rp160 juta
Diasuransikan Rp600 juta60%Rp120 juta

Angka di atas belum memperhitungkan risiko sendiri (deductible) jika ada di polis.

Mengapa Underinsurance Sering Terjadi?

  1. Nilai polis mengikuti harga saat KPR, padahal biaya membangun naik setiap tahun.
  2. Salah memasukkan harga tanah. Asuransi kebakaran menanggung bangunan dan isi, bukan tanah. Yang dihitung adalah biaya membangun kembali.
  3. Renovasi tidak dilaporkan, misalnya penambahan lantai atau dapur baru.
  4. Ingin premi murah dengan menurunkan nilai pertanggungan.

Cara Menghindarinya

  • Hitung biaya membangun kembali: luas bangunan × biaya konstruksi per meter persegi di daerah Anda.
  • Tinjau nilai pertanggungan setiap tahun, terutama saat harga bahan bangunan naik.
  • Laporkan renovasi kepada penanggung.
  • Asuransikan isi rumah secara terpisah jika perlu, misalnya perabot dan elektronik.
  • Pahami perluasan jaminan seperti banjir, gempa bumi, dan huru-hara, yang tidak otomatis termasuk dalam polis standar.

Kaitannya dengan Kesehatan Industri

Memilih penanggung yang sehat juga penting. Perusahaan asuransi wajib memenuhi ekuitas minimum hingga akhir 2026, seperti dibahas di tenggat ekuitas minimum asuransi. Prinsip memilih perlindungan sesuai kebutuhan juga berlaku untuk kendaraan, sebagaimana dijelaskan di asuransi mobil all risk vs TLO.

Informasi perlindungan konsumen asuransi tersedia di situs OJK.

Artikel ini bersifat informasi dan edukasi, bukan rekomendasi produk atau investasi tertentu.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu underinsurance?

Underinsurance adalah kondisi ketika nilai pertanggungan dalam polis lebih rendah dari nilai sebenarnya objek yang diasuransikan, sehingga klaim bisa dibayar secara proporsional.

Bagaimana cara menghitung klaim proporsional?

Klaim dibayar sama dengan nilai pertanggungan dibagi nilai sebenarnya, lalu dikalikan nilai kerugian. Contoh: (600 ÷ 1.000) × Rp200 juta = Rp120 juta.

Apakah harga tanah ikut diasuransikan dalam asuransi kebakaran?

Tidak. Asuransi kebakaran menanggung bangunan dan isi, sehingga nilai pertanggungan sebaiknya dihitung dari biaya membangun kembali, bukan harga tanah.

Tim Redaksi TradeSphere FX

Tim Redaksi TradeSphere FX menyajikan berita keuangan, investasi, dan pasar yang akurat dan mudah dipahami.